Ringkasan Perang Hunain dan Perang Tabuk (Singkat)

Perang Hunain

Perang Hunain adalah pertempuran antara Nabi Muhammad saw. dan pengikutnya melawan kaum Badui dari suku Hawazin dan juga Tsaqif pada tahun 630 M atau 8 H, di sebuah pada salah satu jalan dari Mekkah ke Thaif.

Meskipun Mekah telah ditaklukkan, tidak semua suku Arab bersedia tunduk pada Nabi Muhammad saw. Ada dua suku yang masih melakukan perlawanan terhadap Nabi Muhammad saw., yaitu Bani Saqif di Taif dan Bani Hawazin di antara Mekah dan Taif. Kedua suku ini berkomplot melawan Nabi Muhammad saw. dengan alasan menuntut balas atas berhala-berhala mereka (yang ada di Kakbah) yang dihancurkan Nabi Muhammad saw.

Dengan kakutaan 12.000 pasukan di bawah pimpinan Nabi Muhammad saw., tentara Islam berangkat menuju Hunain. Dalam waktu singkat, Nabi Muhammad saw., dan pasukannya dapat menumpas musuh. Dengan takluknya Bani Saqif dan Bani Hawaxin, seluruh Jazirah Arab di bawah kekuasaan Nabi Muhammad saw.

Perang Tabuk

Perang Tabuk adalah ekspedisi yang dilakukan umat Islam yang dipimpinan oleh Nabi Muhammad saw. pada 630 M atau 9 H, ke Tabuk, yang sekarang terletak di wilayah Arab Saudi barat laut.

Perang Tabuk perang terakhir yang diikuti oleh Nabi Muhammad. Perang ini terjadi karena kecemburuan dan kekhawatiran Heraklius atas keberhasilan Nabi Muhammad saw. menguasai seluruh Jazirah Arab. Untuk itu, Heraklius menyusun kekuatan yang sangat besar di utara Jazirah Arab dan Syiria yang merupakan daerah taklukan Romawi. Dalam pasukan besar ini bergabung Bani Gassan dan Bani Lachmides.

Menghadapi peperangan ini, banyak sekali kaum muslimin yang mendaftar untuk turut berperang. Oleh karena itu, terhimpun pasukan yang sangat besar. Melihat besarnya jumlah tentara Islam, pasukan romawi menjadi ciut nyalinya dan kemudian menarik diri kembali ke negerinya. Nabi Muhammad saw. tidak melakukanpengejaran, tetapi berkemah di Tabuk. Dalam kesempatan ini, Nabi Muhammad saw. membuat perjanjian dengan penduduk setempat. Dengan demikian, wilayah perbatasan itu dapat dikuasasi dan dirangkul masuk dalam barisan Islam.

Perang Khandaq: Sejarah, Pencetus Strategi, dan Hikmah

Perang Ahzab atau Perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal tahun ke-5 H (tahun 627 Masehi) dan bertempat di sekitar kota Madinah, terutama di bagian utara. Perang ini dinamai Perang Khandaq karena kaum muslim membuat pertahanan atau benteng dengan menggali parit (khandaq).

Gambar Parit Perang Khandaq

Pencetus strategi Perang Khandaq atau orang yang mengusulkan untuk menggali parit sebagai benteng pertahanan adalah Salman al-Farisi. Peperangan ini juga diamakan Perang Ahzab karena tentara Quraisy dalam menyerang umat Islam bersekutu (bergabung) dengan golongan lainnya yang ada di sekitar kota Mekah sehingga jumlah tentara gabungan sekitar 10.000 orang. Mereka adalah sebagai berikut.
  1. Tentara Quraisy sebanyak 4.000 orang, ditambah dengan 300 berkuda dan 1.500 tentara berunta yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb.
  2. Tentara Bani Murrah sebanyak 400 orang dipimpin oleh Haris bin Auf.
  3. Tentara Bani Assa sebanyak 400 orang dipimpin oleh Misar bin Rukhliyah.
  4. Tentara Bani Fazarah sebanyak 1.000 orang dipimpin oleh Uyainah bin Hisn.
  5. Tentara Bani Sulaiman sebanyak 700 orang dipimpin oleh Sufyan bin Abdusy Syam.
  6. Tentara Bani Asad sebanyak 1.700 orang dipimpin oleh Tulaihah bin Khuwailid.
Baca Juga: Ringkasan Perang Uhud
Perang ini terjadi karena kaum Quraisy dari kabilah-kabilah Arab lainnya serta kaum Yahudi ingin menumpas agama Islam dan kaum muslim. Sewaktu kaum kafir Quraisy dan sekutunya datang ke Madinah, mereka melihat parit telah menghalanginya. Mereka tidak langsung menyerang karena terhalang oleh parit. Kedua tentara (Islam dan kafir) berdiri berhadapan dan berpanah-panahan beberapa hari lamanya tanpa mencapai hasil. Tentara Islam sebanyak 3.000 orang.

Beberapa tentara Quraisy mencoba menyeberangi parit, tetapi tidak berhasil karena kaum muslim menjaganya dengan kuat dan gigih. Seorang pahlawan Quraisy, Amr bin Abdul Wud berhasil ditewaskan oleh Ali bin Abi Thalib.

Sewaktu kaum muslim mendapat kepungan dari tentara Ahzab, orang Yahudi dari Bani Quraidah mengkhianati perjanjian perdamaian yang telah dibuat dan akan menyerang muslim dari kota Madinah. Sewaktu kaum muslim kebingungan, maka datanglah pertolongan dari Allah Swt. berupa angin.

Dalil Perang Khandaq

Peristiwa Perang Khandaq diterangkn dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 9 berikut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Ahzab, 33: 9)

Angin yang dikirim Allah Swt. itu adalah angin badai yang amat keras. Angin itu telah mengumpulkan periuk-periuk, merobohkan kemah-kemah, serta menyebarkan debu dan pasir ke dalam mata dan kerongkongan mereka. Angin itu bagaikan suatu kekuatan yang dapat menghancurkan dan mematikan mereka yang akhirnya menyebabkan mereka memutuskan untuk melarikan diri dan putus asa.

Setelah semuanya menyerah, lalu diputuskan hukumannya, yaitu laki-laki yang sudah dewasa dibunuh, sedangkan perempuan dan anak kecil menjadi tawanan. Di antara pemimpin yang terbunuh yaitu Ka'bah bin Asad, Huyay bin Akhtab, dan Azzal bin Samuel.

Hikmah Perang Khandaq

Berikut adalah beberapa hikmah yang bisa diambil dari Perang Khandaq.

  • Bagaimana bentuk penghormatan Nabi Muhammad saw.  kepada semua pasukan, dimana beliau memanggil nama mereka satu persatu sebagai bentuk hormat.
  • Optimis yang selalu ditanamkan Rasulullah saw. kepada para sahabat.
  • Pengorbanan para sahabat yaitu ketika rasa lapar dan haus mendera dimana mereka mementingkan keselamatan kaum muslimin
  • Kepemimpinan luar biasa darui Rasulullah saw.

Nah, itulah sejarah singkat mengenai Perang Khandaq beserta pencetus strategi, dalil, dan hikmah yang dapat diambil dari Perang Khandaq. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai perang dalam agama islam dan semoga bermafaat.

Ringkasan Perang Uhud Beserta Penyebab dan Hikmah

Perang Uhud terjadi pada pertengahan syakban tahun ke-3 H (23 Maret 625 M. Perang Uhud adalah perang yang terjadi antara umat Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad saw. dengan kekuatan tentara sebesar 700 orang melawan tentara kafir Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan dengan bala tentara sebanyak 3.000 orang.

Tentara kafir Quraisy terdiri dari orang Quraisy, Arab, Tihamah, Kianah, Bani Haris, Bani al-Haun, dan Bani Mustaliq. Tempat peperangan berada di kaki Gunung Uhud yang terletak di sebelah utara kota Madinah.

Sebab terjadinya peperangan adalah orang kafir Quraisy ingin membalas kekalahan dalam Perang Badar. Dalam perang Uhud ini, awalnya umat Islam mendapat kemenangan yang gemilang, tetapi akhirnya umat Islam mendapat kekalahan, bahkan Nabi Muhammad saw. mengalami luka-luka.


Dalam Perang ini, awalnya tentara Islam dapat menghalangi tentara kafir Quraisy sehingga mereka banyak yang meninggalkan harta benda. Akan tetapi, sewaktu tentara panah islam melihat tentara musuh hampir kalah dan banyak meninggalkan harta benda, mereka lupa akan pesan Nabi Muhammad saw. agar mereka jangan meninggalkan tempat walapun dalam keadaan menang atau kalah.

Jadi, pada waktu itu tentara meninggalkan tempat bertahannya dan terus ikut mengejar musuh sambil mengambil harta rampasan perang. Tentara yang tidak meninggalkan tempat hanya sepuluh orang. Dengan demikian, tentara berkuda kafir Quraisy yang dipimpin Khalid bin Walid dapat menyerang tentara Islam dari belakang setelah menyerang tentara panah yang tinggal sepuluh orang.

Jadi, dalam Perang Uhud mula-mula umat Islam mendapat kemenangan, tetapi akhirnya mendapatkan kekalahan. Dalam Perang Uhud sekitar 70 orang pasukan Nabi Muhammad saw. gugur sebagai syuhada.

Penyebab Umat Islam Kalah Dalam Perang Uhud

Faktor-faktor yang menyebabkan umat Islam kalah dalam Perang Uhud antara lain sebagai berikut.
  1. Tentara panah sebanyak 40 orang tidak patuh kepada perintah Nabi muhammad saw.
  2. Di antara tentara Islam terdapat kaum munafik sebanyak 300 orang yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay.
  3. Sebelum berangkat terjadi perselisihan pedapat antara kaum muda dan kaum tua mengenai tempat yang akan dipakai untuk peperangan.

Hikmah Perang Uhud

Berikut adalah beberapa hikmah yang bisa diambil pelajaran dari perang uhud.
  • Sebagai ukuran kualitas ibadah, keimanan pemimpin dan yang dipimpin.
  • Bahwa tidak menaati Rasulullah akan menyebabkan terjadinya fitnah. Maka kita harus berpegang teguh kepada perintah Allah untuk menaati Rasulullah.
  • Bahwa sunatullah tetap berlaku yaitu kemenangan dan kekalahan itu silih berganti, untuk membedakan muslim yang memeluk Islam dengan alasan yang benar, dengan yang menginginkan dunia (karena terpaksa, ingin kekuasaan, harta, ketenaran, dan lain sebagainya.)

Nah, itulah ringkasan Perang Uhud beserta penyebab kekalahan umat islam dalam perang uhud, dan hikmah yang bisa diambil dari perang uhud. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai Perang Uhud dan semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Perang Badar Terjadi Pada Tanggal?

Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah (13 Maret 624 M). Perang ini terjadi antara kaum kafir Quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahal melawan tentara Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad saw. Laskar Quraisy sebanyak 1.000 orang, sedangkan laskar Islam sebanyak 300 orang.

Peristiwa ini dinamai Perang Badar karena tempatnya dekat dengan sebuah perigi kebudayaan milik seseorang bernama Badar, yaitu antara kota Mekah dan Madinah.

Kesepakatan Perang Badar

Sebelum peperangan dimulai, disepakati adanya perang tanding satu lawan satu, antara lain sebagai berikut.
  1. Hamzah bin Abdul Mutalib (Islam) melawan Utbah bin Rabiah (Quraisy), dan akhirnya Utbah meninggal dunia.
  2. Ubaidah bin al-Haris (Islam) melawan Syiban bin Rabiah (Quraisy), dan akhirnya Ubaidah menderita luka-luka.
  3. Ali bin Abi Talib (Islam) melawan Walid bin Utbah (Quraisy), dan akhirnya Walid meninggal dunia.

Penyebab Perang Badar

  1. Kafir Quraisy menghalang-halangi kaum muslim untuk melakukan ibadah haji.
  2. Kafir Quraisy mengusir kaum muslim dari Mekah hingga terjadi hijrah ke Madinah yang mengakibatkan kehilangan harta dan benda.
  3. Kaum muslim menghalangi kaum kafir Quraisy sewaktu mau berdagang ke Syam (Syiria).

Hasil Perang Badar

Peperangan ini dimenangkan oleh kaum muslim sehingga umat Islam semakin tersebar. Korban yang berasal dari umat Islam yang terbunuh sebanyak 12 orang serta dari kaum kafir Quraisy yang terbunuh sebanyak 70 orang dan yang tertawan sebanyak 70 orang. Pasukan yang banyak menewaskan musuh antara lain Hamzah, Ali, Ammar bin Yasir, dan Suhaib ar-Rumi.

Pengertian Wakaf adalah: Hukum, Dalil Rukun dan Syarat

Pengertian Wakaf adalah?

Ditinjau dari segi bahasa, wakaf berarti menahan. Adapun menurut istilah syarak, wakaf adalah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan Islam. Menahan suatu benda yang kekal zatnya, artinya tidak dijual dan tidak diberikan serta tidak pula diwariskan, tetapi hanya disedekahkan untuk diambil manfaatnya.

Pengertian wakaf menurut Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1977 adalah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan sebagian harta kekayaannya yang berupa tanah milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya bagi kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran agama Islam.


Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa wakaf itu termasuk salah satu diantara macam pemberian, tetapi hanya boleh diambil manfaatnya dan bendanya harus tetap utuh. Oleh karena itu, harta yang layak untuk diwakafkan adalah harta yang tidak habis dipakai dan umumnya tidak dapat dipindahkan, misalnya tanah, bangunan, dan sejenisnya. Utamnya untuk kepentingan umum, misalnya untuk masjid, musala, pondok pesantren, panti asuhan, jalan umum, dan sebagainya.

Menurut Jaih Mubarok, definisi tersebut memperlihatkan tiga hal yaitu sebagai berikut.
  1. Wakif atau pihak yang mewakafkan secara perorangan atau badan hukum seperti perusahaan atau organisasi kemasyarakatan.
  2. Pemisahan tanah milik belum menunjukkan pemindahan kepemilikan tanah milik yang diwakafkan.
  3. Tanah wakaf digunakan untuk kepentingan ibadah atau keperluan umum lainnya sesuai ajaran Islam.

Hukum wakaf

Hukum wakaf adalag sunah. Wakaf sama dengan amal jariah. Sesuai dengan jenis amalnya, maka berwakaf bukan sekadar bederma (sedekah) biasa, tetapi lebih besar pahala dan manfaatnya terhadap orang yang berwakaf. Pahala yang diterima mengalir terus menerus selama barang atau benda yang diwakafkan itu masih berguna dan bermanfaat.

Dalil Wakaf

Dalil naqli yang menjadi dasar diperintahkannya wakaf antara lain sebagai berikut.

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Artinya: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (Q.S. Ali 'Imran, 3: 92) ~ Sumber: https://tafsirweb.com/1224-surat-ali-imran-ayat-92.html

Harta yang diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan, atau diwariskan. Akan tetapi, harta wakaf tersebut harus secara terus-menerus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum sebagaimana maksud orang yang mewakafkan.

Umat Islam berbeda pendapat tentang awal diberlakukannya wakaf. Menurut kaum muhajirin, wakaf pertama kali diberlakukan pada zaman Umar bin Khattab dan mulai Nabi Muhammad saw. sendiri, sementara menurut kaum Umar Ansar, wakaf pertama kali diberlakukan oleh Nabi Muhammad saw. sebagaimana dalam kitab Magazi al-Waqidi dikatakan bahwa sedekah berupa wakaf dalam Islam yang pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. sendiri adalah sebidang tanah untuk dibangun masjid. Dengan demikian, dasar wakaf bukan hanya berupa ucapan Nabi (qaul al-nabi), melainkan juga praktik Nabi Muhammad saw. sendiri (fi'il al-nabi).

Menurut Al-Qurtubi, seluruh sahabat Nabi saw. pernah mempraktikkan wakaf ke mekah dan Madinah, seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Talib, Aisyah, Fatimah, Zubair, Amr bin Ash, dan Jabir. Menurut Imam Syafi'i dalam Qaul Qadim-nya bahwa sekitar delapan puluh sahabat Nabi saw. dan kaun ansar mempraktikkan sedekah muharramat yang disebut wakaf serta tidak seorang pun yang tidak mengetahuinya.

Dengan demikian, wakaf memiliki dasar yang kuat mulai dari Al-Qur'an yang bersifat global (mujmal), perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad saw., serta perilaku sahabat Nabi Muhammad saw.

Rukun Wakaf

Wakaf dapar terbentuk apabila terpenuhi pilar-pilar utamanya yaitu sebagai berikut.

1. Al-Wakif (Orang yang Wakaf)

Wakif disyaratkan harus orang yang sudah baligh dan akil. Wakaf anak yang masih belum baligh atau orang gila hukumnya tidak sah, sedangkan wakaf dari orang kafir hukumnya sah.

2. Al-Mauquf (Barang yang Diwakafkan)

Syarat objek yang dapat diwakafkan harus benda yang dapat dimanfaatkan tidak dengan merusak bendanya. Maka, tidak sah hukumnya jika wakaf lilin karena penggunaanya dengan merusak bendanya. Demikian pula tidak sah mewakafkan uang tunai karena pemanfaatannya dengan cara dibelanjakan.

3. Al-Mauquf 'alaih (Penerima Wakaf)

Ada dua macam penerima wakaf yaitu sebagai berikut.
  • Mauquf 'alaih muayyan, yaitu wakah kepada perorangan tertentu yang disebutkan oleh wakif, baik satu orang maupun lebih.
  • Mauquf 'alaih gairu muayayan, yaitu wakaf kepada orang yang tidak ditentukan, seperti kepada golongan fakir miskin, santri pondok, kaum muslimin, dan lain-lain.

4. Sigat (Kalimat Wakaf)

Sigat wakaf harus diucapkan secara lisan, tidak cukup dengan diucapkan dalam hati saja (niat). Adapun sigat wakaf dalam bentuk tulisan dianggap sah jika disertai dengan niat saat menulis.

Syarat Wakaf

Syarat-syarat harta yang diwakafkan yaitu sebagai berikut.
  1. Diwakafkan untuk selama-lamanya, tidak terbatas waktu tertentu (disebut takbid).
  2. Tunai tanpa menggantungkan pada suatu peristiwa di masa yang akan datang. Sebagai contoh, "Saya mewakafkan bila dapat keuntungan yang lebih besar dari usaha yang akan datang."
  3. Jelas al-mauquf 'alaih-nya (orang yang diberi wakaf) dan bisa memiliki barang yang diwakafkan (al-mauquf) itu.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai wakaf, mulai dari pengertian wakaf secara umum dan menurut ahli, hukum wakaf, rukun wakaf, dan syarat wakaf. Sekian artikel yang dapat saya bagikan mengenai wakaf dan semoga bermanfaat.

7 Hikmah Zakat Beserta Penjelasannya (Lengkap)

Zakat adalah sejumlah harta yang sahib dikeluarkan oleh seorang muslim atau pemeluk agama Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimannya, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan ketetapan syariah. Selain memiliki jenis dan hukum, zakat juga memiliki hikmah.

Hikmah Zakat Fitrah dan Penjelasannya


Zakat adalah ibadah yang memiliki dimensi ganda, transendental, dan horizontal. Oleh sebab itu, zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan umat manusia, terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkaitan dengan Sang Khalik maupun hubungan sosial kemasyarakatan di antara manusia, antara lain adalah sebagai berikut.

1. Menolong, membina dan membangun kaum duafa yang lemah dengan materi sekadar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Dengan kondisi tersebut mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah Swt.

2. Memberantas penyakit iri hati, rasa benci, dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya yang berkehidupan cukup apalagi mewah, sedangkan ia sendiri tidak memiliki apa-apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka (orang kaya) kepadanya.

3. Dapat menyucikan diri (pribadi) dari dosa, memurnikan jiwa (menumbuhkan akhlak mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaa), serta mengikis sifat bakhil (kikir) dan serakah). Dengan begitu, suasana ketenangan batin karena terbebas dari tuntutan Allah Swt. dan kewajiban kemasyarakatan akan selalu melingkupi hati.

4. Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang terdiri atas prinsip-prinsip yaitu ummatan wahidan (umat yang satu), musawah (persamaan derajat dan kewajiban), ukhuwah islamiah (persaudaraan Islam), dan takaful ijti'ma (tanggung jawab bersama).

5. Menjadi unsur penting dalam mewujudkan keseimbangan dalam distribusi harta (social distribution) dan keseimbangan tanggung jawab individu dalam masyarakat.

6. Zakat adalah ibadah maliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah Swt. dan merupakan perwujudan solidaritas sosial, pernyataan rasa kemanusiaan dan keadilan, pembuktian persaudaraan Islam, pengikat persatuan umat dan bangsa, sebagai pengikat batin antara golongan yang kaya dan miskin, serta sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan yang kuat dan yang lemah.

7. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera antara hubungan seseorang dan yang lainnya menjadi rukun, damai, dan harmonis yang akhirnya dapat menciptakan situasi yang tentram dan aman lahir batin.

Itulah beberapa hikmah dari mengeluarkan zakat untuk kaum dhuafa beserta penjelasannya. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai hikmah zakat dan semoga bermanfaat.

Pengertian Zakat adalah: Dalil, Jenis dan Hukum Zakat

Pengertian Zakat adalah:

Kata zakat diambil dari Bahasa Arab yang berasal dari kata zakka-yuzakki-tazkiyatan-zakatan yang artinya menyucikan. Selain itu, zakat juga berarti barakah (keberkahan), nama' (pertumbuman dan perkembangan, taharah (kebersihan), dan shalah (keberesan dan amal salah).

Adapt menurut istililah, zakat adalah penunaian hak yang diwajibkan atas harta tertentu yang diperuntukan bagi orang tertentu, yang kewajibannya didasari oleh haul (batas waktu satu tahun) dan nisab (batas ukuran minimum).


Al-Hafidz Ibnu Hajar mendefinisikan zakat adalah memberikan sebagian dari harta sejenis yang sudah sampai nisab selama setahun dan diberikan kupada orang yang berhak menerimanya (mustahik zakat) yang bukan dari keturunan Bani Hasyim dan Bani Mutalin.

Menurut hukum Islam (istilan syarak), zakat adalah memberikan (menyerahkan) sebagian harta tertentu untuk orang yang telah ditentukan Oleh syarak dennen niat karena Allah Swt.

Dalil Tentang Zakat

Di dalam rukun Islam, zakat termasuk rukun yang keempat. Oleh karena terrasuk salah satu rukun Islam, zakat wajib hukumnya. Selain itu, zakat mempunyai peran yang sangat penting bagi umat Islam. Oleh karena begitu pentingnya kedudukan zakat sehingga kata zakatdi dalam Al-Qur'an selalu disebut dengan kata shalat dan itulah yang menjadi dasar kewajiban zakar.

Perhatikan firman Allah Swt. berikut.


إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ


Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 277)

Jenis Zakat

Zakat dibagi dalam dua jenis, yaitu zakat nafs (jiwa) atau lazim disebut zakat fitri (zakat fitrah) dan zakat mal (harta).

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim, baik kaya maupun miskin, laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, bahkan bayi yang baru lahir, sebelum memasuki hari Raya Idulfitri atau tepatnya sebelum dilaksanakan shalat Idulfitri. Jumlah zakat yang dikeluarkan sebanyak 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok masyarakat setempat.

Kata "fitri" diambil dari kata fitrah, yakni asal-usul penciptaan jiwa manusia sehingga setiap jiwa yang lahir ke dunia wajib mengeluarkan zakat fitrahnya.

2. Zakat Mal (Harta)

Pengertian mal menurut terminologi adalah segala sesuatu yang selalu diinginkan oleh manusia untuk disimpan, dimiliki, dan dimanfaatkan. Adapun menurut istilah syariat, mal adalah segala macam benda (materi) berupa kekayaann yang dapat dimiliki (dikuasai) dan dapat dipergunakan atau dimanfaatkan menurut kelazimannya.

Artinya, segala sesuatu dapat dikatakan sebagai harta kekayaan jika bisa dimiliki, dihimpun, dikuasai, disimpan, dan bisa dimanfaatkan, seperti rumah, pabrik, mobil, uang, emas, perak, hasil perkebunan, hasil peternakan, hasil pertanian, hasil pertambangan, dan sebagainya.

Jadi, zakat mal adalah membersihkan harta yang dimiliki dengan cara memberikannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan kadar dan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh agama.

Hukum Zakat

Zakat merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu, hukum zakat adalah wajib (fardu) bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji dan puasa) yang telah diatur secara terinci dan paten berdasarkan Al-Qur'an dan sunah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia.

Nah, itulah pengertian zakat secara lengkap baik secara bahasa maupun istilah dalam agama Islam, beserta dalil tentang zakat, jenis-jenis zakat, dan hukum mengenai zakat. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai zakat dan semoga bermanfaat.

Jenis Haji dan Keutamaan Haji (Lengkap)

Jenis Haji dan Keutamaan Haji beserta penjelasan - Haji adalah suatu kegiatan tahunan ke Mekkah yaitu kota suci umat Islam (muslim). Umat Islam memiliki kewajiban melaksanakan ibadah haji sekali dalam seumur hidup bagi mereka yang mampu secara fisik dan finansial.


Definisi haji lainnya adalah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi tersebut ialah selain Kakbah atau Mas'a (tempat sai), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (mabit), dan Mina (tempat melontar jumrah).

Jenis Haji

Dari segi pelaksanaannya, ibadah haji terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Haji Tamatuk

Haji tamatuk yaitu mmelaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian menggunakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan manasik haji. Jenis haji inilah yang mudah dan paling banyak dilaksanakan jamaah haji Indonesia. Pelaksanaan haji jenis ini diwajibkan membayar dam (menyembelih hewan kurban). Bila tidak mampu menyembelih, boleh diganti dengan berpuasa sepuluh hari, yaitu tiga hari pada waktu di tanah suci dan tujuh hari setelah kembali ke tanah air.

2. Haji Ifrad

Haji ifrad adalah berihram dan berniat dari miqat hanya untuk haji. Dengan kata lain, mengerjakan haji terlebih dahulu, kemudian mengerjakan umrah. Jenis haji ini cukup sulit dilaksanakan bagi jamaah haji Indonesia, terutama yang tidak terbiasa mengenakan kain ihram, sebab semenjak jamaah tiba di Mekah, mereka tidak boleh melepas kain ihram hingga tiba hari raya Iduladha atau setelah pelontaran jamrah aqabah. Jamaah yang melaksanakan ibadah haji ifrad tidak diwajibkan membayar dam (menyembelih hewan kurban).

3. Haji Kiran

Haji kiran adalah melaksanakan haji dan umrah dengan satu kali ihram. Artinya, apabila seorang jamaah haji memilih jenis haji ini, jamaah tersebut berihram dari miqat untuk haji dan umrah secara bersamaan. Jamaah yang melakukan jenis haji ini diwajibkan menyembelih hewan kurban. Bila tidak mampu menyembelih, boleh diganti dengan berpuasa sepuluh hari, yaitu tiga hari pada waktu di tanah suci dan tujuh hari setelah kembali ke tanah air.

Keutamaan Haji

Keutamaan-keutamaan ibadah haji antara lain adalah sebagai berikut.

1. Haji Merupakan Amal Paling Utama

Dijelaskan ketika Rasulullah saw. ditanya mengenai amal yang paling utama, maka beliau menjelaskan bahwa amal yang paling utama adalah beriman kepada Allah Swt. dan rasul-Nya, berjihad di jalan Allah Swt., dan haji yang mabrur. Adapun haji yang mabrur maksudnya adalah orang yang sekembalinya dari melaksanakan ibadah haji, perilakunya berubah menjadi lebih baik.

2. Haji Merupakan Jihad

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah dialog di dalam sebuah hadis sebagai berikut.
"Ya Rasulullah saw, bolehkah kami ikut berperang dan berjihad bersama engkau semua?"Jawab Rasul, "Bagi engkau ada jihad yang lebih baik dan lebih indah, yaitu haji, haji yang mabrur." Ujar Aisyah ra. pula, Setelah mendengar jawaban dari Rasulullah saw. ini aku tak pernah lagi meninggalkan ibadah haji." (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca juga: 6 Rukun Haji dan Penjelasannya Lengkap

3. Haji Menghapus Dosa

Diriwayatkan dari Amar bin Ash, tatkala Allah Swt. telah menanamkan dihatiku, aku datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata, "Ulurkan tanganmu agar aku berniat berbaiat kepadamu." Rasulullah pun mengulurkan tangannya, tetapi aku masih mengatupkan telapak tanganku. Maka beliau bertanya, "Bagaimana engkai ini wahai Amar?" Ujarku, "Aku akan mengajukan syarat. "Apa syaratnya? "Tanya Rasulullah. "Yaitu agar aku diampuni," ujarku. Maka beliau bersabda, "tidaklah engkau tahu bahwa Islam itu menghapuskan keadaan sebelumnya, begitu juga hijrah menghapuskan apa yang sebelumnya, juga haji menghapuskan apa yang sebelumnya." (H.R. Muslim).

4. Pahala Ibadah Haji adalah Surga

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Umrah kepada umrah menghapuskan dosa yang terdapat di antara keduanya, sedang haji yang mabrur tidak ada ganjarannya selain surga." (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

6 Rukun Haji dan Penjelasannya Lengkap

Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang harus dilaksanakan atau dikerjakan sewaktu melaksanakan ibadah haji. Apabila ditinggalkan, ibadah hajinya tidak sah. Adapun rukun haji antara lain adalah sebagai berikut.


1. Ihram

Ihram adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan mengenakan pakaian ihram yang bewarna putih dan membaca lafaz "labbaika Allahumma hajjan" bagi yang akan melaksanakan ibadah haji, dan membaca lafaz "labbaika Allahumma umratan" bagi yang berniat umrah.

Ibadah haji dan umrah harus diawali dengan ihram. Apabila dengan sengaja jemaah miqat tanpa ihram, dia harus kembali ke salah satu miqat untuk berihram. Apabila jamaah telah berihram, sejak itu berlaku semua larangan ihram sampai tahalul.

2. Wukuf

Wukuf yaitu hadir di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah dari tergelincirnya matahari hingga terbenam matahari. Wukuf adalah bentuk pengasingan diri yang merupakan gambaran bagaimana kelak manusia dikumpulkan di padang mahsyar. Wukuf di Arafah merupakan saat yang tepat untuk mawas diri, merenungi atas apa yang pernah dilakukan, menyesali dan bertobat atas segala dosa yang dikerjakan, serta memikirkan seperti yang akan dilakukan untuk menjadi muslim yang taat kepada Allah Swt.

Selama wukuf perbanyak berzikir, tahmid, tasbih, tahlil, dan istigfar. Berdoalah sebanyak mungkin karena doa yang kita panjatkan dengan ikhlas dan khusyuk akan dikabulkan oleh Allah Swt. Wukuf yang dicontohkan Rasulullah saw. diawali dengan shalat berjamaah Zuhur dan Asar dengan jamak takdim qasar. Setelah itu, dilanjutkan dengan khotbah guna memberikan bimbingan wukuf, seruan-seruan ibadah, dan memanjatkan doa kepada Allah Swt.

Pelaksanaan wukuf di Arafah hanya terjadi sekali dalam setahun, yaitu setelah matahari tergelincir (melewati pukul 12 siang) pada tanggal 9 Zulhijah. Bila pada waktu tersebut jamaah tidak wukuf, hajinya tidak sah. Pakaian ihram digunakan jamaah haji ketika sedang wukuf di Arafah.

3. Tawaf

Tawaf adalah berputar mengelilingi Kakbah dan dilakukan secara berlawanan dengan arah jarum jam dengan posisi Kakbah di sebelah kiri badan. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di Hajar Aswad pula, dilakukan sebanyak tujuh kali putaran.

Macam-Macam Tawaf

Para ulama sepakat bahwa tawaf ada tiga macam, yaitu sebagai berikut.
  • Tawaf qudum, yaitu tawaf yang dilakukan ketika jamaah haji baru tiba di Mekah.
  • Tawaf ifadah, yaitu tawaf yang dilakukan pada hari Kurba setelah melontar jamrah aqabah. Inilah tawaf yang wajib dilakukan pada waktu haji. Apabila ditinggalkan, hajinya batal.
  • Tawaf wadak, yaitu tawaf perpisahan bagi jamaah yang akan meninggalkan Mekah.
Adapun tawaf sunah adalah tawaf yang dilakukan kapan saja sesuai dengan kemampuan jemaah.

Syarat Sah Tawaf

Syarat sah tawaf adalah sebagai berikut.
  • Niat.
  • Menutup aurat.
  • Suci dari hadas.
  • Dilakukan sebanyak tujuh kali putaran.
  • Dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.
  • Posisi Kakbah di sebelah kiri orang yang bertawaf.
  • Dilaksanakan di Masjidilharam.

4. Sai

Sai adalah berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah. Dilakukan sebanyak tujuh kali yang dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah. Sai dilakukan setelah pelaksanaan ibadah tawaf.

Syarat Sah Sai

Sayarat sah sai adalah sebagai berikut.
  • Dilakukan sebanyak tujuh kali putaran.
  • Dilakukan setelah tawaf.
  • Dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah.
  • Dilakukan di tempat sai.

5. Tahalul

Tahalul adalah mencukur atau memotong rambut kepala sebagian atau seluruhnya atau minimal tiga helai rambut. Tahalul dilakukan setelah melontar jamrah aqabah pada tanggal 10 Zulhijah, yang disebut dengan tahalul awal. Setelah jamaah melakukan tahalul awal, larangan-larangan haji kembali dibolehkan kecuali berhubungan suami istri. Tahalul tsani dilakukan setelah tawaf ifadah dan sai.

6. Tertib

Tertib yaitu berurutan dalam pelaksanaan mulai dari Ihram hingga tahalul.

Nah, itulah 6 rukun ibadah haji beserta penjelasannya yang dapat saya bagikan untuk Anda. Demikian artikel yang dapat saya share mengenai rukun haji dan semoga bermanfaat. Baca juga: Syarat sah dan wajib haji

Pengertian Haji, Hukum, dan Syarat Haji

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima. Menunaikan ibadah haji ialah suatu bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun juga keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi atau juga akan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yakni tepat pada bulan Zulhijah.

Pengertian Haji

Secara etimologi (bahasa), haji berarti tujuan, maksud, dan menyengaja (al-qasdu). Adapun menurut syarak berarti menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi tersebut ialah selain Kakbah atau Mas'a (tempat sai), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (mabit), dan Mina (tempat melontar jumrah).


Adapun yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai 10 hari pertama bulan Zulhijah. Amalan ibadah tertentu adalah tawaf, sai, wukuf, mabit di Muzdalifah, melontar jamrah, dan mabit di Mina.

Hukum Haji

Hukum melaksanakan haji adalah wajib bagi umat Islam yang memiliki kemampuan (Istitaah) mengerjakannya. Oleh karena itu, diantara syarat wajib haji selain harus beragama Islam, berakal, baligh, dan merdeka (bukan hamba sahaya), juga disyaratkan memiliki kemampuan untuk melaksanakannya, balik kemampuan dalam hal harta, fisik, maupun mental.

Perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. Ali 'Imran ayat 97 berikut.

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Q.S. Ali 'Imran, 3: 97)

Kewajiban haji adalah sekali dalam seumur hidup. Apabila ada yang melaksanakan haji lebih dari sekali, hukumnya sunah. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. sebagai berikut.

Rasulullah saw. berkhotbah kepada kami, beliau berkata, "Wahai sekalian manusia, telah diwajibkan haji atas kamu sekalian." Lalu Al-Aqra bin Jabis berdiri kemudian berkata, "Apakah kewajiban haji setiap tahun, ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Sekiranya kukatakan ya, tentulah menjadi wajib, dan sekiranya diwajibkan, engkau sekalian tidak akan mampu. Ibadah haji itu sekali saja. Siapa yang menambahi itu berarti perbuatan sukarela saja."

Syarat Haji

Syarat haji terbagi ke dalam dua bagian, yaitu syarat wajib haji dan syarat sah haji. Syarat haji ialah perbuatan-perbuatan yang harus dipenuhi sebelum ibadah haji dilaksanakan. Apabila syarat-syaratnya tidak terpenuhi, gugurlah kewajiban haji seseorang.

Para ulama ahli fikih sepakat bahwa syarat wajib haji adalah sebagai berikut.
  1. Islam.
  2. Berakal (tidak gila).
  3. Balig.
  4. Merdeka.
  5. Mampu dalam segala hal (dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan).


Adapun syarat sah haji adalah sebagai berikut.
  1. Islam.
  2. Balig.
  3. Berakal.
  4. Merdeka.

Nah, itulah pengertian haji dalam agama Islam, beserta hukum melaksanakan haji, dan syarat sah haji. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai pengertian haji dalam agama Islam.

Nama Malaikat yang Wajib diketahui dan Tugasnya

Nama malaikat beserta tugasnya - Jumlah malaikat banyak sekali. Tidak ada seorang pun yang megetahui jumlah malaikat, hanya Allah Swt. yang mengetahuinya. Namun ada sepuluh ama malaikat yang wajib diketahui dan diimani oleh setiap muslim beserta tugas-tugasnya yang diabadikan dalam Al-Qur'an dan hadis Rasulullah saw., yaitu sebagai berikut.

Jumlah Malaikat Beserta Tugasnya

1. Malaikat Jibril, bertugas menyampaikan wahyu dari Allah Swt. kepada para nabi dan rasul. Malaikat Jibril memiliki nama lain Ruhulkudus dan Ruhulamin. Perhatikan firman Allah Swt. berikut!

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 97)

2. Malaikat Mikail, bertugas menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan membagi rezeki atau karunia atas izin Allah Swt. Nama Malaikat Mikail dinyatakan dalam Al-Qur'an. Perhatikan firman Allah Swt. berikut!

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

Artinya: Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 98).

3. Malaikat Izrail (Malaikatulmaut), bertugas mencabut nyawa manusia dan makhluk hidup lainya. Perhatikan firman Allah Swt. berikut.

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

Artinya: Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan". (Q.S. As-Sajdah, 32: 11)

4. Malaikat Israfil, bertugas meniup sangkakala (trompet) di hari kiamat dan hari kebangkitan setelah mati kelak.

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ

Artinya: Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. (Q.S. Yasin, 36: 51)

5. Malaikat Munkar dan Nakir, keduanya bertugas memberi pertanyaan kepada manusia yang telah mati di alam barzakh tentang siapa Tuhannya, apa agamanya, siapa nabinya, dan siapa imamnya (pedoman Al-Qur'an dan sunah nabi). Bagi orang Islam yang di dunianya taat dan patuh terhadap ajaran Islam, ia akan menjawab pertanyaan kubur dari malaikat dengan jawaban yang tepat.

Baca juga: Pengertian Iman Kepada Malaikat, Hukum, dan Dalil

6. Malaikat Rakib dan Atid, bertugas mencatat amal perbuatan manusia di dunia. Malaikat Rakib mencatat amal kebaikan manusia, sedangkan Malaikat Atid mencatat amal keburukan manusia. Perhatikan firman Allah Swt. berikut!

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (١٧) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (١٨

Artinya: (Ingatlah) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Q.S. Qaf, 50: 17-18)

7. Malaikat Malik, bertugas menjaga neraka dan memimpin malaikat penyiksa penghuni neraka. Dalam surah Al-Muddassir dijelaskan bahwa mereka berjumah sembilan belas malaikat untuk menyiksa orang yang kafir. Perhatikan firman Allah Swt. berikut.

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

Artinya: Mereka berseru: "Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)". (Q.S. Az-Zukhruf, 43: 77)

8. Malaikat Ridwan, mendapatkan tugas menjaga surga dan memimpin para malaikat pelayan surga yang penuh damai, ketentraman, dan kenikmatan. Perhatikan firman Allah Swt. berikut! (Q.S. Az-Zumar, 39: 73).

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

Artinya: Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".

Itulah jumlah malaikat dalam agama Islam yang wajib diketahui beserta tugas dan dalil-nya yang ada dalam Al-Qur'an. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai malaikat Allah Swt. dan semoga bermanfaat.

Referensi dalil:
https://tafsirq.com