Pengertian Tanaman Hias dan Manfaatnya

Tanaman hias menjadi tanaman yang menarik minat banyak konsumen, karena selain memiliki nilai keindahan juga memiliki peran  sebagai penyaluran hobi serta kepenatan akibat bekerja. Kita mengetahui bahwa di era sekarang ini tingkat kepenatan masyarakat relatif tinggi. Dengan memelihara tanaman hias selain memperintah dan mempercantik ruangan atau rumah juga menjadi penyaluran hobi dan penghilang kepenatan.

Saat melihat tanaman tersebut tumbuh dan berbunga, memberikan kebahagiaan tersendiri yang tidak ternilai harganya. Menekuni usaha tanaman hias memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena yang dijadikan objek usaha adalah makhluk hidup, sehingga perlu keterampilan khusus dan kesabaran serta ketelatenan untuk merawatnya.

Pengertian Tanaman Hias


Nama ilmiah dari tanaman hias adalah ornamental plant, yaitu tanaman yang dibudidayakan dengan tujuan dinikmati keindahannya. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa pengelompokkan tanaman hias tidak hanya terbatas pada bunga-bungaan saja, tetapi juga teramasuk tanaman perkebunan atau kehutanan yang memiliki nilai keindahan dari aspek bentuknya dan dibudidayakan guna tujuan menambah keindahan dan keasrian lingkungan hidup.

Tanaman hias memiliki nilai ekonomis yang relatif cukup tinggi. Oleh karena itu menarik untuk dibudidayakan dan menjadi peluang bisnis yang potensial. Tujuan menanam tanaman hias tidak selalu untuk dinikmati keindahannya, tetapi juga fungsi tanaman tersebut, misalnya tanaman pengusir nyamuk yang banyak ditanam di sekitar rumah, atau tanaman pembersih udara, dan sebagainya.

Manfaat Tanaman Hias

Berdasarkan pengertian tanaman hias diatas, manfaat dari tanaman hias cukup banyak. Namun secara umum manfaat tanaman hias dibedakan ke dalam tiga bidang, yaitu sebagai berikut.

1. Manfaat Tanaman Hias di Bidang Ekonomi
  • Menghasilkan tanaman hias yang bekrualitas dan bermutu.
  • Menjadi komoditas yang perlu diperjualbelikan degan nilai jual yang cukup tinggi.
  • Membuka peluang usaha baru sehingga bisa menyediakan lapangan pekerjaan di berbagai wilayah di Indonesia.

2. Manfaat Tanaman Hias di Bidang Lingkungan
  • Menjaga dan meningkatkan kualitas kebersihan udara.
  • Menjadikan lingkungan sekitar lebih indah, teduh, dan segar.
  • Menyerap air sehingga bisa mencegah terjadinya erosi.
  • Meningkatkan penghijauan di lingkungan hidup.
  • Menggemburkan tanah sehingga lahan menjadi subur.

 3. Manfaat Tanaman Hias di Bidang Seni
  • Memperindah lingkungan di sekitar tempat tinggal.
  • Meningkatkan kreativitas dalam merawat dan mempercantik tanaman hias.
  • Memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman hias agar terlihat lebih indah.

Nah, itulah pengertian menenai tanaman hias beserta manfaat tanaman hias. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai tanaman hias dan semoga bermanfaat.

Rumah Adat di Indonesia Beserta Gambar dan Penjelasan

Di kutip dari wikipedia.org, rumah tradisional atau rumah adat adalah rumah yang dibangun dengan cara yang sama dari generasi kegenerasi dan tanpa atau dikit sekali mengalami perubahan. Rumah tradisional dapat juga dikatakan sebagai rumah yang dibangun dengan memperhatikan kegunaan, serta fungsi sosial dan arti budaya dibalik corak atau gaya bangunan. Nah, berikut adalah beberapa contoh rumah adat yang ada di Indonesia beserta gambar dan penjelasan.

1. Rumah Adat Krong Bade, Nanggroe Aceh Darussalam

Img by: merahputih.com

Rumah krong bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia yaitu Nanggroe Aceh Darussalam. Rumah krong bade merupakan rumah panggung dengan satu buah tangga depan yang biasa digunakan untuk berlalu-lalang. Rumah adat ini sekarang semakin langka keberadaannya karena pembuatan rumah adat ini relatif lebih mahal, selain itu perawatan rumah krong bade juga cukup membutuhkan biaya.

2. Rumah Adat Bolon, Sumatra Utara

Img by: winadyasari123.blogspot.com

Rumah bolon adalah rumah adat yang menjadi identitas suku Batak yang ada di Sumatra Utara. Ada beberapa jenis rumah bolon yang dahulu sempat menjadi gaya arsitektur hunian orang-orang Batak. Beberapa jenis rumah adat di Indonesia tersebut antara lain rumah bolon Toba, bolon Mandailing, bolon Simalungun, bolon Pakpak, bolon Karo, dan bolong Angkola. Masing-masing rumah tersebut sebetulnya memiliki ciri khasnya tersendiri. Namun, saat ini semua itu sudah sulit ditemukan.

3. Rumah Adat Gadang, Sumatra Barat

Img by: arsitag.com

Rumah gadang (godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini masih banyak ditemui di Provinsi Sumatra Barat. Mengingat kebudayaan Melayu yang menyebar di sekitar Semenanjung Malaya tempo dulu. Rumah adat ini juga hingga kini dapat kta jumpai di beberapa wilayah di Malaysia.

4. Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Riau

Img by: adat-tradisional.blogspot.com

Rumah selaso jatuh kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi Riau yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso jatuh kembar memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar dengan lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah.

5. Rumah Adat Panggung Kejang Lako, Jambi

Img by: adat-tradisional.blogspot.com

Rumah panggung Kejang Lako terbuat dari kayu dan terbagi menjadi delapan ruangan. Kedelapan ruangan tersebut antara lain ruangan pertama (jogan) berfungsi sebagai tempat beristirahat dan tempat untuk menyimpan air. Ruangan kedua (serambi depan) berfungsi sebagai tempat penerima tamu laki-laki. Ruang ketiga (serambi dalam) berfungsi sebagai tempat tidur anak laki-laki.

Ruangan keempat (amben melintang) berfungsi sebagai kamar pengantin. Ruang kelima (serambi belakang) berfungsi sebagai tempat tidur untuk anak perempuan yang belum menikah. Ruang ketujuh (garang) berfungsi sebagai tempat memasak makanan dan sebagai tempat menyimpan air. Ruang kedelapan adalah dapur yang digunakan untuk memasak makanan.

6. Rumah Adat Limas, Sumatra Selatan

img by: aminama.com

Rumah limas adalah rumah adat di Indonesia khas Sumatra Selatan yang memiliki lantai bertingkat dengan bentuk atap yang menyerupai limas. Kebanyakan rumah limas memiliki luas 400 sampai 1.000 m2. Bangunan didirikan di atas tiang kayu ulin yang kuat dan tahan air, sedangkan pintu, dinding, dan lantai terbuat dari kayu tembesu.

7. Rumah Adat rakit Limas, Bangka Belitung

Img by: aminama.com

Rumah adat rakit limas adalah rumah adat di Indonesia khas belitung yang secara arsitektur sebetulnya hampir mirip dengan rumah adat provinsi lain di Pulau Sumatra yang masih berkarakteristik Melayu.

8. Rumah Adat Rakyat, Bengkulu

Img by: guratgarut.com

Rumah rakyat adalah rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal orang-orang Bengkulu. Rumah ini terbagi ke dalam beberapa ruangan, yaitu berendo atau beranda yang digunakan untuk menerima tamu, bilik gedang atau kamar utama, bilik gadis atau kamar anak gadis, dan sebagainya.

9. Rumah Adat Nowou Sesat, Lampung

Img by: nesabamedia.com

Rumah adat Lampung memiliki sebutan yang cukup unik, yaitu nowou sesat. Nowou sesat sendiri berasal dari bahasa Lampung, nowou yang berart rumah dan sesat yang berarti tempat ibadah. Rumah nowou sesat memilikiciri khas panggung atau atap terbuat dari ilalang yang dianyam, dinding dari kayu, dan didirikan sejajar sepanjang jalan utama yang membelah kampung.

Nah, itulah beberapa rumah adat yang ada di Indonesia beserta gambar dan penjelasannya. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai rumah adat Indonesia dan semoga bermanfaat.

12 Nama Kain dan Daerah Asalnya (Tradisional)

Kain Tradisional - Di Indonesia hampir setiap daerah memiliki kain tradisional yang mencerminkan karakteristik masing-masing daerah. Hal menarik dari kain tradisional yang ada di Indonesia adalah tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan sandang semata, tetapi juga menggambarkan makna filosofi mendalam pada setiap helainya dan mengandung suatu nilai tersendiri.

Kain Batik

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan bahas mengenai jenis nama kain dan daerah asal di Indonesia atau kain tradisional Indonesia. Jenis kain tradisional yanga da di Indonesia di antaranya sebagai berikut.

1. Tenun Ikat Bali

Kain tenun ikat bali berasal dari daerah Bali. Pada awalnya kain tenun ini hanya digunakan oleh para orang tua dan kalangan bangsawan saja, tetapi kini hampir semua lapisan masyarakat Bali memakainya, baik untuk pakaian sehari-hari maupun upacara besar keagamaan. Ada beberapa jenis kain tenun ikat Bali yang sudah sangat terkenal, yaitu kain songket dan endek Bali.

Pembuatan kain endek cukup unik, salah satu prosesnya disebut dengan nyantri, yaitu menggoreskan warna dengan kuas mambu pada bagian-bagian raham hias tertentu. Pembuaian kain endek Bali masih menggunakan ritual khusus.

2. Songket

Kain songket berasal dari daerah Sumatra. Pusat kerajinan songket yang terkenal adalah dari kota Palembang dan karya songket yang paling terkenal berasal dari Sumatra Barat karena dibuat menggunakan benang emas. Oleh karena pembuatannya yang rumit, kain songket memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Kain songket dibuat dengan cara ditenun menggunakan benang helao demi helai hingga menjadi satu lembar kain utuh yang cantik. Kain songket ditenun menggunakan teknik menambah benang pakan sebagai hiasan, yaitu dengan menyisipkan benang perak, emas, tembaga, atau benang warna di atas benang lungsi.

3. Tenun Ikat Flores

Daerah sentra khusus pembuatan kain tenun ikat khas Flores adalah desa Sikka, Lio, dan Ende, di Flores Nusa Tenggara Timur. Hampir semua proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dan tanpa mesin. Mulai dari pengolahan biji kapas, pemintalan, pewarnaan, hingga menjadi sehelai kain ikat. Pewarnaan kain masih menggunakan bahan-bahan alami yang berasal dari berbagai jenis tanaman. Dari tanaman-tanaman ini tercipta sebelas macam warna yang konon semakin lama usia kain, warnanya akan semakin tampak lebih meriah.

4. Sulam Karawo

Kain sulam karawo berasal dari Gorontalo. Proses pembuatannya dihasilkan melalui sulam tangan dan dilakukan secara individu. Kain sebagai media sulaman akan diiris atau di lubangi dengan cara mencabut serat benang sesuai dengan motif sulaman. Proses pengerjaan kain ini bisa memakan waktu hingga satu bulan bergantung pada kerumitan motif kain. Berbagai motif dan desain yang bernilai tinggi menjadikan sulam karawo sebagai produk budaya unggulan khas gorontalo. Selain untuk pakaian khas Gorontalo ini bisa juga ditemukan pada sapu tangan, kipas, peci, taplak meja, dan beragam akseseoris lainnya.

5. Sutra Bugis

Sutra bugis berasal dari daerah Gugis, Sulawesi. Bugis terkenal dengan kain tradisional berupa sarung yang terbuat dari sutra yang ditenun. Pusat pembuatan kain tenun berada di Sengkang, sedangkan pengembangbiakan ulat sutra berada di desa Tajung. Kain sutra dalam bahasa Bugis disebut sabbe, diproduksi dengan alat bertenaga manusia.

6. Sasirangan

Sasirangan merupakan kain cantik yang dihasilkan dari Pulau Kalimantan yaitu kota Banjarmasin. Pasar Martapura di Kalimantan Selatan menjadi pusat penjualan kain sasirangan. Cara pembuatan kain ini yaitu kain digambar dengan motif yang diinginkan, kemudian dijahit sesuai pola. Setelah dijahit ditarik dengan kencang sehingga kain mengerut dan membentuk motif yang khas.

Ada beberapa motif yang istimewa dalam kain ini, misalnya motof bintang berhambur, sari gading, kambang tampuk, turun dayang, bayam raja, jajumputan, dan masih banyak lagi. Dulunya kain ini digunakan untuk upacara adat, tetapi kini pemakaiannya sudah lebih bervariasi.

7. Ulos

Kain ulos merupakan bagian dari kebudayaan dan tradisi yang kental dari masyarakat Batak. Oleh karena itu, kain ini selalu hadir dalam setiap upacara adat. Kain ini merupakan simbol restu, kasih sayang, dan persatuan. Ada beberapa macam ulos yang dikenal dalam adat Batak.

8. Tapis

Kain tapis berasal dari Lampung dengan teknik tenun menggunakan peralatan yang masih tradisional. Terbuat dari tenunan benang kapas dengan motof atau hiasan benang perak atau benang emas yang disulam. Motif yang sering digunakan biasanya adalah motif flora dan fauna. Salah satu jenis kain tapis yang juga tidak kalah indah adalah kain palepai. Kain ini berasal dari Pugung Tampak Krui, Lmapung. Palepai merupakan kain kapal dengan ukuran hingga lebih dari tiga meter dengan motif kapal yang melambangkan perjalanan hidup manusia sejak lahir sampai menutup mata.

9. Batik

Kain batik berasal dari banyak daerah di Indonesia, seperti pekalongan, Jogja, Cirebon, dsb. Batik Kain batik adalah kain yang sudah terkenal hingga mancanegara. Batik sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia dari Indonesia oleh UNESCO. Hal ini yang membuat batik begitu terkenal adalah cara pembuatannya yang unik dan keindahan ragam motif yang digunakan. Seni dan kerajinan batik sudah diwariskan sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Natik merupakan seni lukis menggunakan canting dengan malam atau lilin cair yang kemudian diberi warna. Batik dari setiap daerah memiliki motif dan ragam hias yang berbeda-beda. Beberapa daerah yang terkenal dengan kerajinan batiknya antara lain Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan Cirebon.

10. Gringsing

Kain gringsing berasal dari Tenganan, Bali. Kain gringsing menjadi satu-satunya kain tradisional Indonesia yang dibuat menggunakan teknik dobel ikat. Keseluruhan prosesnya dikerjakan dengan tangan. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar dua sampai lima tahun.

11. Besurek

Kain besurek adalah kain tradisional yang berasal dari Bengkulu. Motof batik besurek sangat khas yaitu berupa motif huruf Arab gundul yang dikaligrafikan. Motif ini terpengaruh unsur kebudayaan Islam. Hal inilah yang membedakan besurek dengan batik Jawa. Proses pembuatan kain besurek tidak berbeda dengan pembuatan batik Jawa. Untuk warnanya, kain besurek memiliki warna yang lebih cerah dan beragam.

12. Tenun Dayak

Tenun Dayak berasal dari daerah Dayak, Kalimantan. Tenun Dayak dibuat menggunakan alat yang disebut gedok. Proses pengerjaanya cukup lama, bisa memakan wkatu hingga bulanan. Pewarnaannya menggunakan bahan pewarna alami. Kain tenun Dayak memiliki motif flora dan fauna dari alam sekitar. Motifnya sangat khas Kalimantan.

Nah, itulah nama-nama kain dan daerah asalnya di Indonesia. Untuk contoh corak mengenai kain tersebut Anda bisa melihatnya di Google untuk lebih lengkap. Sekian dan semoga bermanfaat.

Pengertian Pertunjukan Teater dan Unsur-Unsurnya

Menurut wikipedia.org, teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah, penafsiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari publik atau pirsawan (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti).

Pengertian Pertunjukan Teater


Pertunjukan teater adalah proses komunikasi atau peristiwa interaksi antara karya seni dan penontonnya yang dibangun oleh sebuah sistem pengelolaan, yaitu manajemen seni pertunjukan. Adapun komunikasi yang dimaksud adalah dapat berlangsung secara langsung dan tidak langsung.

1. Komunikasi Langsung

Komunikasi langsung bersifat sesaat dan memiliki keterbatasan waktu serta tidak dapat diulang. Komunikasi ini berlangsung di panggung. Penonton dapat mengapresiasi materi seni tanpa perantara media lain. Penonton menangkap peristiwa pergelaran atau pertunjukan yang terjadi melalui pancaindranya di atas pentas dengan tidak dapat diputar atau diulang kembali layaknya seni rekam (audiovisual).

2. Komunikasi Tidak Langsung

Komunikasi tidak langsung berlangsung melalui media atau perantara alat elektronik, yaitu televisi, radio, media jejaring sosial, dan film layar lebar lainnya. Pertunjukan dapat diulang dan dilakukan dengan proses perekaman.

Unsur Pertunjukan Teater

Unsur yang dibutuhkan demi terselenggaranya pertunjukan teater yaitu sebagai berikut.

1. Panitia Pertunjukan

Panitia adalah sekelompok orang yang membentuk suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Pembentukan organisasi dengan sistem kepanitiaan memiliki kemudahan dalam pembentukan dan pembubaran serta tanpa danya ikatan kerja yang rumit.

Penyelenggaraan pergelaran memiliki dua komponen penting, yaitu adanya panitia artistik atau kreator seni di bawah pimpinan seorang sutradara (art director) dan panitia nonartistik atau penggiat seni dipimpin oleh seorang pimpinan produksi yang dipilih dan diangkat atas musyawarah kelas atau teman dalam kelompok yang dibentuk.

2. Materi Pertunjukan Teater

Materi pergelaran teater adalah wujud karya teater yang dibangun melalui proses kreatif melalui tahapan menggunakan media tertentu bersifat kolektif dengan wilayah kerja dan tanggung jawab secara bersama (kolaborasi).

3. Penonton

Kehadiran penonton sangat mutlak karena tanpa penonton pertunjukan teater akan sia-sia atau mubazir. Penilaian terhadap pertunjukan seni untuk setiap penonton sangatlah berbeda dan bersifat relatif. Penonton dalam hubungan pergelaran seni (teater) dapat dibedakan dalam tiga golongan, yaitu penonton awam, tanggap, dan kritis.

Penonton awam adalah penonton penikmat seni. Penonton tanggap, artinya penonton bersikap responsif dengan  kecenderungan memiliki wawasan dan pengalaman seni, tetapi tidak ditindaklanjuti untuk mengulas terhadap pertunjukan yang ditontonnya cukup untuk dipahami dan dinikmati sendiri.

Adapun penonton kritis adalah penonton dengan bekal keilmuan dan pengalaman seni, kemudian melakukan ulasan atau menulis kritik pergelaran dan dipublikasikan dalam forum ilmiah atau media.

Nah, itulah pertunjukan teater beserta unsur pertunjukan teater. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai teater, dan semoga bermanfaat.

Mengomunikasikan Kritik Musik Melalui Tulisan

Kritik musik adalah ulasan mengenai pernilaian dari aspek nilai keindahan (estetis) terhadap penyajian musik tersebut. Kritik musik dikomunikasikan melalui tulisan ataupun lisan. Mengomunikasikan kritik musik dibagi ke dalam dua jenis, yaitu secara lisan dan tertulis. Dalam tulisan, kritik musik dilakukan dengan menuliskan ketiga langkah penulisan kritik musik, yaitu deskripsi, analisis, dan interpretasi.


Langkah pertama dalam usaha mengomunikasikan kritik musik adalah mengunjungi suatu pertunjukan atau konser musik, kemudian menyimak dan memahami musik yang akan dimainkan dalam pertunjukan atau konser tersebut. Langkah selanjutnya membuat catatan-catatan tentang pertunjukan musik itu yang Anda pandang penting. Setelah itu, membuat laporan tulisan yang terdiri dari sebagai berikut.

1. Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan, kemukakan latar belakang kritik yang berhubungan dengan pengalaman setelah menyaksikan suatu konser musik. Untuk itu, pilih genre musik yang Anda kuasasi. Anda berperan sebagai pendengar, bukan pemain.

2. Deskripsi

Pada bagian ini tuliskan seluruh informasi tentang penyelenggaraan pertunjukan atau konser musik tersebut, misalnya menulis tanggal, waktu, lokasi pertunjukan, pemain musiknya yang Anda saksikan dalam pertunjukan tersebut, jenis atau genre musik yang dimainkan, kondisi akustik ruang pertunjukan, tata panggung, dan sebagainya yang dapat Anda amati secara konkret.

3. Analisis Formal

Pada bagian ini fokuskan pada musik yang dimainkan. Amati cara pemain musik memainkan karya-karya musik atau lagu mereka, seperti kemampuan musikal masing-masing pemain dalam menarik musik, mengekspresikan musik, menginterpretasikan musik, keharmonisan serta keseimbangan permainan musik, pengalimatan (frasering) lagu, intonasi, dan lain-lain.

4. Interpretasi

Pada bagian ini berisi analisis pemaknaan musik atau lagu yang dimainkan dalam pertunjukan musik tersebut. Pemaknaan musik membutuhkan pemahaman yang cukup dalam tentang musik, pencipta, nilai-nilai estetis, dan pemahaman budaya yang terjadi ketika karya musik dihasilkan. Untuk itu, dituntut memiliki beragam refrensi yang diperoleh dari beragam sumber untuk melengkapi pengetahuan yang Anda miliki sebagai upaya untuk mengungkapkan makna dari musik yang dimainkan.

5. Evaluasi

Pada bagian ini berisi penilaian terhadap pertunjukan atau konser musik yang disaksikan. Namun, penilaian yang dituliskan bukan berupa penilaian peribadi atau subjektif, melainkan dilandaskan pada analisis dan interpretasi pad atahap sebelumnya.

Nah, itulah cara mengomunikasikan kritik musik secara tertulis beserta penjelasannya. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai kritik musik dan semoga bermanfaat.

Kritik Tari: Pengertian, Jenis, dan Fungsi Kritik Tari

Pengertian Kritik Tari

Kritik adalah salah satu bentuk apresiasi terhadap karya seni yang dilihatnya. Kritik tari juga bisa diartikan sebagai kegiatan memberikan apresiasi terhadap karya seni tari dengan cara menuliskan kembali peristiwa pertunjukan seni tari yang sudah dilakukan, atau memberikan komentar terhadap perkembangan peristiwa seni tari pada waktu itu.


Kritik tari disebabkan adanya kegiatan apresiasi karya seni tari, bukan suatu aktivitas yang hanya mencari kelemahan karya tari orang lain atau mengomentari kekurangan dan kelebihan penampilan dari orang lain. Kritik tari diberikan sebagai informasi kepada masyarakat terhadap sebuah kejadian pertunjukan atau perkembangan.

Kritik tari sangat bermanfaat sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas karya yang dibuat maupun ditampilkan. Beberapa aspek yang dipertimbangkan seorang kritikus dalam melakukan kritik tari adalah sebagai berikut.
  1. Ide/gagasa.
  2. Tema.
  3. Teknik.
  4. Pengolahan materi.
  5. Prinsip-prinsip penyusunan.
  6. Pengorganisasian dalam mengelola kaidah-kaidah estetik.
  7. Keunikan.
  8. Gaya individu.
  9. Kreativitas dan inovasi.
Baca juga: Pengertian Kritik Musik

Selain beberapa aspek tersebut, seorang kritikus juga akan mengamati musik pengiring, penghayatan dalam menari, koreografi, properti tari yang digunakan, kostum dan tata rias, serta artistik.

Jenis-Jenis Kritik Tari

Jenis kritik tari meliputi kritik jurnalistik, kritik pedagogik, kritik ilmiah, dan kritik populer. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Kritik Jurnalistik

Kritik jurnalistik adalah kritik yang ditulis untuk dibaca oleh pembaca sutar kabar/majalah, tujuannya untuk memberi informasi tentang peristiwa dalam kesenian tari

2. Kritik Pedagogik

Kritik pedagogik adalah kritik yang diterapkan dalam proses belajar mengajar pendidikan kesenian.

3. Kritik Ilmiah

Kritik ilmiah adalah kritikan yang dilakukan dengan pengkajian nilai seni secara luas,mendalam dan sistematis baik dalam menganalisis maupun dalam kaji banding kesejarahan critical judgment.

4. Kritik Populer

Kritik populer adalah kritis yang sebagian besar ditulis oleh penulis yang tidak menuntut  keahlian kritis.

Fungsi Kritik Tari

Fungsi kritik tari adalah membentuk penonton menjadi lebih kritis. Setelah terbentuk penonton yang kritis, pada giliran berikutnya seniman tari atau para kreator tari benar-benar mendapatkan penonton-penonton yang mempunyai bekal pengatahuan yang cukup dan berpandangan yang lebih luas serta tebruka, atau dengan pengertian lain mendapatkan penonton yang terpilih. Maka dari itu, kritik mampu menciptakan masyarakat yang berkualitas dan berwawasan mendalam tentang kehadiran sebuah karya seni.

Fungsi yang lebih utama selain memberi penilaian, kritik merupakan suatu jembatan. Sebuah kritik mampu memberi penjelasan kepada masyarakat tentang adanya suatu karya yang mempunyai bobot, baik bobot artistik maupun bobot nonartistik.

Kritik sebagai penilaian, seperti banyak orang mengungkapkan dan menjelaskan, kritik sebenarnya bukan suatu usahapenghakiman. Akan tetapi sebuah kritik memberikan suatu usaha untuk memberikan penilaian. Mengingat hal tersebut bahwa masyarakat dalam menikmati karya tari mempunyai bekal yang tidak seragam. Semua bergantung pada besar kecilnya kemampuan mengamati dengan dasar pengalaman dan tingkat apresiasinya.

Demikian pula pada segi teknis, tidak sama juga penilaian teknis yang dipunyai oleh penonton untuk mampu menelaah sebuah karya tari. Mengingkat karya yang dipentaskan mempunyai ciri dan karakteristik tersendiri. Contohnya karya-karya eskperimental. Seniman tari (koreografer) dalam menciptakan sebuah karya mencoba berbagai macam teknik dan gaya. Sudah tentu yang mampu membedahnya adalah orang yang mendapatkan pendidikan atau pengalaman yang lebih, khususnya dalam hal teknik.

Dalam penyadaran masyarakat terhadap tingkat keberadaan zamannya memang tidak hanya untuk mengenal seni tari, tetapi secara umum kritik memang sangat dibutuhkan dalam berbagai sisi kehidupan. Sekian dan semoga bermanfaat.

Kritik Musik: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis dan Pedoman

Kata kritik atau dalam bahasa Inggris "critism" berasal dari bahasa Yunani yaitu kritikos atau krinein yang artinya memisahkan, mengamat, membandingkan, dan menimbang. Kritik bisa ditujukan ke beberapa bidang, seperti kritik seni rupa dan juga kritik musik.

Pengertian Kritik Musik

Kritik musik adalah penganalisisan atau pengevaluasian suatu karya musik yang bertujuan meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki karya tersebut.

Biasanya, seni musik diciptakan memiliki kandungan beruba ide, gagagasan, keindahan, atau pesan yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu kepada para pendengarnya. 


Dalam sebuah kritik seni terdapat objek yang dikritik dan orang yang mengkritik atau dikenal dengan istilah kritikus. Adapun objek yang dikritik merupakan karya musik yang sedang dicermati. Kritik musik dalam pertunjukan seni memperlihatkan objek dan kritik yang berhubungan dengan nada, ritme, harmoni, intensitas, warna suara, interpretasi, dan ekspresi.

Tanggapan dan penilaian seorang kritikus terhadap baik buruknya suatu hasil karya dapat memengaruhi kualitas sebuah karya musik dan harga jual suatu karya.

Pengertian Kritik Musik Menurut Para Ahli

Adapun pengertian kritik musik lainnya menurut para ahli yaitu sebagai berikut.
  • Menurut Sudarmaji (1979: 2), kritik adalah komentar atau ulasan yang bersifat normatif terhadap sesuatu prestasi dan hal ikhwal dengan tujuan apresiasi. 
  • Stolnitz (1966), kritik seharusnya berupa aktivitas evaluasi yang memandang seni sebagai objek bagi pengalaman estetik. 
  • Flaccus (1981), memandang kritik seni sebagai studi rinci dan apresiasi dengan analisis cendekia atas karya seni yang disertai tafsir beserta alasan dari informasinya.

Fungsi Kritik Musik

Kritik bukan saja sebagai penilaian bagus atau tidak bagus, tetapi kritik dapat dikategorikan ke dalam beberapa fungsi. Berikut adalah beberapa fungsi kritik seni.
  • Sebagai penilaian atas seni.
  • Sebagai informasi, karena hasil kritikan perlu disampaikan kepada halayak.
  • Sebagai motivasi objek kritikan sehingga semakin baik.
  • Sebagai penghubung antara pencipta, penyanyi, dan pendengar.
  • Sebagai evaluasi diri bagi pencipta dan penyaji musik.
  • Sebagai sarana pengembangan mutu karya musik.
  • Pengenalan karya musik dan memperluas wawasan masyarakat terkait dengan musik.

Tujuan Kritik Musik

Melalui adanya kritik musik bersifat evaluasi atas karya dan penyajian oleh Kritikus, maka diharapkan masyarakat dan pelaku seni memiliki apresiasi terhadap karya musik sehingga diharapkan akan ada inovasi dan peningkatan mutu karya musik di masa yang akan datang.

Menurut Sem C. Bangun, kritik seni bertujuan mengevaluasi seni, apresiasi seni, dan pengembangan seni ke taraf yang lebih kreatif dan inovatif.

Pedoman dalam Melakukan Kritik Musik

Landasan yang harus ada sebelum menyampaikan kritik antara lain pengalaman yang cukup dalam materi kritik keilmuan dan pengetahuan yang relavan, menguasai penerapan metode kritik secara tepat, serta menguasasi media kritik (kebahasaan yang efektif dan komunikatif).

Seorang kritikus harus memiliki beberapa kemampuan dan pengalaman dasar sebagai berikut.
  • Mengobservasi atau mengamati suatu lagu dengan teliti.
  • Mendengarkan dan mengetahui lagu dari beragam genre musik seperti pop, jazz, klasik Barat, keroncong, dangdut, tradisi dan lain-lain.
  • Memiliki wawasan untuk memahami bagaimana suatu lagu atau musik sebaiknya dihasilkan oleh musisi (penyanyi atau pemain musik) sehingga terdengar lebih menarik bagi penonton ataupun pendengar.

Jenis Kritik Musik dalam Pembelajaran

Jenis kritik musik di bagi ke dalam empat jenis, yaitu kritik jurnalistik, kritik pedagogis, kritik ilmiah, dan kritik populer. Diantara keempat jenis kritik tersebut, dalam pembelajaran kritik musik yang digunakan adalah kritik pedagogis. Objek kritik ini adalah karya musik para siswa, baik yang dimainkan atau dinyanyikan secara solo maupun kelompok. Tujuan dari kritik pedagogis adalah memotivasi bakat dan potensi siswa di sekolah.

Kritik pedagogis penting untuk dipahami siswa karena materi tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran musik di sekolah, seperti halnya Anda mempelajari konsep-konsep musik, permainan musik, dan pertunjukan musik. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, di satu sisi kritik pedagogis bertujuan membuat siswa yang dikritik mengetahui kekurangannya dalam bermain musik dan memahami penyebab kekurangan itu terjadi.

Selain itu, kritik pedagogis bertujuan memberi pengalaman pada siswa yang dikritik ataupun siswa yang mengkirtik untuk belajar beragumentasi atau berani mengemukakan pandangannya tentang musik atau lagu.

Melalui pemahaman tentang kritik pedagogis, seorang siswa tidak hanya dapat menilai hasil karya musik siswa lain dengan mengatakan benar atau sala, bagus atau tidak bagus saja, tetapi siswa tersebut dapat memberi penjelasan atas penilaiannya tersebut sebagai upaya untuk memotivasi bakat dan potensi siswa lain. Upaya itu akan menjadi lebih baik apabila siswa yang memberi kritik juga dapat memberi masukan atau input kepada siswa yang dikritik.

Nah, itulah informasi lengkap mengenai pengertian kritik musik, fungsi kritik musik, tujuan kritik musik, pedoman dalam mengkritik, dan jenis musik. Sekian informasi yang dapat saya bagikan dan semoga bermanfaat. Baca juga: Mengomunikasikan Kritik Musik

Pengertian Pertunjukan Musik, Tujuan, Fungsi, Teknik, dan Jenis

Pertunjukan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pertunjukan adalah sesuatu yang dipertunjukkan dan tontonan, contohnya seperti bioskop, wayang, pertunjukan musik, dan lain sebagainya. Pertunjukan merupakan sebuah karya seni yang dinikmati atau diapresiasi dengan cara ditampilkan kepada penonton.

Pertunjukan musik orkestra

Pengertian Pertunjukan Musik

Pertunjukan musik adalah suatu upaya untuk mengungkapkan perasaan melalui komposisi keindahan suara manusia dan harmonisasi alat musik yang diciptakan oleh para pencipta lagu untuk memuaskan selera masyarakat. Pagelaran disebut juga pertunjukan, yaitu suatu kegiatan yang mendapatkan tanggapan dan penilaian.

Tujuan Pertunjukan Musik

Berdasarkan subjek pengisi dan penonton kegiatan, ada dua tujuan yang terkandung dalam kegiatan pagelaran tersebut, yaitu sebagai hiburan bagi masyarakat umum atau khalayak ramai, dan tujuan mikro yaitu sebagai sarana evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran seni musik (kesenian) di sekolah.

Adapun tujuan pertunjukan musik lainnya antara lain sebagai berikut.
  • Menghibur audience (pendengar) .
  • Meramaikan suatu wilayah.
  • Peluang bisnis bagi band yang diundangnya.
  • Membantu mengembangkan bakat musisi tersebut di dunia musik  .

Fungsi Pertunjukan Musik

Sebuah pertunjukan memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut.
  • Sebagai media pengembangan bakat.
  • Sebagai media komunikasi
  • Sebagai ekspresi diri.
  • Sebagai Media apresiasi.

Teknik Pertunjukan Musik

Teknik pertunjukan musik dapat mencakup sebagai berikut.
  1. Karya musik yang akan dimainkan.
  2. Penempatan pemain di atas panggung (blocking).
  3. Aspek psikologis para pemain selama pertunjukan.
  4. Penguasa permainan musik dan latihan.

Jenis Pertunjukan Musik

Dalam kegiatan pertunjukan atau pagelaran musik, dapat ditempilkan berbagai jenis musik, baik jenis musik tradisional maupun nontradisional.

1. Musik Tradisional

Musik tradisonal adalah jenis musik yang lahir dari budaya suatu daerah. Contoh musik daerah yaitu degung (Sunda), gambang kromong (Betawi), dan gamelan sunda (Jawa Barat).

2. Musik Nontradisional (Modern)

Musik non tradisional disebut juga dengan musik modern, yaitu jenis musik yang digarap secara modern, baik dari segi elemen musikal, peralatan musik yang digunakan, fungsi, maupun bentuk penyajiannya.

Pagelaran musik dapat disajikan dalam bentuk seperti paduan suara atau kor, ansambel musik gitar, ansambel musik tiup, ansambel musik perkusi, atau organ tunggal. Agar suasana tidak monoton dan penonton tidak merasa bosan dapat ditampilkan berbagai lagu yang dibawakan secara berselang-seling.

Nah, itulah informasi lengkap mengenai pengertian pertunjukan musik, tujuan pertunjukan musik, fungsi pertunjukan musik, teknik pertunjukan musik, dan jenis pertunjukan musik. Sekian informasi yang dapat Nyontex bagikan dan semoga bermanfaat.

Contoh Kritik Seni Rupa Lukisan Beserta Gambarnya

Pada dasarnya, kritik sudah sejak lama dilakukan oleh kita sebagai manusia. Dalam keseharian, kita secara sengaja atau tidak sengaja sering melontarkan kata, kalimat, atau bahasa yang bersifat memberikan tanggapan, komentar, dan penilaian terhadap suatu karya apa pun. Mengapa demikian? Hal ini wajar sebab manusia memiliki empat kemampuan sebagai kapasitas mantal, yaitu sebagai berikut.
  1. Kemampuan absorptif : kemampuan mengamati.
  2. Kemampuan retentif : kemampuan mengingat dan mereproduksi.
  3. Kemampuan reasoning : kemampuan menganalisa dan mempertimbangkan.
  4. Kemampuan kreatif : kemampuan berimajinasi, menafsirkan, dan mengemukakan pendapat.
Baca juga: 4 Tahapan Kritik Karya Seni Rupa 
Dengan kemampuan  reasoning dan kreatif, kita selalu tergugah untuk melakukan kritik walaupun bukan atas dasar permintaan atau kesengajaan. Kebiasaan melontarkan kritik kepada karya orang lain merupakan dorongan kritis yang didasari oleh unsur karsa, cipta, dan rasa dalam diri seseorang sebagai manusia. Nah, berikut adalah contoh kritik seni rupa lukisan.

Kritik Terhadap Lukisan Istriku dan Kebun Kecilnya Karya A. Wibowo



A. Deskripsi

Lukisan berujudul Istriku dan Kebun Kecilnya berukuran 1 x 2 m. Lukisan ini terbagi atas latar depan, latar tengah, dan latar belakang. Latar depan ditunjukkan dengan seorang wanita, seekor hewan, dan beberapa bentuk pepohonan. Latar tengah ditunjukkan dengan dua wanta yang duduk di bangku dan di sebelahnya sebuah keranjang, meja antik yang ada bagian atasnya terdapat satu buah keranjang kecil, dan satu buah gelas. Latar belakang ditunjukkan dengan keberadaan tiga wanita.

Dengan demikian, dalam lukisan ini terdapat enam figur wanita dengan beberapa posisi yang sedang melakukan aktivitas. Lukisan ini didominasi dengan warna hijau, biru, dan kuning. Bentuk-bentuk yang tampak, antara lain pepohonan, salur-saluran daun, serta ranting yang berwarna biru, hijau, dan coklat.

B. Analisis Formal

Keberadaan garis dalam lukisan ini pada dasarnya berfungsi sebagai identitas bentuk sehingga bentuknya dapat dikenali. Garis sebagai identitas bentuk, sepertihalnya bentuk-bentuk yang tampak pada wanita, hewan, pohon, daun, bangku panjang, meja, keranjang kecil, gelas, pot bunga, dan sangkar burung.

Bangun (shape) pada lukisan ini terjadi karena dibatasi oleh sebuah garis, juga dibatasi oleh warna yang berbeda atau oleh gelap terang. Hal ini ditunjukkan seperti pada figur istri yang duduk pada bagian latar depan, latar tengah, dan latar belakang.

Adapun warna-warna, seperti hijau, kuning, biru, putih, coklat, hitam, dan sebagainya yang hadir dalam lukisan ini menunjukkan suatu tanda pada bentuk yang membedakan ciri bentuk atau benda satu dengan yang lainnya. Dalam pengorganisasian unsur-unsur seni yang ada, penempatannya menimbulkan kesan seimbang dan harmonis. Pengorganisasiannya menunjukkan keterpaduan secara utuh dan menyatu.

C. Interpretasi

Lukisan ini mengungkapkan suatu pengamatan dari pelukisa secara menyeluruh, artinya menghadirkan keadaan istrinya dengan beberapa aktivitas yang ada dalam kebun kecilnya. Secara keseluruhan lukisan ini menunjukkan nuansa warna sejuk, antara lain warna hijau kekuningan dan warna tanah atau kecokelatan. Penempatan objek istri yang tersebar ke segala bidang tetap seimbang dan harmonis. Tarikan garis yang kuat menampilkan karakter atau kemampuan pelukis dalam mengungkapkannya.

D. Evaluasi

Hasil analisis terlihat wanita sebagai objek utama dalam lukisannya. Pengorganisasian unsur seni seimbang, menyatu, dan harmonis. Adapun komparasi dengan lukisan yang lain (dua penari dan pengantin cucakrawa) memberikan dukungan kuat, baik dari segi teknik, wujud, dan isi. Bertitik tolak dari hasil sintesis dan hasil komparasi lukisan lainnya, lukisan berjudul Istriku dan Kebun Kecilnya menunjukkan makna inovasi ekspresi artistik yang tinggi. Hal ini didukung dengan kemampuan pelukis memadukan antara media, teknik, pengorganisasian struktur rupa dan isi.

4 Tahapan Kritik Karya Seni Rupa Beserta Penjelasannya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ancaman atau tanggapan yang disertai dengan uraian dan pertimbangan yang baik dan buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat dan lain sebagainya. Dalam bidang seni, kritik mengandung suatu penilaian dan penghargaan terhadap suatu karya seni rupa.

Kritik yang disampaikan untuk menilai suatu karya seni hendaknya bersifat objektif atau tidak semata-mata didasarkan pada rasa senang atau tidak senang, suka atau tidak suka. Tapi harus disertai dengan alasan yang mendukung.


Ada beberapa hal penting dalam mengkaji atau menilai karya seni, yaitu berkaitan dengan nilai bentuk dan nilai isi.
  1. Nilai bentuk berkaitan dengan hal indrawi atau nilai artistik, misalnya garis, bentuk, ruang, tekstur, warna, dan nada gelap terang.
  2. Nilai isi berkaitan dengan hal yang sifatnya nonfisik karena berada dalam wujud karya, misalnya komposisi, gagasan, pesan, perlambangan (simbol), tema, gaya, kemampuan teknik, dan bakat perupa dalam mengolah nilai-nilai bentuk.
 Baca juga: Fungsi, Bentuk, dan Jenis Kritik Karya Seni Rupa

Tahapan Kritik Seni Rupa

Berdasarkan beberapa uraian tentang pendekatan dalam kritik seni, dapat dirumuskan tahapan-tahapan kritik secara umum, yaitu sebagai berikut.

1. Deskripsi

Deskripsi adalah tahapan dalam kritik untuk menemukan, mencatat, dan mendeskripsikan segala sesuatu yang dilihat apa adanya dan tidak berusahan melakukan analisis atau mengambil kesimpulan. Agar dapat mendeskripsikan dengan baik, seornag pengkritik harus mengetahui istilah-istilah teknik yang umum digunakan dalam dunia seni rupa. Tanpa pengetahuan tersebut, maka pengkritik akan kesulitan untuk mendeskripsikan fenomena karya yang dilihatnya.

2. Analisis Formal

Analisis formal adalah tahapan dalam kritik karya seni untuk menelusuri sebuah karya seni berdasarkan struktur formal atau unsur-unsur pembentuknya. Pada tahap ini seorang kritikus harus memahami unsur-unsur seni rupa dan prinsip-prinsip penataan atau penempatannya dalam sebuah karya seni.

3. Interpretasi

Interpretasi yaitu tahapan penafsiran makna sebuah karya seni, meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan, dan masalah-masalah yang dikedepankan. Penafsiran ini sangat terbuka sifatnya, dipengaruhi sudut pandang dan wawasan pengkritiknya. Semakin luas wawasan seorang pengkritik biasanya asemakin kaya interpretasi karya yang dikritiknya.

4. Evaluasi (Penilaian)

Apabila tahap pertama sampai ketiga merupakan tahapan umum digunakan dalam apresiasi karya seni, tahap keempat atau tahap evaluasi merupakan tahapan yang menjadi ciri dari kritik karya seni. Evaluasi atau penilaian adalah tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas suatu karya seni bila dibandingkan dengan karya seni lain yang sejenis. Perbandingan dilakukan terhadap berbagai aspek yang terkait dengan karya tersebut, baik aspek formal maupun aspek konteks.'

Menilai Secara Kritis Karya Seni Rupa

Mengevaluasi atau menilai secara kritis dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
  1. Mengaitkan sebanyak-banyaknya karya yang dinilai dengan karya yang sejenis.
  2. Menetapkan tujuan atau fungsi karya yang ditelaah.
  3. Menetapkan sejauh mana karya yang ditetapkan menyimpang dari yang telah ada sebelumnya.
  4. Menelaah karya yang dimaksud dari segi kebutuhan khusus dan segi pandang tertentu yang melatarbelakanginya.

Nah, itulah tahapan-tahapan kritik dalam karya seni rupa, mulai dari deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi atau penilaian, beserta menilai secara kritis karya seni rupa. Sekian informasi yang dapat nyontex.com bagikan dan semoga bermanfaat.

Fungsi, Bentuk, dan Jenis Kritik Karya Seni Rupa

Kritik Karya Seni Rupa adalah penilaian atau penghargaan terhadap karya-karya seni rupa, seperti lukisan, gambar, patung, atau grafik melalui proses analisis dan interpretasi terhadap sebuah karya. Dalam kritik karya seni rupa terdapat beberapa unsur di dalamnya, yaitu fungsi, bentuk dan jenis kritik karya seni rupa.


Fungsi Kritik Karya Seni Rupa

Fungsi kritik karya seni rupa dapat dijelaskan sebagai berikut.
  1. Menjembatani persepsi dan apresiasi dan estetika karya seni rupa, antara pencipta (perupa), karya, dan penikmat seni. Komunikasi antara karya seni yang disajikan kepada penikmat (publik) seni membuahkan interaksi timbal balik antarkeduanya.
  2. Mendeteksi kelemahan, mengupas kedalam, serta membangun kekurangan bagi perupa pada karya seninya.
  3. Membantu memahami karya, serta meningkatkan wawasan dan pengetahuannya terhadap karya seni yang berkualitas bagi penikmat seni.
 Baca juga: Pengertian Kritik Karya Seni Rupa

Jenis Kritik Karya Seni Rupa

Kritik seni beradasarkan tujuan dan kualitasnya mempunyai empat tipe kritik seni. Secara teori tupi-tipe tersebut merujuk kepada siapa yang menggunakan kritik.

1. Kritik Populer

Kritik populer adalah jenis kritik seni yang ditujukan untuk konsumsi massa atau umum. Tanggapan yang disampaikan melalui kritik jenis ini biasanya bersifat umum saja, lebih kepada pengenalan atau publikasi sebuah karya. Dalam tulisan kritik populer, umumnya digunakan gaya bahasa dan istilah-istilah sederhana yang mudah dipahami oleh orang awam.

2. Kritik Jurnalistik

Kritik jurnalistik adalah jenis kritik seni yang hasil tanggapan atau penilaiannya disampaikan secara terbuka kepada publik melalui media massa, khususnya surat kabar. Kritik ini hampir sama dengan kritik populer, tetapi ulasannya lebih dalam dan tajam. Kritik jurnalistik sangat cepat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas dari sebuah karya seni, terutama karena sifat dari media massa dalam mengomunikasikan hasil tanggapannya.

3. Kritik Keilmuan (Ilmiah)

Kritik keilmuan merupakan jenis kritik yang bersifat akademis dengan wawasan pengetahuan, kemampuan, dan kepekaan yang tinggi untuk menilai atau menanggapi sebuah karya seni. Kritik jenis ini umumnya disampaikan oleh seorang kritikus yang sudah teruji kepakarannya dalam bidang seni, atau kegiatan kritik yang disampaikan mengikuti kaidah-kaidah atau metodologi kritik secara  akademis. Hasil tanggapan melalui kritik keilmuan sering dijadikan referensi bagi para kolektor atau kurator institusi seni, seperti museum, galeri, dan balai lelang.

4. Kritik Kependidikan

Kritik kependidikan merupakan kegiatan kritik yang bertujuan mengangkat atau meningkatkan kepekaan artistik serta estetika subjek belajar seni. Jenis kritik ini umumnya digunakan di lembaga-lembaga pendidikan seni terutama untuk meningkatkan kualitas seni yang dihasilkan peserta didiknya. Kritik jenis ini termasuk yang digunakan oleh guru di sekolah umum dalam penyelenggaran mata pelajaran pendidikan seni.

Pemahaman terhadap keempat kritik seni dapat mengantar nalar Anda untuk menentukan pola pikir dalam melakukan seni kritik seni. Setiap tipe mempunyai ciri (kriteria), media (alat: bahasa), cara (metode), sudut pandang, sasaran, dan materi yang tidak sama. Keempat kritik tersebut memiliki fungsi yang menekankan mata pelajaran penddikan seni.

Bentuk Kritik karya Seni Rupa

Selain pembagian tersebut, berdasarkan titik tolak atau landasan yang digunakan dikenal pula beberapa bentuk kritik, yaitu sebagai berikut.

1. Formalitas

Kritik ini lebih pada penilaian aspek-aspek formal, seperti konfigurasi unsur-unsur pembentukannya, prinsip penataannya, serta teknik, bahan, dan media yang digunakan dalam berkarya seni.

2. Ekspresivitas

Kritik ekspresivitas lebih pada penilaian berdasarkan kualitas gagasan dan perasaan yang ingin dikomunikasikan oleh perupa melalui sebuah karya seni. Kegiatan kritik ini umumnya menganggapi kesesuaikan atau keterkaitan antara judul, tema, isi dan visualisasi objek-objek yang ditampilkan dalam sebuah karya.

3. Instrumentalitas

Kritik ini cenderung pada penilaian berdasarkan kemampuannya mencapai tujuan, moral, religius, politik, atau psikologi. Dalam praktiknya, penggunaan jenis kritik seni ini disesuaikan dengan jenis dan tujuan perbuatan karya seni rupa.

Nah, itulah fungsi kritik karya seni rupa, bentuk kritik karya seni rupa, dan jenis kritik karya seni rupa. Demikian artikel yang dapat Nyontex.com bagikan dan semoga bermanfaat.