Kumpulan Cerita Pendek Tentang Pendidikan

Dalam materi pelajaran di sekolah, pastinya akan diajarkan berbagai materi pelajaran. Salah satunya adalah pelajaran Bahasa Indonesia, yang juga merupakan pelajaran wajib di sekolah. Di dalam materi palajaran bahasa Indonesia akan diajarkan mengenai materi dan bab-bab, salah satu diantaranya adalah mengenai bab cerita pendek (cerpen).

Cerpen adalah cerita atau kisah yang memiliki kisah tidak panjang atau memiliki kata yang kurang dari 10.000 dengan memberikan kesan tunggal dan ceritanya berpusat pada salah satu tokoh. Cerpen memiliki banyak sekali ciri-ciri yang bisa diketahui, mulai dari isi ceritanya sebagai besar berasal dari kehidupan sehari-hari dan biasanya merupakan pengelaman pribadi atau orang lain.

Selain itu cerpen tidak mengangkat atau mengambarkan semua kisah dari pelakukanya, karena cerpen hanya melukiskan masalah tunggal atau inti masalah. Tokoh yang ada di dalam cerpen biasanya mengalami sebuah konflik hingga ke masalah penyelesaian. Cerpen juga menggunakan kata yang sederhana ekonomis, sehingga mudah dikenal oleh para pembaca.


Banyak sekali contoh cerpen, mulai dari cerpen pengalaman hidup, sekolah, pendidikan, rumah, dan lain sebagainya. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh cerpen tentang pendidikan yang bisa Anda kutip dan jadikan referensi untuk tugas Anda.

1. Perjuangan Sang Pahlawan

Dipagi yang gelap gulita,aku dan sepeda tersayangku menuju hari yang baru.
seketika aku melihat bapak tua yang rumahnya sudah hampir rubuh,dan dengan sepedah ontelnya,ia ingin berangkat sama seperti ku menuju hari yang baru. ia seorang bapak yang ingin mengajar di SD letaknya dikota,sedangkan kota jauh dari rumahnya. aku pun terus memperhatikan bapak itu.
suatu ketika bapak itu menegurku.

" nak,,,sedang apa kau didepan pagar rumah ku?" kata bapak tua itu.!
" maaf pak,,saya penasaran dengan bapak sedang apa?". akupun menjawab pertanya bapak tua itu.!
"oouuhh... sini nak,masuk bapak sedang membetulkan sepeda tua milik alm.ayah bapak"..!!
"iyah pak,sungguh aku boleh masuk". aku menjawab dengan senyuman.!
"iyah nak,masuk saja''.
"assalamu'alaikum pak?
"wa'alaikum salam nak,kenapa di pagi yang masih gelap seperti ini kamu sudah keluar rumah nak,tidak takut terjadi apa-apa denganmu nak".!
"iya pak,saya ini masih Madrasah pak,saya ingin berangkat sekolah namun saya ingin lihat-lihat desa ini kalo sepagi ini pak hitung-hitung aku olah raga pak,diJakarta udaranya tak sejuk seperti ini..".
"oohh,,,kamu anak kota yang baru pindah kemarin yah nak?".
"iya pak,bapak sudah lama tinggal disini",. anak dan istri bapak kemana?". rasa ingin tau ku tentang bapak ini pun semangkin kuat.
"iya nak,bapak sudah lama tinggal disini,selama bapak lahir disini,anak dan istri bapak sudah meninggalkan bapak nak,sudah 2tahun yang lalu,bapak disini tinggal sendiri."
"maaf pak,aku membuat bapak sedih dengan pertanyaanku".
" tidak nak..!!! tak apa-apa..,kamu katanya ingin berangkat sekolah nanti kamu terlambat saja.?''. bapak tua ini untung saja mengingatkan ku.
"hhe.. iya pak hampir saja lupa,aku pamit ya pak,sepulangnya ku dari sekolah aku kesini lagi ya pak??
"iya nak,bapak tunggu.!"
"assalamu'alaikum pak?
"wa'alaikum salam nak,hati-hati yah di jalan?"
setelah ku berbincang-bincang,aku pun kembali mengoes sepedaku menuju sekolah.

waktunya pulang sekolah,aku capat-capat pulang sekolah dengan sepeda yang kencang untuk menuju rumah bapak tua itu,seketika sampainya aku,bapak itu belum pulang.
aku pun menunggunya.

lima menit aku menunggu bapak tua itu pulang.
"hey nak,sudah lama kamu menunggu?'
" tidak pak,"
"yasudah ayo masuk nak,"
" iya pak,bapak darimana?"
"maaf nak,tadi bapak mengajar murid-murid bapak yang kurang mampu".
"ou,dimana pak?"
"didesa sebelah".
"wah,jauh dong pak,memang tidak lelah pak? kan sangat jauh dari rumah bapak dan hanya menggunakan sepeda tua ini?"
" tidak nak,rasa lelah bapak sudah terganti dengan semangat anak-anak yang tak ada menyerahnya untuk menuntut ilmu."
"sungguh mulainya bapak ini".
"bisa saja kamu nak."

tiba-tiba bapak ini bantuk dan tak ada henti-hentinya.
"pak,bapak kenapa?"

aku pun segera menggambil teh hanggat".
"pak minum dulu,"
"terimakasih nak,bapak membuat kamu repot,"
"tidak pak,bapak sakit apa?".
" hanya kecapean saja nak".
"yasudah bapak istirahat saja,aku pulang nanti pak?,sebelumnya aku boleh pak menjadikan bapak sebagai orang tua ku?,aku disini tinggal bersama nenek dan kakek ku,kedua orang tua ku meninggalkan ku saat aku masih kecil."
"iya nak,kamu juga sudah bapak anggap seprti anak bapak sendri,sudah jangan bersedih bapak akan selalu ada untuk mu nak".
"sungguh pak?,.iyah pak aku pullang,bapak disini istrahat yah pak,jangan lupa makan",asslamu;alaikum pak?"
" wa'alaikum salam nak,"

sudah seminggu aku pun menjadi murid barunya untuk pelajaran tambahan. ke akraban pun seperti seorang anak dan ayah. dan ketika aku sedang bercanda dan bercerita tiba-tiba bapak tua ini berpesan kepadaku " nak,sekarang kau lihat aku menjadi tua,tubuhku sudah tak sanggup lagi untuk berdiri tegap,mataku pun sudah tak bisa melihat dengan jelas,ilmu yang telah ku berikan kepadamu,tetaplah kau kembangkan aku tau ilmu ku tak sehebatmu nak,namun bapak berpesan kepadamu Jangan mengeluh tentang harimu. Setiap harimu mungkin tak baik, namun percayalah ada sesuatu yg baik di setiap harimu.
aku pun binggung kenapa bapak bisa berkata itu?
"pak,bapak kenapa berkata seperti itu?"
"tidak nak,tidak apa-apa?,bapak boleh minta tolong nak?,buka pintu ada yang ingin masuk". bapak pun tersnyum.
"siapa pak?,kan tidak ada yang mengetuk pintu?"
"sudah nak,buka saja"
"tunggu sebentar yah pak".aku pun menuruti apa kata bapak itu.
"sudah pak,.!!! aku pun terkejud,ternyata tamu yang datang adalah malaikat yang ingin menjeput bapak,sungguh aku tak bisa menahan air mata ini,sunggu pahlawan ku.

Aku pun segera menaiki sepeda dan memberi tau kan kepada RT setempat, dan warga pun datang untuk membatu mengurusi pemakaman. aku pun tak sanggup menahan air mata ini. Kata-kata motivasi dan perjuangan hidupnya suatu pengalaman yang sanggat berjuang untuk menciptakan generasi yang maju.

Aku berjanji untuk bapak tua itu,suatu saat aku akan membanggun indonesia ini menjadi maju,dari ilmu yang belia berikan dan tekat nya untuk menjadikan ku sebagai murid yang cerdas meski aku baru mengenal beliau.

2. Pelajaran Yang Sangat Berharga

Roni adalah anak sekolah dasar.Pelajaran yang ia sukai adalah matematika. Dia dan kawan-kawannya sering belajar bersama,kadang-kadang belajar bersama,dengan suka ria.

Pernah disuatu saat Roni mengikuti lomba cerdas cermat. Setiap hari ia belajar tak henti, waktu bermainnya ia persempit. Pada saat berlomba ia disambut antusias oleh teman-temannya. Di tempat perlombaan banyak sekali orang-orang.disana ia melihat teman kecilnya, yaitu Santi. Ternyata Santi juga mengikuti lomba cerdas cermat. Sambil menunggu lomba di mulai mereka mengobrol.

Lomba dimulai, Saat sudah selesai lomba mereka tidak sabar menunggu siap pemenangnya. Pemenang di umumkan dan pemenang Juara satu adalah Roni, yang Juara dua adalah Santi. Kini susah payah Roni sudah terbayar yaitu menjadi pemenang dalam lomba tersebut.

3. Nasehat Ayah Kepada Anak

Burung berkicauan, di antara hempasan gelombang yang tinggi menerpa pantai. Nama ku fachri aku hanyalah anak seorang nelayan, penghasilan ayahku tidak terlalu tinggi, tapi kedua orangtua ku tetap berusaha menyuruh aku sekolah. Sejak SD aku didik untuk belajar, jadi tak heran jika aku sering juara kelas, setelah lulus SD, orangtua ku berhasil menyekolah kan aku di MTs alkautsar demi pemahaman gama islam, supaya kelak aku tau tentang agama.

Semangat belajarku meningkat sejak MTs, itu berkat dukungan orangtua ku, dan semenjak MTs ayah mengajarku berdebat menurut akal sehat, dan pada saat itulah aku tertarik di dunia hukum, yaitu menjadi seorang pengacara. Aku tau cita-cita menjadi seorang pengacara sangatlah berat, tapi itulah mimpi besarku yang ingin aku capai. Setamatnya di MTs aku melanjutkan sekolah menengah atas 13 BATAM (SMA 13 BATAM). Sangat beruntung aku mendapat beasiswa dari pemerintah berkat prestasiku, tidak sia-sia pengorbananku, dan aku sangat bangga bisa meringankan beban kedua orangtua ku. Semenjak di SMA inilah aku kenal dengan nama motivasi, ayahku seringkali memotivasi diriku yang membuat semangat belajarku makin membara, ada satu motivasi yang sampai sekarang paling ku ingat dari ayahku, ayah ku berkata kepada ku, “nak ayah ada satu nasehat untuk mu”
“apa tu yah…”
“pemuda yang baik adalah pemuda yang mampu mengatasi masalahnya sendiri, dan mampu membawa kehidupanya lebih baik, lewat kerja kerasnya sendiri, kamu lihat betapa banyak anak orang kaya yang berpoya-poya dengan harta orangtuanya pemuda semacam ini adalah pemuda yang pemalas, dilihat dari materi memang mereka bagus, tapi kalu dilihat dari usahanya sendiri sebenarnya mereka nol, tidak ada apa-apanya”.Mendengar kata sang ayah hati ku semakin membara penuh semangat, aku bertekat akan mengejar mimpi ku menjadi seorang pengacara, Alhamdulillah aku diterima kuliah di UIB aku masuk di bidang hukum, lewat ketekunanku berorganisasi dan belajar, akhirnya aku bisa mengejar mimipiku, dan aku berkata kepada ayahku, “ayah ini janji ku kepadamu, aku berhasil menjadi pemuda yang ayah katakan, aku berhasil lewat usaha ku sendiri”

4. Ayo Berangkat Sekolah

Mentari telah terbit di ufuk timur. Tapi Faisal masih saja tak beranjak dari tempat tidurnya. Burung-burung berkicauan menambah indahnya suasana pagi itu. Mentari semakin meninggi dan terlihat pagi ini sangat cerah.Faisal adalah murid kelas VII di SMP bina harapan.

Ia tampak malas untuk bangun, padahal hari ini adalah hari selasa yang artinya ia harus berangkat ke sekolah. Ibunya lekas membangunkan Faisal karena jam telah menunjukkan jam 6.15.Tapi ia tampak malas untuk bangun dan tak mau untuk sekolah lagi. Ibunya membangunkan Faisal tetapi ia masih saja berbaring di tempat tidur.

“Faisal tidak mau sekolah lagi bu,” jawab Faisal sambil menggeliat.
Ibunya bingung dengan sikap Faisal, padalah ia adalah anak rajin dan pandai di sekolah. “Kalau Faisal tidak sekolah, besuk mau jadi apa? Apa tidak kasihan dengan ibu?”, tanyaibunya.

“Tapi pendidikan saat ini sudah rusak bu, hanya orang-orang kaya yang mendapat pelayanan baik dari sekolah, sedangkan orang-orang miskin seperti kita sering dianggap bodoh dan nakal. Beasiswa juga hanya diberikan pada anak-anak pandai saja, lantas dimana tugas pendidikan untuk merubah sikap dan perilaku menjadi lebih baik bu? Akibat biaya pendidikan yang mahal sekarang ini, banyak pejabat yang korupsi dan akhirnya akan melahirkan koruptor-koruptor baru. Jadi apa gunanya Faisal sekolah lagi bu?”, bantah Faisal.

“Jadi Faisal prihatin dengan kondisi pendidikan saat ini? Lantas apa yang ingin Faisal lakukan untuk mengubahnya?”, Tanya ibu.
“Ya Faisal ingin mengubah sistem pendidikan dinegara ini bu”.
“Lantas bagaimana cara Faisal mewujudkan cita-cita tersebut?”, Ibu kembali bertanya.
“Ya dengan sekolah yang baik bu,” jawab Faisal.
“Nah itu Faisal tau. Sekarang lekas mandi dan berangkat ke sekolah ya nak”.

Akhirnya Faisal mau berangkat ke sekolah. Ibunya pun merasa lega anaknya mau berangkat kesekolah lagi. Beberapa menit kemudian Faisalsudah siap berangkat ke sekolah dan berpamitan kepada ibunya.

5. Tuhan Jadikan Aku Jenius

Awal kehidupan dari bawah tentunya juga akan mempunyai ilmu yang masih bawah. Keinginan menjadi Bintang belum terfikirkan dalam otakku. Karena masa kecilku aku masih hanya mengetahui hal-hal yang kecil ya seperti main, belajar. Dan dalam belajar saja aku masih dalam tahap meraih pintu ilmu dunia.

Guru yang paling setia mengajariku tak lain adalah ibuku sendiri saat TK meskipun aku sekolah aku jarang masuk otak karena biasalah guru killer. Dirumah akuu diajari ibuku menulis, membaca huruf demi huruf hingga aku bisa mencapai kalimat dan tentu bisa membaca cerita.

Saat aku memasuki SD kelas 1 awal aku beradaptasi di sekolah itu, selama 1 tahun aku tidak mencapai tingkat baik nilaku jelek pokoknya tidak memuaskanlah dilihat, tapi syukurnya aku naik kelas tentu ke kelas 2 ya. Di kelas 2 aku bisa mengerti hal-hal banyak tentu keinginan ya harapan disitulah dan saat itulah harapan muncul dari relung hatiku.

Aku belajar namun aku dari dulu aku tidak pernah belajar ngetril seperti tidak lihat tv aku selalu lihat tv dengan belajar namun aku selalu mudeng dan bisa. Di tingkatan kelas 2, peningkatan tampak saat itu yaitu aku mendapat ranking 4 hal yang tak disangka datang. Yang mulanya kelas 1 membaca saja masih kurang di kelas 2 aku bisa meraih peningkatan drastis.

Pergantian jenjang membuatku semakin dewasa tentunya dalam berfikir. Aku mempunyai harapan menjadi pintar. Dannnnn untuk jadi pintar di SD ku, saat itu sulit karena persaingan antar murid sungguh menantang karena teman-temanku anak yang pintar-pintar. Namun harapanku tak pernah pupus akan apa realita, yang ada aku selalu bisa masuk 5 besar/ 3 besar. Dan dari dulu angka keberuntunganku selalu 4 saat SD aku sering ranking 4 namun ranking 3 aja sekali dalam 6 tahun ( hmmm!!!).

Masa SD usai saatnya aku masuk jejang lebh tinggi SMP. Aku bisa masuk di SMPN 02 Batu. Disitu harapan besarrrrku bangkit. Aku selaaaaaluuu berharapan besar dan itu aku imbangi dengan belajar giat. Di masa SMP aku selau belajar belajar belajar saja aku jarang main keluar karena aku selalu dikamar terus. Setelah aku analisa persainganku di SMP lebih berat karena temanku semua pintar sekali jadi aku kayaknya harus bisa jadi no.1 nih di SMPN 02 Batu. Dari dulu impanku itu dan harapan terbesarku aku ingin ikut lomba hingga tingakat nasional/internasional.

Aku ingin seperti di tv-tv mereka bisa jadi terkenal karena kepintaran mereka dan katanya karena usaha giat belajar dan berdoa. Aku selalu mencobanya sampai-sampai 1 hari aku belajar 9 jam sambil nonton tv. Usahaku dan niatku besar untuk jadi terbaik terpintar menjadi bintang. Aku mempunyai harapan yang sangat besar untuk menjadi jenius.

Namun kenapa aku masih saja tidak jadi no.1 padahal aku orang yang punya semagat tinggi untuk menggapai cita-cita karena aku ingin mempunyai masa depa yang cerah yag baik. Aku tidak ingin menjadi anak yang ikut pergaulan bebas dan akhirnya masa depan cerahku tak bisa kudambakan lagi, aku tidak ingin menjadi seperti itu.

Setiap hari aku selalu berdoa kapan usahaku ini akan Tuhan hargai dan ia bisa memberikan hasil yang apa kuinginkan untukku. Hanya doalah yang bisa kucurahkan untuk Tuhan surat-surat kecil aku tujukan untuk Tuhan karena aku selalu menunggu jawaban darinya aku tidak pernah menyerah sebelum cita-citaku menjadi jenius no.1 di Indonesia bisa tercapai aku yakin ini bukanlah khayalan yang tidak bisa tercapai , karena keinginan itu tergantung dalam diri kita.

Usahaku, niatku, harapaku begitu besar aku tidak menyerah untuk menggapai semua ini aku ingin menjadi terbaik namun rasanya hasilnya akan begitu lama karena aku seperti diuji oleh Tuhan. Namun akankah dia mengabulkan harapanku ???. katanya Tuhan suka oleh hambanya yang pantang menyerah dan aku ingin buktikan aku adalah salah satu dari ucapannya.

Aku tidak akan menyerah menggapai apa yang terbaik untuk hidupku karena aku ingin hidup bahagia dan aku akan buktikan kepada seluruh dunia bahwa aku Agnes adalah seorang gadis yang akan bisa menjadi terbaik di Indonesia. Karena akulah berlian, emas Indonesia.

Namun kenapa orang lain selalu beraggap negatiif. Apalagi murid sekolah , harapan emas mereka selalu mengatakan yang inilah sensasi inilah khayalan tinggi yang fatamorgana deh. Aku selalu heran pada orang seperti itu apa dalam hati mereka , mereka tidak ingin punya masa depan cerah apa mereka tidak ingin jadi terbaik jadi pintar. Kenapa mereka hanyya memfikirkan kesenangan semata yang saat itu. Andai saja dunia dipenuhi manusia yang punya harapan tinggi dan pantang menyerah pasti dunia ini akan menjai bumi indah .

Cipt: Agnes Oktavia Inggar Damayanti

6. Jangan Pernah Menyerah

Hari ini pembagian rapor di sekolahku. Jujur, aku sangat deg-degan menunggu hasilnya. Semester lalu aku mendapat ranking 3. Sangat bagus bagiku. Bukannya bermaksud sombong, tetapi kelasku memang dipenuhi oleh orang-orang yang pintar dan cerdas. Aku takut, jika rankingku menurun..

Ternyata benar. Rankingku menurun. Perasaanku saat ini campur aduk. Sedih karena tidak bisa lebih baik dari sebelumnya, senang karena tidak keluar dari 10 besar, dan menyesal karena terlalu menyia-nyiakan waktuku.

Aku harus berjuang lebih giat..

Hari demi hari berlalu dengan baik. Aku meluangkan waktu setiap harinya untuk belajar. Bukan hanya sekedar untuk meningkatkan ranking, tapi aku tak mau mengecewakan orang-orang di sekitarku.. Mereka terlalu berharga.

Aku masih ingat beberapa ucapan orang-orang di sekitarku saat tahu tentang rankingku.
"Gapapa Na, semangat terus." Itu ucapan temanku.
"Yee aku bisa lebih dari kamu :v. Semangat Rena.. pasti bisa bangkit."

Itu kata sahabatku. Sedikit menyebalkan memang.
"Rena, jangan berhenti berprestasi ya. Aku tau kamu bisa lebih baik dari itu."
Ucapan kakak kelasku. Ah, terbaik.

Aku rasa ini bukan akhir dari segalanya. Segala masalah pasti ada jalan keluar, aku percaya itu.

Share this :

0 Response to "Kumpulan Cerita Pendek Tentang Pendidikan"

Post a Comment