Proteksi adalah? Pengertian Kebijakan Proteksi Pemerintah

Proteksi adalah? Proteksi dalam bahasa Inggris berarti protection, yang secara harfiah adalah bahasa serapan dari bahasa Inggris yang artinya adalah perlindungan. Jadi secara istilah proteksi adalah sebuah upaya untuk melindungai suatu hal tertentu.

Pengertian Kebijakan Proteksi

Sedangkan kebijakan proteksi adalah kebijakan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri yang tumbuh (infant industry), dan juga sebagai upaya pemerintah dalam melindungi perusahaan baru dari perusahaan besar yang sifatnya semena-mena dengan kelebihan yang dimiliki perusahaan tersebut. Serta untuk melindungi perusahaan baru dari persaingan-persaingan barang import.

Tujuan proteksi yang dilakukan pemerintah tersebut antara lain untuk memaksimalkan produk dalam negeri ketimbang harus mengimport barang dari luar negeri, memperluas lapangan kerja di Indonesia, memelihara tradisional atau menjaga ciri khas produk dalam negeri, serta mengindari resiko yang mungkin timbul jika hanya menggantungkan diri pada satu komoditi andalan.


Selain itu, proteksi yang dilakukan oleh pemerintah tersebut bisa menjaga stabilitas nasional, dan tidak mengantungkan diri pada negara lain

Kebijakan Proteksi yang dilakukan Pemerintah

Kebijakan proteksi yang dilakukan pemerintah meliputi hal-hal berikut.

1. Tarif
Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang-barang yang melintasi daerah pabean (instansi yang mengawasi, memungut, dan mengurus bea masuk (impor) dan bea keluar (ekspor), baik melalui darat, laut, maupun melalui udara). Sementara itu barang-barang yang masuk ke wilayah negara dikenakan bea masuk. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang.

Dengan pengenaan bea masuk yang besar, mempunyai maksud memproteksi industri dalam negri sehingga meningkatkan pendapatan negara dan juga membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik.

2. Kuota
Kutota adalah kebijakan pemerintah untuk membatasi jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor.

3. Dumping
Dumping adalah kebijakan pemerintah umtuk menjual barang di luar negeri dengan harga y ang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka.

Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain.

Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.

4. Subsidi
Subsidi adalah kebijakan pemerintah yang diberikan untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan dapat bersaing dengan barang impor. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus ke arah perang subsidi.

5. Larangan Impor
Larangan impor adalah kebijakan pemerintah dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Dengan tujuan untuk melindungi produksi dalam negri.

Share this :

0 Response to "Proteksi adalah? Pengertian Kebijakan Proteksi Pemerintah"

Post a Comment