Pengertian Konvensi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Perjanjian Internasional pada hakekatnya merupakan sumber hukum internasional yang utama untuk mengatur kegiatan negara-negara atau subjek hukum internasional lainnya.Sampai tahun 1969, pembuatan perjanjian-perjanjian Internasional hanya diatur oleh hukum kebiasaan.

Berdasarkan draft-draft pasal-pasal yang disiapkan oleh Komis Hukum Internasional, diselenggarakanlah suatu Konferensi Internasional di Wina dari tanggal 26 Maret sampai dengan 24 Mei 1968 dan dari tanggal 9 April sampai dengan 22 Mei 1969 untuk mengkodifikasikan hukum kebiasaan tersebut.

Konferensi kemudian melahirkan Vienna Convention on the Law of Treaties yang ditandatangani tanggal 23 Mei 1969.Konvensi ini mulai berlaku sejak tanggal 27 Januari 1980 dan merupakan hokum internasional positif.


Perjanjian Interasional sangat berhubungan dengan apa yang namanya Konvensi, lalu apa itu konvensi? Berikut pengertian konvensi baik secara umum maupun para ahli.

Pengertian Konvensi

Konvensi adalah hukum kebiasaan dalam konteks ketatanegaraan yang hidup di lembaga-lembaga kenegaraan atau eksekutif . Konvensi merupakan hukum tidak tertulis dalam ketatanegaraan sedangkan hukum tertulisnya adalah konstitusi/UUD 1945.Hukum tidak tertulis mengisi kekosongan hukum yg tidak diatur dalam hukum tertulis.

Dalam pengertian yang lain, konvensi adalah aturan yang tidak tertulis, dilakukan secara berulang-ulang, serta diterima sebagai suatu hukum.Kebiasaan-kebiasaan yang disebut sebagai konvensi tersebut timbul dan dipelihara dengan baik dalam praktek penyelenggaraan ketatanegaraan, dijunjung tinggi oleh rasa kepatuhan konstitusional ataupun oleh pertimbangan praktis (kemungkinan yang dapat dilaksanakan).Konvensi dapat memberikan arahan tentang prosedur, kekuasaan, dan kewajiban dalam tidak ada undang-undang tertulis.

Dalam Perjanjian Internasional, Konvensi internasional yaitu dimana konvensi termasuk juga salah satu istilah yang sudah umum digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menyebut nama suatu perjanjian internasional multilateral, baik yang diprakarsai oleh Negara-negara maupun oleh lembaga atau organisai internasional.Konvensi tidak berkaitan dengan kebijakan tingkat tinggi (high policy).

Pada umumnya konvensi ini digunakan untuk perjanjian-perjanjian internasional multilateral yang mengatur tentang masalah yang besar dan penting dan dimaksudkan untuk berlaku sebagai kaidah hukum internasioanal yang dapat berlaku secara luas, baik dalam ruang lingkup regional maupun umum. Persetujuan ini harus dilegalisasi oleh wakil-wakil yang berkuasa penuh (plaenipotentiones).

Pengertian  Konvensi Menurut Para Ahli

Konvensi menurut Fred Lawson, adalah : Pertemuan sekelompok orang untuk suatu tujuan yang sama atau untuk bertukar pikiran, pendapat dan informasi tentang suatu hal yang menjadi perhatian bersama. (Lawson,Fred, Conference, Convention and Exhibition Facilities, The Architecture Press, London, 1981).

Konvensi menurut Dirjen Pariwisata, adalah : Suatu kegiatan berupa pertemuan antara sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendekiawan dan sebagainya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama atau bertukar informasi tentang hal-hal baru yang menarik untuk dibahas (Keputusan Dirjen Pariwisata Nomor : Kep-06/U/IV/1992; Pasal 1 : Pelaksanaan usaha jasa konvensi, perjalanan intensif dan pameran). 

Istilah konvensi berasal dari bahasa Inggris convention. Menurut Dicey, seorang sarjana Inggris yang mula-mula mempergunakan istilah konvensi sebagai ketentuan ketatanegaraan. 

Share this :

0 Response to "Pengertian Konvensi Secara Umum dan Menurut Para Ahli"

Post a Comment