Pengertian Iman Kepada Malaikat, Hukum, dan Dalil

Malaikat adalah makhluk Allah Swt. yang senantiasa taat dan patuh kepada Tuhannya. Keberadaanya di alam ini untuk melaksanakan perintah dan tugas-tugas Allah Swt. dalam mengurus seluruh makhluk Allah Swt. di alam semesta ini.

Pendekatan ini tidak menunjukkan bahwa Allah Swt. membutuhkan atau bergantung kepada malaikat karena Allah Maha Berdiri Sendiri, tidak membutuhkan apa-apa di luar zat-Nya/ Keberadaan Allah Swt. merupakan ujian bagi manusia untuk mengimani hal-hal yang gaib.

Hal itu merupakan rukun iman ke-2. Iman kepada malaikat merupakan suatu kebaikan dan tanda bahwa beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. serta hikmah beriman kepada malaikat.

Pengertian Iman Kepada Malaikat

Secara etimologi, malaikah atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan malaikat adalah bentuk jamak dari malak, berasal dari masdar al-alukah yang artinya ar-risalah (misi atau pesan). Adapun secara terminologi, malaikat adalah makluk gaib yang diciptakan Allah Swt. dari cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu dan senantiasa beribadah kepada Allah Swt.

Hukum Beriman Kepada Malaikat

Beriman kepada malaikat hukumnya fardhu ain. Kita harus beriman kepada malaikat karena merupakan salah satu perintah Allah Swt. yang digariskan dalam ajaran Islam. Hal tersebut ditegaskan Allah Swt. dalam firman-Nya dan hadis Nabi Muhammad saw.

Surat Al-Baqarah Ayat 285


آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". (Q.S. Al-Baqarah, 2: 285)

Surat An-Nisa Ayat 136


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (Q.S. An-Nisa, 4: 136)

Hadis yang Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim



Artinya: Diriwayatkan dari Abu Huraira ra. bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. muncul di tengah orang banyak, lalu beliau didatangi oleh seorang laki-laki. Orang itu bertanya, "Wahai Rasulullah saw., apakah iman itu?" Beliau menjawab, "Iman adalah kamu harus percaya kepada Allah Swt., malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kebangkitan di akhirat nanti". (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Hikmah beriman kepada Malaikat

Dalil tentang Penciptaan Malaikat

Malaikat adalah makhluk Allah Swt. yang diciptakan dari nur atau cahaya, memiliki sayap ada yang dua, tiga, dan empat.

Perhatikan dalil dari Al-Qur'an dan hadis berikut!

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۚ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Terjemah Arti: Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Fatir, 35: 1)

Hadis Rasulullah saw. Yang diriwayatkan oleh Musli


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم خُلِقَتِ المَلٰئِكَةُ مِنْ نُوْرِ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجِ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ اٰدَمَ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

Artinya: Dari aisyah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian." (H.R. Muslim).

Referensi:
https://tafsirweb.com/1051-surat-al-baqarah-ayat-285.html
https://tafsirweb.com/1668-surat-an-nisa-ayat-136.html
https://tafsirweb.com/7867-surat-fatir-ayat-1.html

Ar-Rahman Tulisan Arab dan Artinya Besert Dalil

Ar-Rahman Artinya adalah? Ar-Rahman merupakan salah satu sifat Allah Yang Maha Sempurna yang terdapat dalam asmaul husna. Asmaul husna adalah nama-nama milik Allah Swt. yang baik lagi indah. Asma yang artinya nama dan husna yang artinya baik baik atau indah.

Berdasarkan jumlahnya, asmaul husna masih diberdebatkan oleh beberapa ulama, ada yang berpendapat bahwa jumlah asmaul husna itu ratusan hingga ribuan, dan ada yang berpendapat hanya puluhan saja. Tapi, pendapat terkuat mengenai jumlah asmaul husna adalah 99 nama atau sifat yang wajib di ketahui dan diimani.

Ar-Rahman menjadi salah satu nama asmaul husna yang paling banyak di lafalkan, karena terdapat dalam kalimat basmalah secara lengkap bersama Ar-Rahim yaitu "bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi". Ar-Rahman dalam Al-Qur'an disebut sebanyak 57 kali kesemuanya menujuk kepada sifat Allah".

Ar-Rahman juga mememiliki keutamaan yaitu barangsiapa yang membaca "Ya Rahman" sebanyak 500 kali setiap selesai sholat fardhu (lima waktu), Insya Allah akan mendapatkan ketenangan jiwa, seperti menghilangkan sifat pelupa, sifat gugup dan sifat-sifat lain yang sering menganggu jiwa.

Ar-Rahman Tulisan Arab dan Artinya

Ar-Rahman (arab: الرَّحْمَنُ) dalam asmaul husna memiliki arti Yang Maha Pengasih dan Pemurah. Kata Ar-Rahman berakar dari kata "Rahima" yang artinya menyayangi atau mangasihi, dimana kata tersebut terdiri dari huruf Raa, Haa, dan Mim yang memiliki makna kelemahlembutan, kasih sayang, dan kehalusan.


Ar-Rahman adalah salah satu nama yang terdapat di dalam Asmaul Husna yang mendapat tempat pertama, dan juga terdapat dalam surat pembuka (Al-Fatihah) ayat pertama. Selain itu, Ar-rahman terdapat dalam bacaan basmallah "Bismillahirrahman Nirrahim" yang bila dibaca sebelum beraktifitas kita akan mendapat nikmat yang tiada tara dan juga rezeki yang halal serta nikmat sehat setelah menyebut Nama-Nya.

Dalil Tentang Ar-Rahman

Dalil tentang Ar-Rahman terdapat dalam Surat Surat Al-Isra Ayat 110.

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Artinya: Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".

Referensi:
https://tafsirweb.com/4714-surat-al-isra-ayat-110.html

Al-Muqtadir Artinya (Yang Maha Berkuasa) Asmaul Husna

Al-Muqtadir Artinya? Al-Muqtadir merupakan salah satu nama atau sifat yang terdapat di dalam Asmaul Husna. Asmaul husna berasal dari bahasa Arab yaitu "asma" yang berarti nama dan "husna" yang berarti baik dan indah. Jadi jika digabungkan, asmaul husna adalah nama-nama baik lagi indah milik Allah Swt. Asmaul husna mewakili nama atau sifat milik Allah Swt. Yang Maha Sempurna.

Jumlah nama atau sifat milik Allah Swt. yang ada di asmaul husna jumlahnya masih diperselisihkan oleh beberapa ulama. Ada yang berpendapat jumlah asmaul husna ada ribuan, ada yang ratusan, dan ada yang hanya puluhan saja. Namun, pendapat terkuat bahwa asmaul husna jumlahnya ada 99 nama/sifat yang wajib diketahui.

Dengan demikian, asmaul husna yang wajib diketahui dan diteladai oleh manusia jumlahnya ada 99, dimana dengan mengamalkan asmaul husna akan mendatangkan sejumlah kebaikan, terutama bila dibaca sebelum berdo'a. Nama-nama milik Allah Swt. yang ada di asmaul husna tersebut diambil langsung dari ayat-ayat Al-Qur'an.

Salah satu nama atau sifat Allah Swt. yang ada di asmaul husna adalah Al-Muqtadir. Barangsiapa yang membaca "Ya Muqtadir" sebanyak 336 kali setiap selesai shalat fardhu insya Allah akan dijauhkan dari berbagai macam penyakit batin, seperti sombong, dengki, dendam, dan lain sebagainya.

Al-Muqtadir Tulisan Arab dan Artinya

Al-Muqtadir (bahasa Arab: الْمُقْتَدِرُ) dalam asmaul husna artinya Yang Maha Berkuasa. Melalui nama atau sifat ini, Allah Swt. sebagai pemegang kekuasaan mutlak dan di tangan-Nya segala ketentuan. Allah Swt. berhak menentukan apa pun yang Dia kehendaki, dan tidak ada satu pun di dunia ini yang bisa menghalangi-Nya.


Al-Mutadir berakar dari kata "qadara" yang artinya kuasa atau mampu. Kata Muqtadir memiliki akar kata yang sama dengan Al-Qadir, namun hurufnya lebih banyak. Menurut pakar bahasa, kandungan makna Al-Muqtadir lebih dalam dan kuat bila dibandingkan dengan Al-Qadir. Dengan demikian, Al-Muqtadir tidak hanya sekedar berkuasan, tetapi juga menentukan juga.

Allah memiliki sifat Al-Muqtadir, artinya Allah memiliki kekuasaan penuh secara mutlak dan sempurna. Allah bebas melakukan apapun yang dikehendakinya tanpa ada campur tangan dari makhluk lain. Dia berhak menentukan apapun yang menjadi ketentuan-Nya tanpa ada yang bisa mengubahnya. Segala sesuatu bisa berubah atas kehendak-Nya dan izin-Nya. Tidak aan ada yang terjadi, kecuali dengan ketentuan dan juga kekuasaan-Nya atas segala sesuatu secara mutlak dan sempurna.

Dalil Tentang Al-Muqtadir

Dalil tentang Al-muqtadir terdapat dalam surat Al-Kahfi Ayat 45

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا

Artinya: Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Referensi dalil:
https://tafsirweb.com/4871-surat-al-kahfi-ayat-45.html

Al-Qadir Artinya (Yang Maha Kuasa) Asmaul Husna

Al-Qadir Artinya? Al-Qadir adalah salah satu nama-nama milik Allah Swt. yang terdapat dalam Asmaul Husna. Asmaul husna merupakan nama-nama baik dan indah milik Allah Swt. Setiap nama asmaul husna ini mewakili sifat Allah Swt. Yang Maha Sempurna. Asmaul husna bukan hanya sekedar nama, di dalamnya memiliki sejumlah keutamaan.

Asmaul husna mampu membuka gerbang pengetahuan mengenai Allah Swt. dan penciptaan-Nya. Selain itu asmaul husna juga dapat mendatangkan sejumlah kebaikan apabila dibaca sebelum berdo'a. Nama-nama milik Allah Swt. yang ada di asmaul husna diambil langsung dari ayat-ayat Al-Qur'an.

Mengenai jumlah asmaul husna masih diperselisihkan oleh beberapa ulama. Ada ulama yang menyakini bahwa jumlah asmaul husna ratusan hingga ribuan, dan ada juga yang berpendapat hanya puluhan saja. Namun, pendapat terkuat menyatakan bahwa hanya ada 99 asmaul husna yang wajib diketahui dan diteladani oleh manusia.

Nah, Al-Qadir adalah salah satu nama dari 99 nama yang ada di dalam asmaul husna Allah Swt. yang wajib diketahui dan juga diteladani oleh manusia di dalam kehidupan sehari-hari. Lalu apa arti dari Al-Qadir? berikut informasinya.

Al-Qadir Tulisan Arab dan Artinya

Al-Qadir (bahasa Arab: الْقَادِرُ) dalam asmaul husna berakar dari kata "qadara" yang berarti kuasa atau mampu. Al-Qadir artinya Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mampu, Yang Maha Berkehendak, Yang Maha berupaya, Yang Maha Menentukan, dan lain sebagainya.


Al-Qadir memiliki banyak arti, diantaranya Yang Maha Kuasa, Maha Kuat, bagi-Nya kakuasaan. Hakikat dari kekuasaan sendiri adalah yang berkuatas atas apa yang menjadi kehendak-Nya. Kata Al-Qadir untuk menunjukkan nama Allah Swt. dalam Al-Qur'an di ulang sebanyak 7 kali.

Allah Al-Qadir, artinya Allah Mahakuasa dan mampu melakukan apa yang dikehendakinya. Tidak ada satupun di dalam semesta ini yang bisa menghalangi atau membatasi kekuasaan dan apa yang menjadi kehendak-Nya. Semua akan terjadi sesuai dengan kehendak-Nnya. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dalil Tentang Al-Qadir


 أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ قَادِرٌ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلًا لَا رَيْبَ فِيهِ فَأَبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُورًا

Artinya: Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran. (Q.S. Al-Isra: 99)

Meneladai Al-Qadir

Seorang hamba yang meneladani nama Al-Qadir, akan senantiasa melihat dan menghadirkan kekuasaan Allah Swt. yang mutlak atas segala sesuatu. Daia akan selalu menyakini ketentuan Allah yang terjadi pada setiap makhluk ciptaan-Nya, sehingga imannya menjadi semakin kuat dan tidak mencari pertolongan dan bantuan kecuali hanya kepada ALlah Swt.

Baca juga: Al-Azim artinya (Yang Maha Agung) Asmaul Husna

Kkarena selain Allah adalah lemah, terbatas, dan tidak mampu secara mutlak. Seorang hamba yang meneladani Al-Qadir juga akan menyadari keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya, sehingga ia tidak akan pernah berperilaku sombong dan berbuat zalim dalam setiap kebijakan yang dia ambil, dengan kekuasaan yang Allah berikan kepada-Nya.

Referensi dalil:
https://tafsirweb.com/4703-surat-al-isra-ayat-99.html

Pengertian Hadits adalah, Bentuk, Kedudukan dan Macam Hadis

Pengertian Hadits adalah:

Hadits (hadis) atau juga disebut dengan sunnah berasal dari bahasa Arab (الحديث) yang artinya berbicara, percakapan atau perkataan. Hadis secara istilah adalah segala perkataan, dan ketetapan (taqrir) yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw.
Menurut KBBI, hadis adalah sabda, perbuatan, takrir (ketetapan) Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan atau diceritakan oleh sahabat untuk menjelaskan dan menentukan hukum Islam.
Taqrir Nabi saw. merupakan sikap Nabi saw. membiarkan atau mendiamkan perkataan atau sikap para sahabatnya. Sikap mendiamkan yang dilakukan Rasulullah saw. tersebut menandakan bahwa beliau membenarkan atau menyetujui perkataan atau perbuatan para sahabatnya.

Bentuk Hadits

Hadis Nabi Muhammad saw. dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu sebagai berikut.
  1. Hadis qauliyah, yaitu hadis yang didasarkan pada ucapan Nabi Muhammad saw.
  2. Hadis fi'liyah, yaitu hadis yang didasarkan pada perbuatan Nabi Muhammad saw.
  3. Hadis taqririyah, yaitu hadis yang didasarkan pada persetujuan Nabi Muhammad saw. terhadap perilaku para sahabatnya dalam suatu hukum Allah Swt.

Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Islam yang kedua


Hadis merupakan sumber hukum Islam yang kedua setelah Al-Qur'an sebagai sumber hukum Islam yang pertama. Sebagai sumber hukum yang kedua, hadis menjelaskan hukum-hukum yang belum ada dalam Al-Qur'an karena hukum Al-Qur'an masih bersifat mujmal (global).

Allah Swt. telah mewajibkan kita agar menaati hukum-hukum dan perbuatan-perbuatan yang disampaikan Nabi Muhammad saw. dalam hadisnya. Perhatikan firman Allah Swt. berikut!

 ۚوَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Artinya: "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah." (Q.S. Al-Hasyr, 59:7)

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَنْ تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

Artinya: "Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka." (Q.S. An-Nisa', 4:80)

Pada masa Rasulullah saw. masih hidup hadis tidak boleh ditulis apalagi dibukukan karena dikhawatirkan akan bercampur dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Penulisan dan pembukuan hadis pertama kali baru dilakukan pada masa Dinasti Ummayah yaitu pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz (100 H/718 M). Adapun pembukuan yang lebih baik berikutnya dilaksanakan pada masa pemerintahan Khalifah Al-Manshur (136 H/754 M).
Baca juga: Fungsi Hadits Terhadap Al-Quran

Macam-Macam Hadits

Ditinjau dari segi perawinya hadis dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1. Hadis Mutawatir

Hadis Mutawatir adalah hadis yang dilakukan oleh sekelompok orang (rawi) yang tidak mungkin bersekutu untuk melakukan kebohongan.

2. Hadis Masyhur

Hadis Masyhur adalah hadis yang diriwayatkan oleh dua orang sahabat atau lebih yang tidak mencapai derajat mutawatir, tetapi setelah itu tersebar dan diriwayatkan oleh sekian banyak tabiin sehingga tidak mungkin bersepakat dusta. Contoh hadis jenis ini adalah hadis yang artinya, "Orang Islam adalah orang-orang yang tidak menganggu orang lain dengan lidah dan tangannya." (H.R. Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi).

3. Hadis Ahad

Hadis ahad adalah hadis yang diriwayatkan oleh sekelompok orang yang tidak sampai pada derajat mutawatir. Ditinjau dari segi sanadnya, hadis ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.
  • Hadis sahih (sah, dapat dipakai sebagai landasan hukum), yaitu hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang adil, kuat hafalannya, tajam penelitiannya, sanadnya bersambung kepada Rasulullah saw., tidak tercela, dan tidak bertentangan dengan riwayat orang yang lebih terpercaya. Hadis ini dijadikan sebagai sumber hukum dalam beribadah (hujah).
  • Hadis hasan (baik), dapat sebagai landasan hukum, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang adil, tetapi kurang kuat hafalannya, sanadnya bersambung, tidak cacat, dan tidak bertentangan. Sama seperti hadis sahih, hadis ini dijadikan sebagai landasan mengerjakan amal ibadah.
  • Hadis daif (lemah), tidak boleh dijadikan landasan hukum, yaitu hadis yang tidak memenuhi persyaratan hadis hasan apalagi hadis sahih. Para ulama mengatakan bahwa hadis ini tidak dapat dijadikan sebagai hujah, tetapi dapat dijadikan motivasi dalam beribadah.
  • Hadis maudu, yaitu hadis yang tidak bersumber kepada Rasulullah saw. atau hadis palsu. Dikatakan hadis padahal sama sekali bukan hadis. Hadis ini jelas tidak dapat dijadikan landasan hukum, hadis ini tertolak.
Nah, itulah pengertian mengenai hadits, bentuk hadis, kedudukan hadis, dan macam-macam hadis. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai hadis dan semoga bermanfaat.

Referensi:
https://tafsirweb.com/10805-surat-al-hasyr-ayat-7.html
Referensi: https://tafsirweb.com/1612-surat-an-nisa-ayat-80.html

Tugas dan Wewenang Mahkamah Agung (MA)

Tugas dan Wewenang Mahkamah Agung (MA) - Dalam melaksanakan sistem peradilan di Indonesia dibutuhkan alat kelengkapan peradilan Indonesia meliputi polisi, jaksa, dan hakim. Polisi sebagai salah satu lembaga yang menjalankan fungsi peradilan yaitu sebagai pemelihara kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), penegak hukum, pelindung, serta pelayan masyarakat.

Tugas pokok polisi adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan. Jaksa sebagai pejabat fungsional yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk bertindak sebagai jasa penuntut umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum serta wewenang lain berdasarkan undang-undang.

Adapun tugas hakim sebagai pejabat negara yang menjalankan kekuasaan kehakiman yang diatur dalam undang-undang. Tugasnya adalah menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. Sistem peradilan di Indonesia dilaksanakan oleh lembaga-lembaga peradilan yang ada di Indonesia, salah satunya adalah Mahkamah Agung (MA).

Mahkamah Agung (MA)


Mahkamah Agung adalah pengadilan negara tertinggi dari semua lingkungan peradilan, yang dalam melaksanakan tugasnya terlepas dari pengaruh pemerintah dan pengaruh-pengaruh yang lain (independen)

Susunan Makhamah Agung (MA) terdiri dari Pimpinan, Hakim Anggota, dan Sekretaris MA. Pimpinan MA terdiri dari seorang Ketua, dua Wakil Ketua, dan beberapa orang Ketua Muda, yang kesemuanya paling banyak 60 orang. Adapun, beberapa direktur jendral dan kepalabadan. Hal mengenai MA telah diatur dalam UU No. 5 Tahun 2004.

Tugas dan Wewenang MA (Mahkamah Agung)

Tugas dan wewenang MA dalam lingkungan, yaitu sebagai berikut.
  1. Memeriksa dan memutus permohonan kasasi.
  2. Memeriksa dan memutus sengketa kewenangan mengadili.
  3. Memeriksa dan memutus permohonan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  4. Memeriksa dan memutus permohonan peninjauan kembali pada pertama dan terakhir atas putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  5. MA melakukan pengawasan tertinggi terhadap penyelenggaraan peradilan di semua lingkungan peradilan dalam menjalankan kekuasaan kehakiman.

Nah, itulah 5 tugas dan wewenang dari Mahkamah Agung (MA). Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai jawaban tugas dan wewenang MA dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan, sekian dan semoga bermanfaat.

Al-‘Ahad Artinya (Yang Maha Esa) Asmaul Husna

Al-Ahad artinya adalah? Al-'Ahad merupakan salah satu nama yang terdapat di dalam asmaul husna. Asmaul husna merupakan nama milik Allah Swt. yang baik dan indag yang jumlahnya terdapat 99 nama. Asmaul husna terdiri dari dua kata, yaitu asma yang artinya nama, dan husna yang artinya baik.

Kemudian secara harfiah, sebutan nama-nama Allah ini disesuaikan dengan sifat-sifat Allah Swt. Nama dan sifat Allah ini kemudian menyatu dalam kehebatan Allah Swt. Salah satu nama atau sifat Allah Swt. yang terdapat di dalam asmaul husna dan yang akan kita bahasa kali ini adalah Al Ahad.

Al-Ahad merupakan salah satu nama milik Allah Swt. yang sangat baik. Dibandingkan dengan nama atau sifat Allah yang lain, Al-Ahad mungkin yang paling banyak disebutkan atau dibaca, karena Al-ahad hanya disebutkan dalam satu surat saha, yaitu di dalam Surat Al-Ikhlash.

Al-‘Ahad Tulisan Arab dan Artinya


Al-‘Ahad (arab: اَلاَحَدُ) dalam Asmaul Husna artinya Yang Maha Esa. Maksud dari Al-Ahad adalah bahwa tidak ada tuhan dan sesembahan yang pantas disembah selain Allah Swt. Ini merupakan salah satu inti dari ajaran Islam yang mengajak kepada tauhid.
Al-Ahad adalah salah satu Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang indah yang terpada dalam surah Al Ikhlas ayat 1.
Makna Al-Ahad (Yang Maha Esa) antara lain:
  1. Yang tiada yang menyerupainya, sebagaimana dikatakan oleh Al-Baihaqi.
  2. Yang Maha tunggal, seperti dikatakan oleh Ibnul Atsir.

Selain nama Al-Ahad, terdapat nama Allah lain yang terdapat di dalam asmaul husna dan maknanya berdekatan degan nama Al-Ahad, yaitu al-Wahid yang artinya Yang Satu. Jika Al-Ahad hanya disebutkan pada satu ayat al-Qur'an yaitu dalam Surat Al-Ikhlas Ayat 1, Al-Wahid disbeutkan lebih dari 15 ayat di Al-Qur'an.

Dalil Tentang Al-‘Ahad

Al-Ahad hanya disebutkan satu kali di dalam Al-Qur'an, yaitu pada Surat Al-Ikhlas Ayat 1 berikut.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Latin: Qul huwallāhu aḥad
Artinya: Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa.

Isi Kandungan Surat Al-Ikhlas Ayat 1

Katakanlah (wahai rasul), “Dia lah Allah pemilik tunggal uluhiyah dan rububiyah, nama nama dan sifat sifat, tidak seorangpun yang bersekutu dengan NYA padanya.”

Tafsir Surat Al-Ikhlas Ayat 1

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Yakni: Dia Yang pertama dan Esa, tidak ada tandingan dan pembantu, tidak ada yang setara dan tidak ada yang menyerupai-Nya, dan tidak ada yang sebanding (dengan-Nya). Kata ini tidak digunakan untuk menetapkan pada siapapun selain pada Allâh Subhanahu wa Ta’ala , karena Dia Maha Sempurna dalam seluruh sifat-sifat-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya”. [Tafsir Ibnu Katsir]

Para Ulama penyusun Tafsir al-Muyassar berkata, “Katakanlah wahai Rasul, ‘Dia-lah Allâh Yang Esa dengan ulûhiyah (hak diibadahi), rubûbiyah (mengatur seluruh makhluk), asma’ was shifat (nama-nama dan sifat-sifat-Nya), tidak ada satupun yang menyekutui-Nya dalam perkara-perkara itu”. [Tafsir al-Muyassar, 11/96]


Referensi:
https://tafsirweb.com/13122-surat-al-ikhlas-ayat-1.html
https://almanhaj.or.id/5402-tafsir-surat-alikhlas.html

Al-Qayyum Artinya (Yang Maha Mandiri) Asmaul Husna

Al-Qayyum artinya? Al-Qayyum adalah salah satu nama yang terdapat di dalam asmaul husna. Asmaul husna terdiri dari 2 kata, yaitu asma yang berarti nama dan husna yang berarti baik dan indah. Jadi bila digabungkan, asmaul husna adalah nama-nama baik dan indah yang hanya dimiliki oleh Allah Swt.

Asmaul husna memiliki khasiat yang bisa dirasakan. Sebagai umat islam kita dianjurkan berdoa menggunakan nama-nama Allah yang terdapat di dalam asmaul husna. Setiap nama di asmaul husna memiliki arti dan sifat Allah Swt. yang baik lagi indah.

Dengan membaca, menghafal dan mengetahui artinya secara tidak langsung dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah Swt. Salah satu nama Allah Swt. yang memiliki makna baik lagi indah adalah Al-Qayyum. Lalu apa arti Al-Qayyum? berikut informasinya.

Al-Qayyum Tulisan Arab dan Artinya


Al-Qayyum (arab: الْقَيُّومُ) dalam asmaul husna artinya adalah Yang Maha Mandiri atau Berdiri. Al-Qayyum menunjukkan bahwa Allah berdiri sendiri tanpa bergantung pada siapapun dan apapun, karena Allah yang Maha Berdiri atas diri-Nya sendiri.
Kata Al-Qayyûm berasal dari kata "qawama" yang berarti tegak lurus, berkesinambungan, dan mandiri. Allah Maha Mandiri dalam menciptakan da mengatur seluruh makhluk-Nya. Allah Mahakaya, artinya tidak membutuhkan siapa pun dan justru makhluk-Nya yang membutuhkan-Nya.
Dengan memperkenalkan diri-Nya sebagai Al-Qayyum, Allah ingin menegaskan bahwa Dia-lah yang mengatur segala sesuatu yang menjadi kebutuhan makhluk-Nya secara sempurna dan terus-menerus, tanpa memandang apakah makhluk yang diurus-Nya itu berterima kasih atau tidak. Hal tersebut tidak membuat sedikit pun mengurai Dia Yang Berdiri Sendiri.

Makna Al-Qayyum

Al-Qayyum memiliki dua makna, yaitu sebagai berikut:
  1. Allah mandiri atau berdiri sendiri, dengan sifat kemuliaan-Nya tersebut Dia tidak bergantung pada satu pun makhluk-Nya.
  2. Allah yang mengatur bumi dan langit beserta segala makhluk di dalamnya. Allah tidak butuh pada makhluk, bahkan makhluk yang butuh pada-Nya. (Syarh Asma’ Allah Al-Husna, hlm. 105)

Dalil Tentang Al-Qayyum

Dalil mengenai Al-Qayyum terdapat dalam firman Allah Surat Al-Baqarah Ayat 255 berikut.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Q.S. Al-Baqarah: 255)

Contoh Perilaku Al-Qayyum dalam Kehidupan Sehari-hari

Al-Qayyum menunjukkan bahwa Allah Swt. memberikan pendidikan kepada manusia agar hidup tidak selalu bergantung kepada orang lain. Walaupun manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Akan tetapi, manusia harus hidup mandiri dalam setiap kondisi dan situasi. Berikut beberapa contoh perilaku yang berhubungan dengan Al-Qayyum.
  • Merapikan tempat tidur.
  • Mengembalikan handuk setelah mandi.
  • Menyiapkan seragam dan peralatan sekolah sendiri.
  • Mengambil makanan sendiri dan mencuci piring dan gelas setelah makan.
  • Mencuci sepatu sekolah setiap hari Minggu atau libur.

Nah, itulah arti dari asmaul husna Al-Qayyum beserta makna, dalil, dan contoh perilaku Al-Qayyum dalam kehidupan sehari-hari. Sekian informasi yang dapat saya bagikan mengenai asmaul husna dan semoga bermanfaat.

Referensi:

https://tafsirweb.com/1021-surat-al-baqarah-ayat-255.html
https://rumaysho.com/11777-merenungkan-nama-allah-al-hayyu-al-qayyum.html

Al-Hayyu Artinya (Yang Maha Hidup) Asmaul Husna

Al Hayyu artinya adalah? Al-Hayyu merupakan salah satu nama atau sifat Allah Swt. yang terdapat di dalam asmaul husna. Asmaul husna terdiri dari dua kata yaitu "asma" yang artinya nama dan "husna" yang artinya baik atau indah. Jadi secara harfiah, asmaul husna adalah nama-nama milik Allah Swt. yang baik lagi indah.

Asmaul husna merupakan nama-nama indah ALlah Swt. yang mencerminkan sifat-sifat agung-Nya. Mengenai jumlah Asmaul husna, para ulama memiliki endapat yang berbeda-beda. Ada yang berpendapat bahwa jumlahnya ribuan, ada yang ratusan, dan ada yang hanya puluhan saja. Namun pendapat terkuat mengatakan hanya ada 99 nama saja yang wajib diketahui.

99 nama atau sifat Allah yang ada di dalam asmaul husna semuanya memiliki arti dan makna yang sangat baik serta indah. Sala satu nama yang akan kita bahasa kali ini adalah Al-Hayyu. Berikut arti asmaul husna "Al-Hayyu" beserta dalilnya.

Al-Hayyu Tulisan Arab dan Artinya


Al-Hayyu (arab: الْحَيُّ) dalam asmaul husna artinya adalah Yang Maha Hidup, Maha Kekal, Maka Abadi, tidak mati, tidak mengantuk, dan tidak tidur. Oleh karena itu Allah Swt. tidak sama dengan hidup makhluk ciptaan-Nya, karena hidupnya makhluk dengan nyawa, terbatas, berjisim dan sebagainya.
Kata Al-Hayyu berakar dari kata hayya-yahya-yahaiyyu, yang berarti hidup. Al-Hayyu galibnya diterjemahkan dengan "Maha Hidup" dan "Maha Abadi".
Allah Al-Hayyu, artinya Allah yang Maha Hidup, Kekal, dan Abadi. Dia hidup dengan kesempurnaan dalam Dzat-Nya, sifat-Nya, nama-nama-Nya dan Perbuatan-Nya. Dia-lah yang memiliki kehidupan secara mutlak, tidak bergantung pada siapa pun dan tidak dibatasi apapun, sebagaimana kehidupan makhluk-Nya. Dia-lah segala kehidupan yang hidup di alam semesta ini, semua kehidupan makhluk-Nya tergantung kepada-Nya.

Makna Al-Hayyu

Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani berkata bahwa maksud dari al-hayyu adalah hidup yang sempurna. Di dalam sifat al-hayyu terdapat sifat dzatiyah bagi Allah yaitu al-'ilmu (ilmu), al' izzah (mulia), al-qudrah (kemampuan), al-iradah (keinginan), al-‘azhamah (mulia), al-kibriya' (maha tinggi) dan sifat-sifat dzatiyah yang sangat suci (sakral) lainnya.

Al-Hayyu melazimkan adanya seluruh sifat kamal (kesempurnaan bagi Allah Swt.) yaitu Sifat pendengaran, penglihatan, ilmu, kemampuan, kemuliaan, rahmat, kehendak, ada pada nama Al-Hayyu (Maha Hidup). Dengan menimani "Al-Hayyu" akan membuat hamba memurnikan atau mengikslaskan ibadah hanya kepada Allah Swt. dan tidak berbuat syirik pada-Nya.

Dalil Tentang Al-Hayyu

Dalil mengenai Al-Hayyu terdapat dalam firman Allah Surat Al-Baqarah Ayat 255 berikut.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Referensi:
https://tafsirweb.com/1021-surat-al-baqarah-ayat-255.html
https://rumaysho.com/11777-merenungkan-nama-allah-al-hayyu-al-qayyum.html

Al-Mumit Artinya (Yang Maha Mematikan) Asmaul Hunsa

Al Mumit artinya adalah? Al-Mumit merupakan salah satu nama yang terdapat di dalam asmaul husna. Asmaul husna adalah nama-nama yang baik dan indah dari Allah Swt. yang masing-masing mengandung arti serta makna yang sempurna sesuai dengan sifat-Nya. Asmaul huna di dalamnya terdapat nama-nama yang sangat indah dan diambil langsung dari dalam kitab suci Al-Qur'an.

Jumlah nama-nama yang ada di dalam asmaul husna yang wajib di ketahui berjumlah 99, namun pendapat dari beberapa ulama mengenai jumlah keseluruhan asmaul husna masih berbeda-beda. Ada yang menyakini dan berpendapat bahwa jumlahnya ribuan, ada juga yang berpendapat hanya ratusan atau puluhan saja.

Meskipun begitu, pendapat terkuat menyatakan bahwa dari sekian banyak nama di asmaul husna, hanya 99 nama yang wajib diketahui dan diteladai. Salah satu nama di dalam asmaul husna yang akan kita bahas kali ini adalah Al-Mumit. Apa arti Al-Mumit? berikut penjelasan lengkapnya.

Al-Mumit Tulisan Arab dan Artinya

Al-Mumit "Al Mumiitu" (arab: اَلْمُمِيتُ) dalam asmaul husna artinya adalah Yang Maha Mematikan. Kata Al-Mumit berakar dari kata "maut" yang berarti mati. Dengan memperkenalkan diri-Nya sebagai Al-Mumit, Allah ingin menegaskan bahwa Dia-Lah pemegang kematian bagi seluruh makhluk-makhluk-Nya. Jika Allah Swt. sudah memutuskan kematian bagi seseorang, maka tak ada seorang pun yang mampu menahannya.


Allah Al-Mumit, artinya bahwa Allah Yang Maha Mematikan yang hidup sesuai dengan ketentuan-Nya. Dia-Lah yang Maha menciptakan, menghidupkan, dan mematikan makhluk ciptaan-Nya. Semuanya tunduk pada ketentuan-Nya, dan tidak ada satu pun makhluk yang mampu menghindar dari kematian yang sudah ditentukan oleh Allah Swt. tentukan baginya.

Allah Swt. adalah pemilik dunia beserta segala isinya termasuk makhluk-makhluk yang hidup di langit dan juga di bumi. Allah Maha Berkehendak dan Berkuasa atas semua makhluk tersebut, termasuk menghidupkan serta mematikannya sesuai dengan nama dan sifatnya "Al-Mumit".
Baca juga: Al-Matin Artinya (Yang Maha Kukuh) Asmaul Husna
Dengan demikian, Al Mumit adalah bahwa mudah bagi Allah Swt. untuk mematikan makhluk ciptaan-nya, semudah ia menciptakan dan menghidupkan makhluk-makhluk ciptaan-Nya tersebut. Allah Maha Mematikan dan tidak ada satu pun makluk yang bisa berpaling dari hal tersebut. Allah Swt. berfirman bahwa hanya kepada diri-Nya semua makhluk dikembalikan. (Surat Yunus ayat 56).

Dalil Tentang Al-Mumit

Al-Mumit artinya Allah Maha Mematikan, terdapat dalam firman Allah Surat Al-Hadid Ayat 2 berikut.

لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 28 berikut.

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

Referensi:
https://brainly.co.id/
https://tafsirweb.com/10698-surat-al-hadid-ayat-2.html
https://tafsirweb.com/285-surat-al-baqarah-ayat-28.html

Al-Hakim Artinya (Yang Maha Bijaksana) Asmaul Husna

Al-Hakim Artinya? Al-Hakim merupakan salah satu nama atau sifat milik Allah Swt. yang terdapat di dalam asmaul husna. Asmaul husna. Asmaul husna terdiri dari dua kata, yaitu asma yang berarti nama dan husna yang berarti baik atau indah. Jadi, secara harfiah asmaul husna adalah nama-nama Allah yang baik dan indah sesuai dengan sifat-sifat-Nya.

Nama atau sifat Allah Swt. yang ada di dalam asmaul husna jumlahnya terdapat 99. Masing-masing dari nama tersebut memiliki arti dan makna yang baik lagi indah yang hanya dimiliki oleh Allah Allah Ta'ala. Salah satu nama di dalam asmaul husna yang memiliki arti yang sangat bagus adalah Al-Hakim.

Al-Hakim Tulisan Arab dan Artinya


Al Hakim (arab: الْحَكِيمُ) dalam asmaul husna artinya Yang Maha Bijaksana. Yang dimaksud dengan Al-Hakim adalah bahwa Allah Maha Bijaksana dalam perbuatanNya, PerkataanNya, dan TakdirNya. Maka dia meletakkan sesuatu sesuai dengan tempatnya dengan hikmah dan keadilanNya.
Kata Al-Hakim berakar dari kata "hakama" yang artinya menghalangi. Orang yang memiliki hikmah akan terhalangi untuk berbuat yang tidak bijak. Sedangkan orang yang bijak akan terjalangi dari perbuatan sia-sia.
Al-Hikmah artinya Allah Maha Bijaksana yang memiliki hikmah, menciptakan, mengatur dan menentukan sesuatu hal dengan penuh perhitungan dan juga kebijakan. Dengan hikmahNya, Allah menciptakan seluruh alam semesta ini beserta isinya tanpa sedikitpun yang sia-sia.

Dengan hikmahNya, Allah menciptakan seluruh makhlukNya dengan berbagai macam bentuk, warna, dimensi, dan kehidupan yang beragam.Dengan hikmahNya, manusia diciptakan dengan berbagai keunikan dan karakter masing-masing. Dengan hikmahNya, Allah mengutus para nabi, menurunkan kitab suci, ada yang kafir dan mukmin.

Dan dengan hikmahNya Allah menciptakan surga dan neraka. Semua tersebut berkat kesempurnaan kebijakan Allah Swt. Menurut Al-Qusyairi, kebijaksaan Allah Swt. adalah kebijaksanaan yang arah dan tujuannya tidak diketahui oleh siapa pun.

Makna Al-Hakim

Menurut Syaikh Dr. Shâlih bin Fauzân al-Fauzân (salah satu ulama besar di Saudi Arabia), menjelaskan bahwa Al-Hakim mempunyai dua makna, yaitu sebagai berikut.

Pertama, Allah Swt. adalah Hakim (pembuat dan penentu hukum) bagi seluruh makhluk ciptaannya. Dan hukum Allah Swt. ada dua, yaitu hukum yang bersifat kauni (ketetapan takdir), dan hukum yang bersifat syar'i (ketetapan syariat).

Kedua, Allah Maha Bijaksana, bagus, tepat, dan menyakinkan dalam menetapkan semua hukumnya, baik itu hukum yang bersifat kauni maupun bersifat syar'i. Makna ini diambil dari kata hikmah, yang artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya.

Dalil Tentang Al-Hakim

Al-Hakim sebagai nama Allah dalam Al-Qur'an diulang sebanyak 45 kali. Kebanyakan dirangkai dengan nama Allah Al-Aziz, Al-Alim, Al-Khabir, At-Tawwab, Al-Hamid, Al-Ali dan Al- Wâsi’ (Quraisy Syihab: 220). Al-Hakim terdapat dalam Surat Al-Hadid ayat 1 berikut.

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya: Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al-hadid :1)

Al-Hakim juga terdapat dalam firman Allah Surat Fatir Ayat 2 berikut.

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya: Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Referensi dalil:
https://tafsirweb.com/10697-surat-al-hadid-ayat-1.html
https://tafsirweb.com/7868-surat-fatir-ayat-2.html