30+ Nasehat Bahasa Jawa Tentang Kehidupan dan Artinya

Nasehat Bahasa Jawa Tentang Kehidupan - Setiap manusia pastinya pernah diberi nasehat mengenai sesuatu hal baik atau buruk. Sejak kecil manusia akan diberi nasehat atau diajarkan sesuatu oleh orang tua mengenai apa saja yang tidak boleh dilakukan dan boleh untuk dilakukan. Nasihat sendiri adalah sebuah kata yang mengungkapkan suatu bentuk keinginan kebaikan kepada objek yang diberikan nasihat.

Tidak cuman dari orang tua, nasehat banyak diberikan oleh para guru, kyai, ulama, habib dan umumnya diberikan oleh para pemuka agama. Nasehat dalam Islam adalah suatu cara yang bertujuan untuk mengingatkan seseorang bahwa segala macam bentuk perbuatan pastinya akan ada sanksi dan akibatnya.

Karena hidup itu dipenuhi dengan sandiwara, makanya nasehat sangat penting bagi orang untuk dapat kembali ke jalan yang benar. Tujuan utama dari sebuah nashet adalah sebagi petunjuk kita untuk mengambil keputusan dengan bijak dalam segala hal dan mempertimbangkannya.

Dalam masyarakat jawa sendiri, banyak sekali nasehat yang sering kita jumpai, tentunya dengan bahasa jawa. Nasehat bahasa jawa meliputi banyak hal, terutama dalam kehidupan. Banyak tokoh-tokoh jawa yang memberikan nasihat kepada masyarakat luas. Salah satu diantaranya adalah sunan kalijaga, yang banyak memberikan tausiyah dalam bentuk nasehat bahasa jawa.


Nah, beirkut ini adalah beberapa nasehat bahasa jawa mengenai kehidupan beserta artinya dalam bahasa Indonesia.

Kumpulan Nasehat Bahasa Jawa Tentang Kehidupan dan Artinya

Memayu hayuning bawana ambrasta dur hangkara = Hidup mengusahakan keselamatan, kebahagiaan, serta memberantas sifat angkara murka atau tamak.

Becik kethitik ala ketara = Yang baik akan terlihat, yang buruk akan ketahuan.

Sak bejo-bejone wong kang lali, isih bejo wong kang eling lan waspodo = Seberuntung-beruntungnya orang yang lupa, masih beruntung orang yang ingat.

Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngsorake, seketi tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha = Menyerang tanpa pasukan, menang tanpa merendahkan, sakti tanpa aji-aji, kaya tanpa harta.

Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman = jangan mudah heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut, dan jangan manja.

Alon-alon waton kelakon = pelan-pelan asal dilakukan.

Aja keminter mundak keblinger, aja cidra mundak cilaka = Jangan merasa pintar nanti tersesat, jangan curang nanti celaka.

Aja adigang adugung adiguna = Jangan mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepandaian yang dimiliki.

Urip iku kudu semeleh = Hidup itu harus berserah.

Sura dira jaya ningrat, lebur dening pangusti = Kemurkaan amarah, kepicikan dapat tunduk dengan hati yang lembut.

Aja milik barang kang melok, aja manggro mundak kundo = Jangan terlena karena kebendaan, dan jangan mendua.

Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kameraman = Jangan terobsesi dengan kedudukan, kebendaan atau harta dan kepuasan duniawi.

Mangan ora mangan seng penting kumpul = Makan atau tidak makan yang penting kumpul (bersama)

Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana = Mulyanya diri dilihat dari lisan, mulyanya raga dilihat dari busana.

Ngudi laku utama knathi sentosa ing budi = Menghayati perilaku mulia dengan budi pekerti luhur

Sopo sing kelangan bakal diparingi, sopo sing nyolong bakal kelangan = Siapa yang kehilangan akan diberi, siapa yang mencuri bakal kehilangan.

Narimo ing padum, makaryo ing nyoto = Berusaha sekuat tenaga, menerima pada ketentuan sang pencipta dengan hati yang ikhlas.

Aja mung eling butuhe urip nganti lali gunane urip = Jangan cuma ingat akan kebutuhan hidup, sampai lupa gunanya kita hidup.

Gusti Allah Mboten Sare = Tuhan (Allah) tidak pernah tidur

Nasihat Bahasa Jawa oleh Kanjeng Kalijaga

Urip iku urup = Hidup itu menyala; hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik.

Memayung hayuning bawono, ambrasto dur hangkoro = Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah, dan tamak.

Suro diro joyo jayaningrat, lebur dining pangastuti = Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

Ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, sekti tanpo aji-aji, sugih tanpo bondho = Berjuang tanpa perlu membawa massa, menang tanpa merendahkan atau mempermalukan. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan, kaya tanpa didasari kebendaan.

Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan = Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

Ojo gummunan, ojo getunan, ojo kagetan, ojo aleman = Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut-kejut, jangan mudah kolokan atau manja.

Ojo ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman = Janganlah terobsesi atau terkukung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

Ojo kuminter mundal keblinger, ojo cidra mundak cilaka = Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

Ojo milik barang kang melok, aja mangro mundak kendo = Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah, jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

Ojo adigang, adigung, adiguna = Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.

Nah, itulah beberapa nasihat bahasa jawa tentang kehidupan beserta artinya yang dapat saya bagikan untuk Anda semua yang mencari nasehat dalam bahasa jawa. Demikian artikel yang dapat saya bagikan dan terima kasih.

Share this :

0 Response to "30+ Nasehat Bahasa Jawa Tentang Kehidupan dan Artinya"

Post a Comment