Hasbunallah Wanikmal Wakil Tulisan Arab dan Artinya

Hasbunallah Wanikmal Wakil - Berdasarkan sejarah agama Islam, kalimat dzikir "hasbunallah wanikmal wakil" merupakan salah satu kalimat dzikir yang sudah ada sejak zaman para nabi, dan diamalkan oleh para nabi dan juga orang-orang sholeh pada zaman itu. Baik mereka ketika mereka mendapat cobaan yang besar maupun fitnah yang cukup berat sekalipun.

Selain memiliki makna yang sangat bagus di dalamnya, bacaan dzikir juga mempunyai kekuatan yang sangat besar melebihi apa pun di dunia ini. Bacaan dzikir merupakan untaian ayat Al-Qur'an yang memiliki makna yang sangat bagus di dalamnya. Dengan mempelajari makna bacaan dzikir akan membuat kita tahu arti, hikmah, makna, keutaman dan kelebihan dari setiap bacaan dzikir. Sehingga kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. serta juga meminta penlindungan hanya kepada-Nya.

Salah satu bacaan dzikir yang di dalamnya terkandung makna yang sangat luar biasa adalah hasbunallah wanikmal wakil. Lalu apa arti dari kalimat tersebut dan apa keutamaannya? berikut penjelasan lengkapnya.

Hasbunallah Wanikmal Wakil Arab dan Artinya

Tulisan Arab latin dari hasbunallah wanikmal wakil yang benar adalah hasbunallah wa ni’mal wakil atau dalam bahasa Arab (حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ) mempunyai arti "cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".

Kalimat tersebut merupakan kalimat yang biasanya digunakan dalam dzikir dengan versi lengkap "hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’mal nashir" yang memiliki arti "cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, dan sebaik-baik penolong kami."

Kalimat tersebut termasuk ke dalam kalimat dzikir sederhana, namun didalamnya terkandung makna yang sangat luar biasa. Kalimat dzikir tersebut menandakan bahwa seorang hamba hanya pasrah kepada Allah Swt, dan menjadikan-Nya tempat bersandar.


Kalimat tersebut terdapat dalam firman Allah Swt. sebagai berikut.

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Latin: Allażīna qāla lahumun-nāsu innan-nāsa qad jama'ụ lakum fakhsyauhum fa zādahum īmānaw wa qālụ ḥasbunallāhu wa ni'mal-wakīl

Artinya: (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". (QS. Ali ‘Imron: 173)

Tafsir Surat Ali 'Imron Ayat 173

Orang-orang yang mendapat pahala besar adalah orang-orang yang menaati Allah dan Rasul. Mereka memenuhi perintah Allah untuk berjuang yang ketika ada sekelompok orang-orang munafik yang loyal kepada kaum musyrikin mengatakan kepadanya dengan nada mengejek dan meniupkan rasa ketakutan terhadap orang-orang mukmin, "Orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu dengan jumlah pasukan yang lebih besar dan persiapan lebih matang, karena itu takutlah kepada mereka." Ternyata ucapan mereka itu tidak membuat orang-orang mukmin gentar dan takut, justru menambah kuat iman mereka dan mereka menjawab dengan teguh dan mantap, "Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dalam melawan setiap musuh dan Dia sebaik-baik pelindung yang selalu melindungi dari setiap penyerang, dan membela dari setiap penyerbu, karena kami adalah tentara Allah." (Tafsir oleh Kementrian Agama Indonesia)

Hadist Tentang Hasbunallah Wa Ni’mal Wakiil

Kata sahabat Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau ingin dilempar di api. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat,

إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Artinya: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563)

Baca: Inna Ma'al Usri Yusro Tulisan Arab dan Artinya

Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir berkata bahwa maksud “hasbunallah” adalah Allah-lah yang mencukupi segala urusan mereka. Sedangkan “al wakiil“, kata Al Faro’ memiliki arti orang yang mencukupi. Begitu pula kata Ibnul Qosim. Sedangkan Ibnu Qutaibah berkata bahwa makna “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab (yang menjamin). Al Khottobi berkata bahwa “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab memberi rizki dan berbagai maslahat bagi hamba.

Referensi: 
https://tafsirweb.com/1305-surat-ali-imran-ayat-173.html
https://muslim.or.id/7790-hasbunallah-wa-nimal-wakiil.html

Al-Mu'min Artinya (Yang Maha Pemberi Rasa Aman) Asmaul Husna

Secara bahasa, Al-Mu'min (المؤمن) berasal dari kata amina berarti pembenaran, ketenagan hati, dan aman. Kehidupan di dunia ini penuh dengan berbagai permasalahan, tantangan, dan cobaan. Kita sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah Swt. tidak perlu khawatir untuk menghadapi segala cobaan di dunia ini karena Allah Swt. mempunyai Al-Mu'min.

Dengan percaya bahwa Allah Maha Pemberi Rasa Aman, niscaya hati kita akan terhindar dari rasa gelisah, takut, dan juga cemas.

Allah Swt. adalah Zat Yang Maha Pemberi Rasa Aman. Ketika kita menyeru dan berdoa kepada Allah Swt. dengan nama-Nya Al-Mu'min, berarti kita memohon diberikan keamanan, dihindarkan dari fitnah, bencana, dan siksa. Karena Dialah Yang Maha Memberi Keamanan, Dia Yang Maha Pengaman.


Dalam nama Al-Mu'min terdapat kekuatan yang dahsyat dan luar biasa. Di situ ada pertolongan dan perlindungan, ada jaminan (insurance), serta ada bala bantuan. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini!

Q.S. Al-Hasyr Ayat 23


هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Latin: Huwallahullazi la ilaha illa huw, al-malikul-quddusus-salamul-mu'minul-muhaiminul-azizul-jabbarul-mutakabbir, sub-hanallahi 'amma yusyrikun

Artinya: "Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (Q.S. Al-Hasyr, 59:23) 

Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat 23

Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia, tidak ada Tuhan yang berhak diibadati selain Dia. Maharaja, Yang kekuasaan-Nya tak terbatas; Yang Mahasuci dari segala bentuk kekurangan; Yang Mahasejahtera, Yang menjadi sumber kedamaian yang didambakan manusia; Yang Menjaga Keamanan, Yang Pengayoman-Nya lengkap, sempurna, dan menyeluruh. Pemelihara Keselamatan manusia, terutama di akhirat; Yang Mahaperkasa mencabut kekuasaan para penguasa dunia; Yang Mahakuasa menghentikan paksa ambisi para pecandu kekuasaan. Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan, karena Allah berbeda dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya. (Tafsir oleh Kementrian Agama)

Q.S. Al-An'am Ayat 82


الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Latin: Allazina amanu wa lam yalbisu imanahum bizulmin ula ika lahumul-amnu wa hum muhtadun

Artinya: "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Q.S. Al-An'am, 6:82)

Tafsir Surat Al-An'am Ayat 82

Karena sama sekali tidak ada jawaban dari kaum Nabi Ibrahim yang durhaka tersebut, akhirnya Nabi Ibrahim sendiri menegaskan sebuah prinsip penting bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, yakni syirik (Lihat: Surah Luqma n/31: 13), mereka itulah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka adalah orang-orang yang mendapat rasa aman dari Allah yang mereka sembah, dan mereka mendapat petunjuk secara sempurna. (Tafsir oleh Kementrian Agama)


Referensi:
https://tafsirweb.com/2206-surat-al-anam-ayat-82.html
https://tafsirweb.com/10821-surat-al-hasyr-ayat-23.html

Al-Karim Artinya (Yang Maha Mulia) Dalam Asmaul Husna

Arti Al-Karim Dalam Asmaul Husna - Secara bahasa, Al-Karim (الْكَرِيْمُ) berarti Yang Maha Mulia, Yang Maha Dermawan atau Yang Maha Pemurah. Secara istilah, Al-Karim berarti Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah yang memberi anugerah atau rezeki kepada semua makhluk-Nya. Dapat juga diartikan sebagai zat yang banyak memiliki kebaikan, Maha Pemurah, pemberi nikmat dan keutamaan, baik ketika diminta maupun tidak.

Baca: 99 Asmaul Husna Latin dan Artinya Lengkap

Al-Karim juga berarti Maha Pemberi, karena Allah Swt. senantiasa memberikan segala sesuatu yang diperlukan makhluk hidup di muka bumi ini. Oleh karena itu, manusia tidak boleh sombong dengan apa yang dimilikinya karena semua itu adalah pemberian Allah Swt.

Al-Karim juga dimaknai Yang Maha Pemberi Maaf. Allah Swt. senantiasa memaafkan dosa para hamba yang lalai dalam menunaikan kewajiban kepada Allah Swt. kemudian ia bertobat. Allah Maha Pengampun, Dia akan mengampuni dosa hamba-hamba-Nya jika mau bertaubat.


Al-Karim terdapat dalam Al-Qur'an yaitu sebagai berikut.

Dalam Q.S. An-Naml, 27:40


قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

Arab Latin: Qālallażī 'indahụ 'ilmum minal-kitābi ana ātīka bihī qabla ay yartadda ilaika ṭarfuk, fa lammā ra`āhu mustaqirran 'indahụ qāla hāżā min faḍli rabbī, liyabluwanī a asykuru am akfur, wa man syakara fa innamā yasykuru linafsih, wa mang kafara fa inna rabbī ganiyyung karīm

Artinya: "Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

Tafsir Surat An-Naml Ayat 40

Nabi Sulaiman rupanya menginginkan lebih cepat dari itu, lalu tampillah seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab, yaitu kitab-kitab sebelum Nabi Sulaiman seperti kitab Taurat dan Zabur, menawarkan dirinya dan berkata, Wahai Sulaiman! Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip, setelah memandangi sesuatu benda yang jauh dengan mata yang terbelalak.

Maka ketika dia, Sulaiman, melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata dengan hati penuh syukur, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya.

Baca: Al-Mu'min Artinya (Yang Maha Pemberi Rasa Aman) Asmaul Husna

Barangsiapa bersyukur,dengan hatinya melalui pengakuan yang tulus, atau lisan-nya melalui ungkapan tahmid, tasbih atau lainnya atau melalui anggota tubuh yang lainnya dengan menggunakan kenikmatan itu untuk mencari rida Allah, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri, karena Allah akan menambahkan banyak lagi kenikmatan kepadanya dan barangsiapa ingkar terhadap nikmat-Nya seperti menganggap nikmat yang diperolehnya karena jerih payahnya saja atau menggunakannya untuk kemaksiatan, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, tidak membutuhkan apa pun, bahkan sebaliknya semua makhluk membutuhkan-Nya, serta Mahamulia tidak pernah melakukan sesuatu yang tak terpuji."

Tafsir oleh Kementrian Agama (Kemenag)


Dalam Q.S. Al-Infitar, 82:6


يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

Latin: Yā ayyuhal-insānu mā garraka birabbikal-karīm

Artinya: "Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah."

Tafsir Surat Al-Infitar Ayat 6

Malaikat menyeru penuh heran, “Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu sehingga berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia, padahal Dialah yang telah menciptakanmu, memeliharamu, mendidikmu, dan menjadikanmu makhluk terbaik?”

Tafsir oleh Kementrian Agama (Kemenag)

Referensi:
https://tafsirweb.com/6904-surat-an-naml-ayat-40.html
https://tafsirweb.com/12220-surat-al-infitar-ayat-6.html

Yaumul Milad Artinya? Ucapan Ketika Ulang Tahun

Setiap manusia yang lahir di dunia ini pastinya memiliki hari kelahiran yang banyak diperingati dengan hari ulang tahun. Hhari ulang tahun merupakan sebuah hari yang istimewa, karena merupakan hari kelahiran dan menjadi hari dimana bertambahnya umur. Oleh karena itu kita harus memaknai hari kelahiran dengan sebuah sebuah kebaikan.

Umumnya hari ulang tahun adalah sebuah hari yang tanggalnya hanya diketahui oleh kita, keluarga dan Allah Swt. Namun, ada beberapa situasi yang menyebabkan hari ulang tahun kita diketahui oleh orang lain, terutama teman. Karena pada dasarnya teman ingin sekali mengucapkan ulang tahun kepada sahabatnya.

Oleh karena itu, jika ada seseorang yang berulang tahun, teman adalah orang pertama yang mengucapkan selamat. Dalam Islam diperbolehkan mengucapkan selamat ulang tahun, tapi tidak boleh merayakannya dengan berlebihan, seperti dengan kue ulang tahun dan sebaginya.


Seperti halnya remaja pada umumnya, remaja Islam juga sering mengucapkan selamat ulang tahun, tapi sedikit berbeda, yaitu menggunakan "Yaumul Milad" atau juga "Selama Milad". Lalu apa arti dari kalimat tersebut, berikut informasinya.

Arti Yaumul Milad

Yaumul milad adalah kalimat yang berasal dari bahasa Arab (يوم ملاد) yang memiliki arti "selamat hari kelahiran". Kalimat "yaumul milad" terdiri dari dua kata, yaitu 'Yaum' (يوم) dalam bahasa Indonesia artinya 'hari' dan kata 'Milad' (ملاد) dalam bahasa Indonesia artinya kelahiran. Contohnya Milad Muhammadiyah, yaitu hari kelahiran Muhammadiyah.

Oleh karena itu banyak orang mengucapkan "yaumul milad" atau "selamat milad" kepada orang yang sedang berulang tahun, karena memiliki arti "selamat hari kelahiran". Ucapan milad biasanya akan diikuti dengan ucapan 'Barakallahu Fii umrik' yang memiliki arti 'semoga Allah memberi berkah atas umurmu'.

Baca: Doa selamatan ulang tahun dalam agama Islam

Pengertian Yaumul Milad

Yaumul berasal dari kata Yaum (يوم) yang memiliki arti "hari". Dalam bahasa Arab, kata "Yaum" secara bahasa adalah kadar waktu yang ditentukan dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. Jamak dari kata "Yaum" sendiri adalah "Ayyam" yang memiliki arti "hari-hari". Kata "Yaum" juga merupakan isim (kata benda), mengikuti pola kata (wazan) fa'lun (فعل).

Dalam imu shafy, kata "Yaum" termasuk dalam kategori "Ajwaf", yaotu semua kata yang terdiri dari tiga hurug, dan pada bagian huruf tengahnya adalah salah satu huruf dari huruf-huruf mad tabi'ie.

Sedangkan kata Milad (ملاد) dalam bahasa Indonesia artinya kelahiran. Kata milad dalam dalam bahasa Arab merupakan isim masdar atau kata dasar yang tergolong dalam kategori mistal.

Dalam ilmu Nahwu, Yumul Milad merupakan bentuk idhofah atau penyandaran, sedangkan dalam istilah bahasa Inggri (grammar) idhofah adalah possessive noun. Milad yang disandarkan pada kata "Yaum" yang menjadi kata keterangan yang menjelaskan kata yang menjadi sandarannya, jika hanya kata yaum saja tidak akan menjadi hal yang dipahami, tetapi dengan tambahan kata Milad, akan memberi keterangan bahwa itu adalah hari kelahiran
.
Jadi, intinya kata atau kalimat "Yaumul Milad" adalah kata yang sering diucapkan oleh orang ketika ada orang yang ulang tahun dalam agam Islam, karena artinya selamat hari kelahiran. Sekian dan semoga bermanfaat.

Referensi:
https://brainly.co.id/tugas/2638604

Hamasah Artinya? Kata Penyemangat Keep Hamasah

Pernahkah Anda mendengar kata yang asing ditelinga, dengan bahasa yang bukan dari bahasa Indonesia. Pastinya pernah? Pasalnya Indonesia merupakan negara dengan berbagai bahasa di dalamnya. Umumnya kata atau kalimat yang asing ditelinga kita berasal dari bahasa Arab, karena Indonesia adalah negara dengan umat Islam (muslim) terbesar di dunia.

Cukup banyak kata atau kalimat dalam bahasa Arab yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Umumnya kalimat yang diambil dari bahasa Arab tersebut adalah kalimat yang di dalamnya terkandung makna yang sangat baik. Salah satu diantaranya adalah kalimat inna ma'al usri yusra yang memiliki arti "sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan".

Kalimat dalam bahasa Arab yang terdapat makna yang sangat bagus di dalamnya, biasanya berupa kalimat motivasi atau kalimat penyemangat. Salah satu diantaranya adalah kata hamasah, lalu apa arti dari kata hamasah? berikut informasi lengkapnya.

Arti dari Kata Hamasah?

Hamasah merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab (حَمَاسَة) yang memiliki arti semangat. Selain semangat kata "hamasah" juga memiliki arti lain, yaitu gelora, ketekunan, gairah, keinginan, minat kuat, ambisi dan hasrat. Tapi umumnya kata hamasah memiliki arti semangat. Beberapa orang biasanya mengatakan "Keep Hamasah" yang memiliki arti tetap semangat.

Seperti halnya kata dalam bahasa Arab lainnya, kata hamasah juga memiliki makna. Makna dari kata ini adalah memberi harapan berupa motivasi agar tetap semangat dalam menjalani hidup, mengapai cita-cita serta menghadapi berbagai rintangan yang ada dalam kehidupan. Oleh karena itu banyak orang, terutama muslim yang mengatakan "keep hamasah" sebagai bentuk kata motivasi untuk orang lain.


Dengan kata lain kata hamasah adalah kata semangat dalam bahasa Arab. Semangat pada dasarnya berhubungan dengan perasaan dna juga tindakan. Semangat adalah keadaan pikiran ketika batin bergerak untuk melakukan suatu tindakan, baik itu satu atau banyak tindakan. Jadi, semangat atau hamasah memiliki fungsi utama sebagai penggerak batin untuk bertindak.

Berdasarkan penjabaran diatas, maka yang dimaksud dengan hamasah adalah kata untuk tetap semangat, dengan tujuan untuk mendorong batin seseorang supaya bertindak dan juga memberikan motivasi semangat kepada orang lain. Karena pada dasarnya setiap orang membutuhkan semangat dan tanpa semangat hidup tidak ada artinya.

Karena semangat merupakan pemicu dari harapan untuk terus bertahan hidup, dan tetap hidup. Semangat menjadi modal yang paling utama dalam mencapai suatu tujuan dan cita-cita. Semangat memberikan kekuatan dan sembuh dari keterpurukan. Dengan semangat kita bisa menjalani hidup dengan langkah yang positif, dan juga akan membawa dampak bagi keberhasilan untuk kedepannya.

Mempertahankan Semangat

Semangat itu pada dasarnya bersifat angin-anginan, terkadang ada dan muncul dari dalam diri kita dan juga kadang pergi berulang kali. Semangat bisa datang dari mana saja, tidak terkecuali dari orang lain yang memberikan semangat kepada kita, contohnya keep hamasah. Namun pengaruh semangat yang paling besar berasal dari dalam diri kita sendiri.

Diperlukan tekad yang kuat untuk mempertahankan semangat. Jika sekarang kita merasa tidak memiliki semangat sama sekali, kita harus mengingat-ingat satu kondisi dan situasi dimana semangat itu sedang pergi, dengan kata lain ketika kita sedang tidak bersemangat. Maksudnya adalah agar anda bisa merasakan apa saja perbedaannya, kemudian mempertahankan eksistensinya dan juga menambah kekuatan dari semangat itu sendiri.

Baca: Astaghfirullah Wa Atubu Ilaih Tulisan Arab dan Artinya

Mempertahankan semangat bisa dilakukan dengan memiliki tekad terlebih dahulu. Tekad yang hkuat untuk mempertahankan semangat itu sendiri, lalu mengarahkannya agar bisa memberikan hasil yang produktif dan juga membuat kita senang. Mengapa demikian? Sebab, apabila semangat itu tidak menghasilkan sesuatu yang menyenangkan pada diri kita sendiri, nantinya semangat tersebut hanya bersifat biasa-biasa saja dan tidak mendapatkan tekad yang kuat untuk meraih tujuan dan keberhasilan. Jadi, keep hamasah.

Inna Ma'al Usri Yusro Tulisan Arab dan Artinya

Inna Ma'al Usri Yusro - Ketika seseorang mengalami sebuah musibah, banyak teman, saudara, bahkan orang lain mencoba menenangkan kita dengan memberikan semangat dan motivasi supaya tetap kuat dan tegar dalam menghadapi sebuah musibah. Untuk sebagian muslim tertentu, tidak jarang mengutip ayat Al-Qur'an sebagai motivasi untuk teman yang sedang menghadapi kesulitan atau musibah. Biasanya ayat yang ada dalam Al-Qur'an yang dikutip tersebut memiliki arti yang sangat bagus dan memiliki kaitannya dengan masalah yang dihadapi.

Salah satu contoh kalimat yang cukup bagus adalah alhamdulillah ala kulli hal (الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ) yang memiliki arti "segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan". Kalimat tersebut merupakan kalimat yang diucapkan dalam keadaan terakhir (tingkatan tinggi) dalam menghadapi suatu musibah, yaitu seseorang malah mensyukuri musibah yang menimpa dirinya.

Selain itu ada juga kalimat lain dalam bahasa Arab yang memiliki makna atau nilai yang cukup bagus di dalamnya, yaitu Inna Ma'al Usri Yusro. Kalimat tersebut bisa diadikan rujukan untuk menghibur orang yang sedang kesusahan setelah setelah ucapan Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilayhi Rooji’uun. Nah, lalu apa arti dari kalimat Inna Ma'al Usri Yusro? Berikut arti dan penjelasannya.

Inna Ma'al Usri Yusro Arab dan Artinya

inna ma'al usri yusra (فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا) dalam bahasa Arab mempunyai arti "Karena sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan". Kalimat tersebut merupakan salah satu ayat dari potongan surah Al-Insyira atau juga biasa disebut dengan surat Alam-Nasyrah, karena ayat pertama berbunyi Alam nasyrah laka shadrak.


Kalimat "Inna Ma'al Usri Yusro" dalam surat Al-Insyira terdapat dua, yaitu terdapat pada ayat 5 dan juga 6 yang berbunyi "Fa-inna ma'al 'usri yusran" dan juga "Inna ma'al 'usri yusran" dengan arti yang sama, yaitu sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Kalimat ini banyak digunakan oleh sebagai umat muslim sebagai motivasi untuk diri sendiri.

Kalimat tersebut sangat baik digunakan untuk memotivasi diri sendiri atau orang lain dalam menghadapi kesulitan atau masalah, karena sesungguhnya dibalik suatu kesulitan pasti ada kemudahan didalamnya sebagai solusi. Kalimat tersebut bisa memberi dukungan dan penyemangat bagi orang-orang yang terkena kesulitan dalam suatu hal.

Ada makna atau nilai positif dalam kalimat "Inna Ma'al Usri Yusro", karena akan membuat seseorang bisa melewati masa-masa sulitnya. Dalam kondisi kesulitan, ada kemudahan dan kreativitas didalamnya. Selalu yakini bahwa ada kemudahan dalam setiap kesulitan. Kemudahan tidak datang setelah kesulitan. Kesulitan tidak diganti dengan kemudahan, melainkan datang bergandengan tangan. Jadi, kita tidak tahu siapa yang berada di sebelah kanan dan juga disebelah kiri.

Inna Ma'al Usri Yusro dalam Surat Al-Insyira

Seperti yang sudah kita tahu bahwa Surah Al-insyira merupakan surah yang ke-94 berdasarkan susunan mushaf dan juga merupakan surah ke-11 sesuai urutan Al-Qur'an. Surat ini terdiri dari 9 ayat, 27 kata dan juga 101 huruf. Kalimat "Inna Ma'al Usri Yusra" terdapat dalam surat Al-Insyira pada ayat 5 dan 6, yaitu sebagai berikut:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Arab-Latin: Fa-inna ma'al 'usri yusran

Artinya: "Karena sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan," – (QS.94:5)

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Arab-Latin: Inna ma'al 'usri yusran

Artinya: "Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan." – (QS.94:6)

Kedua ayat tersebut memiliki arti secara harfiah: "Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu kemudahan(5)" dan "Sesungguhnya bersama kesulitan itu kemudahan(6)"

Tafsir Surat Al-Insyira Ayat 5 dan 6

Ayat [5] Ini merupakan kabar gembira untuk Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu bahwa setiap kali Beliau mendapatkan kesulitan, maka Beliau akan mendapatkan kemudahan setelahnya, dan bahwa betapa pun besar kesusahan yang Beliau alami, maka setelahnya Beliau akan merasakan kemudahan. Oleh karena itu, sebelumnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam merasakan kesulitan dan penderitaan dari orang-orang kafir, selanjutnya Beliau mendapatkan kemudahan dengan diberi-Nya kemenangan atas mereka.

Ayat [6] Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Rasul-Nya, demikian pula kaum mukmin untuk bersyukur kepada-Nya dan mengerjakan kewajiban dari nikmat itu.

Kaifa Haluk Dalam Bahasa Arab, Balasan dan Contohnya

Dalam materi pelajaran bahasa Arab yang umumnya diajarkan pada sekolah-sekolah berbasis agama Islam, seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasal Aliyah (MA), akan diajarkan berbagai percakapan dalam bahasa Arab. Mulai dari kalimat ucapan ahlan wa sahlan yang memliki arti selamat datang, hingga kaifa haluk?

Kalimat kaifa haluk banyak digunakan oleh guru-guru mata pelajaran agama, khususnya bahasa Arab untuk menyapa para muridnya. Lalu apa arti dari kalimat ucapan kaifa haluk yang sering kali di dengar dan diucapkan orang, dan apa saya dhomirnya atau kata gantinya? Berikut penjelasna lengkapnya.

Kaifa Haluk Artinya?

Kaifa Haluk atau dalam bahasa Arab (كيف حالك) memiliki arti "apa kabar? atau bagaimana kabarmu? (untuk satu orang). Kata tersebut bila diucapkan untuk seorang perempuan, maka mendapat tambahan dhomir atau kata ganti "Kaifa Haluki" atau arab (كَيْفَ حَالُكِ) yang memiliki arti "bagaimana kabarmu? (perempuan)".

Sedangkan jika ditujukan untuk laki-laki, maka diubah menjadi "Kaifa Haluka" atau arab (كَيْفَ حَالُكَ) yang memiliki arti "bagaimana kabarmu? (laki-laki)". Dan jika kalimat Kaifa Haluk ditujukan untuk orang banyak maka diubah menjadi "Kaifa Halukum" atau arab (كَيْفَ حَالُكُمْ) yang memiliki arti "bagaimana kabar kalian?".

Kata kaifa haluk juga memiliki dhomir (kata ganti) lainnya yang ditujukan tidak langsung ke orangnya (dia), yaitu Kaifa Haluhu (كَيْفَ حَالُهُ) yang memiliki arti "Bagaimana kabarnya? (untuk laki-laki)" dan Kaifa Haluha (كَيْفَ حَالُهَا) yang memiliki arti "Bagaimana kabarnya? (untuk perempuan)".


Balasan Kaifa Haluk

Karena ucapan kaifa haluk merupakan sebuah pertanyaan? maka yang mendengar perlu mengucapkan balasan atas kata tersebut? Lalu apa jawaban atau balasan dari kaifa kaluk? Balasannya adalah Bikhoirin, walhamdulillah atau (بخير والحمد لله) yang artinya baik, alhamdulillah. Atau juga bisa menjawabnya dengan "Ana Bikhoirin atau (اَنَا بِخَيْرٍ)" yang artinya saya baik-baik saja. Sedangkan jika ditanya Kaifa Halukum, maka menjawabnya "Nahnu Bikhoirin (نَحْنُ بِخَيْرٍ) yang artinya kami baik.

Sedangkan jika ditanya kaifa haluhu (laki-laki), maka menjawabnya "Huwa Bikhoirin (هُوَ بِخَيْرٍ), dan jika ditanya kaifa haluaha (perempuan), maka menjawabnya "Hiya Bikhoirin (هِيَ بِخَيْرٍ)".

Contoh Kalimat Kaifa Haluk dan Dhomirnya (Kata Ganti)

Jika masih bingung dengan penjelasan diatas, berikut contoh kalimat dalam bahasa arab mengenai kaifa haluk beserta artinya.

كَيْفَ حَالُكَ؟
Artinya: "Apa kabar?" Atau "Bagaimana kabarmu?"
كَيْفَ حَالُكَ، يَا اَحْمَدُ؟ اَنَا بِخَيْرٍ
Artinya: "Bagaimana kabarmu, wahai Ahmad? Saya baik"
كَيْفَ حَالُكِ، يَا عَائِشَةُ؟ اَنَا بِخَيْرٍ
Artinya: "Bagaimana kabarmu, wahai Aisyah? Saya baik"
كَيْفَ حَالُكُمْ، يَا تَلَامِيْذُ؟ نَحْنُ بِخَيْرٍ
Artinya: "Bagaimana kabar kalian, wahai para siswa? Kami baik"
كَيْفَ حَالُهُ؟ هُوَ بِخَيْرٍ
Artinya: "Bagaimana kabarnya (laki-laki)? Dia baik"
كَيْفَ حَالُهَا؟ هِيَ بِخَيْرٍ
Artinya: "Bagaimana kabarnya (perempuan)? Dia baik"

Catatan:

Sakal atau Harokat pada kalimat “Kaifa haluk” akan berbeda-besa sesuai subjek yang ditanya.
“haluka” untuk subyek “anta” (kamu laki-laki seorang)
“haluki” untuk subyek “anti” (kamu perempuan seorang)
“haluhu” untuk subyek “huwa” (dia laki-laki seorang)
“haluha” untuk subyek “hiya” (dia perempuan seorang)
“halukum” untuk subyek “antum” (kalian laki-laki jamak)
Nah, itulah penjelasan mengenai kaifa haluk yang memiliki arti apa kabarmu? Beserta kata gantinya. Demikian artikal yang dapat saya bagikan mengenai materi Bahasa Arab dan semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Uswatun Hasanah Artinya? Gelar Yang Ada Pada Rasulullah SAW

Uswatun Hasanah Artinya? Sebagai orang yang beragama Islam, siapa sih yang tidak mengenal sosok manusia yang ummi, dan penbawa pencerah bagi perabadan manusia? Siapa lagi bukan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam. Nabi Muhammad atau Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam merupakan figur yang pantas dipuji oleh siapa pun, karena suri tauladannya yang baik.

Dikatakan memiliki suri tauladan yang baik, sebab beliau memiliki kesempurnaan, baik perilaku, sifat, maupun tutur katanya. Sosok Nabi Muhammad pun selalu mendapat pujian yang tidak lekang oleh zaman, bahkan pada zaman sahabat Nabi hingga sekarang pun masih mengalir.

Kekaguman terhadap kepribadian Nabi Muhammad tidak cuman diapresiasi oleh orang muslim saja, tetapi juga orang-orang Non-Muslim sekalipun. Penulis buku 100 orang paling berpengaruh dalam sejarah, yaitu Michael H. Hart, beliau menobatkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam sebagai sosok di urutan yang pertama dari 100 tokoh manusia yang paling berpengaruh di dunia.

Nah, oleh karena itulah kenapa Nabi Muhammad saw., mendapat gelar "Uswatun Hasanah". Lalu apa arti dari gelar tersebut? Berikut arti dan penjelasannya.

Arti dari Uswatun Hasanah

Kalimat uswatun hasanah atau dalam bahasa أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ memiliki arti "Teladan yang baik". Pengertian lain dari uswatun hasanah adalah kekasih Allah yang dapat dijadikan contoh dan panutan yang baik untuk umatnya. Uswatun hasanah merupakan gelar yang dimiliki oleh Rasulullah Saw. Maksud dari kalimat tersebut adalah bahwa Rasul yang dapat dijadikan suri tauladan yang baik bagi kita semua.

Lalu apa bukti bahwa Rasulullah atau Nabi Muhammad Saw., mempunyai gelar uswatun hasanah? Buktinya terdapat pada firman Allah pada surat Al-Ahzab ayat 21, yang berbunyi:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Latin: Laqad kāna lakum fī rasụlillāhi uswatun ḥasanatul limang kāna yarjullāha wal-yaumal-ākhira wa żakarallāha kaṡīrā

Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."


Dalam ayat tersebut terkandung perintah kepada kita untuk mencontoh dan menteladani Nabi Muhammad saw., dalam berbagai hal seperti kesabaran, usaha bersabar, istiqomah, perjuangan, dan penantian beliau terhadap pertolongan dari Allah SWT. Selain itu dalam diri Rasulullah saw., juga ada suri tauladan yang baik (uswatun hasanah), baik dalam perkataan, perbuatan, dan keadaan diri.

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 21

Sungguh telah ada bagi kalian (wahai orang-orang yang beriman) pada perkataan rosululloh sholallohu alaihi wasallam, perbuatannya dan keadaannya suri tauladan yang baik bagi kalian yang baik untuk kalian teladani. Maka peganglah Sunnahnya, karena Sunnahnya dipegang dan dijalani oleh orang-orang yang berharap kepada Allah dan kehidupan akhirat, memperbanyak mengingat Allah dan beristigfar kepadaNya, serta bersyukur kepadaNya dalam setiap keadaan.

Tafsir Al-Ahzab (33) Ayat 21 oleh Kamenag (Kementrian Agama):

Rasulullah adalah teladan bagi manusia dalam segala hal, termasuk di medan perang. Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu dalam semua ucapan dan perilakunya, baik pada masa damai maupun perang. Namun, keteladan itu hanya berlaku bagi orang yang hanya mengharap rahmat Allah, tidak berharap dunia, dan berharap hari Kiamat sebagai hari pembalasan; dan berlaku pula bagi orang yang banyak mengingat Allah karena dengan begitu seseorang bisa kuat meneladani beliau.

Referensi:
https://quran.kemenag.go.id/index.php/tafsir/1/33/21
https://tafsirweb.com/7633-surat-al-ahzab-ayat-21.html

Bi idznillah (Biidznillah): Tulisan Arab, Artinya dan Pengunaannya

Dalam agama Islam, banyak kalimat yang berasal dari bahasa Arab yang diadaptasikan ke dalam percakapan sehari-hari. Contohnya saja kalimat "Innalillahi Wainnailaihi Roji'un" yang sekarang banyak digunakan oleh orang Indonesia untuk menyatakan duka ketika mendengar ada orang yang meninggal dunia.

Selain itu, masih banyak sekali kalimat dalam bahasa Arab yang digunakan di Indonesia, walaupun itu tidak wajib dan hanya digunakan untuk percakapan saja. Contoh lainnya adalah Alhamdulillah ‘ala Kulli Hal, yang memiliki arti Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan. Kebanyakan kata atau kalimat tersebut banyak digunakan dalam sebuah organisasi yang bersifat kegamaan (islami)

Kalimat yang juga sering digunakan dalam percakapan bernuansa agama adalah Bi idznillah atau Biidznillah. Lalu apa arti dari kalimat tersebut yang berasal dari bahasa Arab dan apa ada di dalam Al-Qur'an? berikut informasinya.

Arti dari Kalimat Bi idznillah

Kalimat Biidznillah atau dalam bahasa Arab (بِإِذْنِ اللَّهِ) memilik arti "Dengan izin Allah" atau "Atas izin Allah". Kalimat tersebut digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang manusia tidak mampu memasukinya atau berkuasa atasnya, namun terjadi menurut pengaturan di luar kehendak manusia.

Kalimat "biidznillah" pada dasarnya berasal dari kata "idznillah" yang jika diterjemahkan memiliki arti izin. Kata izin sendiri dalam bahasa Indonesia memiliki dua pengertian yaitu meminta dan meluluskan. Namun, kalimat bi idznillah lebih condong ke atas kehendak Allah, hampir mirip seperti "In Sya' Allah"

Ucapan "biiznillah" bersifat spesifik dan sangat memperlihatkan pengharapan besar. Sedangkan “Insya Allah” sifatnya lebih umum. Penggunaannya misalnya bisa diterapkan pada, “Jangan lupa ya, nanti malam datang.” Kita bisa menjawab, “Ya, insya Allah.”

Jadi, Pengertian kalimat "biidznillah" lebih mengacu kepada permohonan, meminta pertolongan dan juga bantuan atau upaya dari Allah terhadap makhluknya.


Sehingga kalimat "tidak ada sesuatu terjadi kecuali dengan izin Allah" (illa bi idznillah), kerap kali disalah pahami dengan menafsirkan bahwa segala sesuatu terjadi karena memang sudah bilang dan sudah diridhai Allah (“RADHIYALLAH”).

Padahal bukan begitu Idzni (yang diterjemahkan dengan kata izin), memiliki makna bahwa sebuah kejadian bisa terjadi hanya jika Allah mengizinkan itu terjadi, artinya ini kalimat lampau, dimana tidak ada istilah Allah mengizinkan orang atau syetan mau berbuat buruk, tetapi yang terjadi adalah bahwa Allah melarang niat buruk namun manusianya nekat melakukan sehingga terperosoklah ia ke kobangan atau kedalam awan  keburukan yang digalinya sendiri.

Sehingga dalam hal ini pengertian Idzni nya adalah bahwa Allah tidak ada urusan izin berizin dengan tindakan manusia, tetapi Allah itu menciptakan awan atau alam keburukan sesuai Qadla-Qadar-Taqdir-Nya yang merupakan azab sebagai akibat bagi yang memilih keburukan, sehingga Allah mengizinkan kepada “kekuatan alam keburukan” itu untuk meliputinya / menjaringnya, sehingga dirasakan efeknya oleh orang tersebut atau oleh pelakunya

Contoh Penggunaan Kalimat Biidznillâh 

Dalam kitab suci Al-Qur'an sudah diberikan contoh bagaimana penggunaan kalimat biidznillâh, berikut diantaranya.

Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 97:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Latin: Qul man kaana ‘aduu-wan lijibriila fa-innahu nazzalahu ‘ala qalbika biidznillahi mushaddiqan limaa baina yadaihi wahudan wabusyra lilmu’miniin

Artinya: "Barang siapa yang menjadi musuh bagi Jibril, maka sesungguhnya dialah (Jibril) yang menurunkan (al-Qur’an) ke dalam hatimu (Muhammad) biidznillah (dengan izin Allah), membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman."

Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 97 oleh Quraish Shihab

Sebagian mereka beranggapan bahwa mereka memusuhi dan ingkar terhadap al-Qur'ân karena mereka adalah musuh-musuh Jibrîl yang telah menyampaikan kitab ini kepadamu. Maka katakanlah kepada mereka, wahai Nabi, "Barangsiapa yang menjadi musuh Jibrîl, maka ia adalah musuh Allah. Sebab, Jibrîl tidak membawa kitab ini dari dirinya sendiri, tetapi ia menurunkannya atas perintah Allah untuk membenarkan kitab-kitab samawi yang terdahulu dan juga untuk membenarkan kitab mereka sendiri. Juga sebagai petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman."

Nah, itulah informasi mengenai kalimat Bi idznillah dalam bahasa Arab, artinya dan penggunaannya yang benar. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai salah satu kalimat dalam bahasa Arab dan semoga bermanfaat.

Ma Fi Qalbi Ghairullah Tulisan Arab dan Artinya

Ma Fi Qalbi Ghairullah - Banyak orang mengatakan bahwa cinta itu menyakitkan. Mempertahankan hati itu memang banyak sekali godaannya, memperbaiki diri dan menjaga hati itu adalah sebuah kewajiban, terutama bagi seorang wanita.  Sehingga kita tidak akan pernah merasa sakit hati apalagi patah hati, dan terkadang setan pun mampu mematahkan sebuah benteng yang telah di bangun sedemikian kokohnya, bisa runtuh dalam sekejap.

Tak akan pernah patah hati orang yang menjadikan Allah sebagai cinta pertamanya. Saat cintanya diabaikan oleh seorang manusia, jiwanya selalu bergumam, "Ya.. Allah, asal Engkau mencintaiku, aku tak akan peduli apa pun sikap manusia kepadaku". Sering kali, orang yang memiliki kepasrahan jiwa seperti itu, jiwanya damai, wajahnya bercahaya. Sehingga banyak orang yang berbondong-bondong mendekat dan mencintainya."


Oleh karena itu, ucapkan kalimat berikut agar hati selalu di jaga oleh-Nya "Ma Fii Qalbii Ghairullah", lalu apa arti dari kalimat dari kalimat tersebut? Berikut informasi lengkapnya.

Ma fi qalbi ghairullah Arab dan Artinya

Kalimat Ma Fii Qalbii Ghairullah (ما في قلبي خير الله) dalam bahasa Arab mempunyai arti "Tidak ada di dalam hatiku selain Allah". Kalimat tersebut merupakan sebuah kalimat yang sangat teramat baik, karena kita harus menyakini sepenuh hati bahwa tiada di dalam hati kita kecuali Allah. Terutama bagi seorang muslim atau umat islam, wajib menyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang ada di dalam hati, cinta kepada dan karena Allah Swt.

Memang perlu waktu untuk memahami dan mendalami makna cinta kepada dan karena Allah. Namun ketika kau sudah memahaminya, maka tak kan ada lagi satu cinta manusia pun yang mampu merobek hatimu hingga hancur, sebab cinta karena Allah bukanlah tentang siapa yang kau cintai dan mencintaimu, melainkan tentang seberapa dekat dirimu dengan Sang Pencipta.

Kedekatanmu dengan Allah akan membimbingmu kepada siapa hatimu pantas kau labuhkan. Kedekatanmu dengan Allah pun akan membimbingmu dan kepada siapa hatimu harus kau jauhkan…

Cinta kepada dan karena Allah akan membuatmu mampu melihat dengan kedalaman hati, bahwa cinta manusia yang terbungkus kotak indah dan berpita emas seringkali hanyalah cinta yang hanya akan membuatmu terjebak dalam kebatilan dan mengundang murkaNya.

Cinta kepada dan karena Allah akan membuatmu selalu mampu bersabar dan ikhlas menerima semua ketentuanNya. Dengan kebesaran cinta Allah, kau akan sangat bahagia ketika Allah menganugerahimu seseorang yang tanpa lelah mengajakmu menuju Jannah.

Dengan kebesaran cinta Allah, kau pun akan tetap bahagia jika Allah merenggut seseorang/sesuatu dari sisimu, karena kau paham bahwa Allah seringkali mengosongkan tangan kita hanya agar Allah dapat memberimu seseorang/sesuatu yang jauh lebih baik…

Maka bersyukurlah jika kau sudah memahami semua itu. Lalu ucapkanlah dalam hatimu dengan penuh keyakinan,
“Ma fi qalbi Ghairullah!”
“Ma fi qalbi Ghairullah!”
“Ma fi qalbi Ghairullah!”
Lalu berbahagialah! Karena kau tak kan pernah merugi jika menyandarkan semua cinta dan hidupmu kepada dan karena Allah. In Syaa Allah.

Baca juga: Innallaha Ma'ashobirin Artinya dan Huruf Arab

Dirimu tanpa cinta kekasihmu tetaplah akan menjadi dirimu, sedangkan dirimu tanpa cinta kepada dan karena Allah mungkin hanya akan hancur tanpa sisa.

Referensi:
https://doeniadevi.files.wordpress.com/2014/08/mafiqalbighairullah.jpg
https://syafadotme.wordpress.com/2015/08/11/ma-fii-qalbii-ghairullah-tiada-di-hatiku-melainkan-allah/

Orang Yang Melayani Telekomunikasi di Kapal Laut

Nama atau istilah untuk orang yang melayani telekomunikasi di Kapal adalah Markonis. Markonis kapal mempunyai nama lain Radio Officer atau juga Spark, adalah operator radio atau orang yang mengurusi komunikasi di dalam kapal, serta bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan kapal akan kondisi marabahaya yang terjadi, baik itu yang ditimbulkan dari alam seperti badai, petir, ada kapal tenggelam dan lain sebagainya.

Markonis memiliki tugas untuk melaporkan apa saja yang terjadi selama kegiatan pelayaran kapal,  seperti kapal oleng, kapal bocor, dan lain sebagainya. Sehingga kejadian tersebut dapat diantisipasi dan tidak sampai berakibat fatal, serta tentu akan membuat kapal menjadi aman kembali.


Semua masalah yang terjadi di kapal, markonis bertugas melaporkan kepada nahkoda yang kemudian ditindaklanjuti oleh nahkota jika terjadi gangguan atau masalah selama proses berlayar yang dapat menganggu kenyamanan tiap kru atau anggota yang berada di atas kapal.

Keadaan Markonis Sekarang ini

Namun seorong berjalannya waktu, tugas markonis kini digantikan dengan sebuah alat yang cukup canggih dan modern. Pada awal tahun 1990-an posisi markonis ini terancam dengan adanya peralatan komunikasi yang sangat modern yaitu dengan menggunakan system INMARSAT (International Maritime Satelit) dan GMDSS (Global Maritime Distress Safety System).

Komunikasi dengan menggunakan INMARSAT lebih cepat, tepat dan akurat karena menggunakan sistem satelit pengiriman berita bisa lewat e-mail, ataupun telephone secara langsung. Banyak perusahaan pelayaran tidak mempekerjakan seorang markonis di atas kapal, karena para Mualim dan Kapten juga di perbolehkan mengoperasikan peralatan INMARSAT dan GMDSS dengan ketentuan sertifikasi yang layak untuk menggantikan posisi marconist.

Pemerintah telah memberikan kesempatan kepada para ex markonis / operator radio untuk mengambil ijazah Mualim III / ANT III (Deck Departement), akan tetapi tidak semua ex markonis tersebut dapat mengikuti pendidikan untuk mengambil ijazah ANT III tersebut dengan alasan sebagai berikut :
  • Untuk para operator radio yang sudah lanjut usia.
  • Biaya untuk mengambil ijazah ANT III tersebut sangat mahal.
  • Lama pendidikan di tambah praktek kerja laut.

Kesimpulan: Posisi markonis terancam karena banyak perusahaan menggunakan INMARSAT dan GMDSS guna mengefektifkan kinerja manusia dan demi kemajuan dunia pelayaran. Dan pemerintah menjembatani markonis dengan diprioritaskan untuk mengikuti sertifikasi Mualim III/ANT Deck III dengan syarat dan ketentuan berlaku.


Referensi:
https://brainly.co.id/tugas/17025851
http://ilmupelautpelayaran.blogspot.com/2010/08/anak-buah-kapal-abk-atau-awak-kapal.html