Pengertian Halalan Thayyiban Dalam Islam Lengkap

Jelaskan pengertian halalan thayyiban - Islam merupakan sebuah agama yang didalamnya memberikan tuntunan yang sangat lengkap mengenai kehidupan manusia, termasuk dalam masalah makan dan minum. Dalam Surah Quraisy ayat 3-4 diterangkan bahwa Allah menjadikan kecukupan kebutuhan pangan sebagai salah satu sebab utama kenyamanan dalam beribadah.

Firman Allah Swt. dalam Surat Qurausy ayat 3-4: (Artinya): "maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah); Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan".

Nabi Muhammad Saw memberikan tuntunan dalam makan dan minum ini, seperti yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Perut adalah telaga bagi raga. Pembuluh-pembuluh darah berujung padanya. Jika perut sehat, pembuluh-pembuluh itu akan sehat. Sebaliknya, jika perut sakit, pembuluh darah pun akan ikut sakit" (HR Thabrani)

Baca: Pengertian Barakallahu Fiik

Sebagaimana kita ketahui dalam bidang kedokteran bahwa pembuluh darah juga memiliki pusat yaitu jantung. Bula jantung tidak sehat maka sehat pulalah fisik seseorang.


Berkenaan dengan hal ini, Imam al-Ghazali mengumpamakan urusan makanan dalam agama, ibarat fondasi pada sebuah bengunan. Menurutnya, jika fondasi itu kuat dan kokoh, maka bangunan itu pun akan berdiri tegak dan kokoh. Dmeikian sebaliknya, apabila pondasi itu lebih dan rapuh, niscaya bagunan itu pun akan ambruk dan runtuh.

Pengertian Halalan Thayyiban

Halalan Thayyiban adalah terdiri dari dua kata, yaitu "halalan" yang memiliki arti halal atau makanan yang lepas dan tidak terikat oleh hal-hal yang terlarang untuk dikonsumsi. Sedang kata "Thayyiban" yang memiliki arti baik, lezat, sehat, paling utama dan mententramkan. Jadi halalan thayyiban adalah makanan yang bebas tidak terikat oleh hal-hal yang menyebabkannya dilarang untuk dikonsumsi dan makanan tersebut dapat menyehatkan badan.

Al-Ghazali lalu mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani: "Perbaikilah makananmu, niscaya Allah akan mengabulkan doamu". Oleh karena uti dalam ajaran Islam kira hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan atau minuman yang jelas halal lagi baik (thayyib).

Allah Swt. berfirman, yang artinya: "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik (halalan thayyiban) dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Karena sesungguhnya setan itu adalah musuh nyata bagimu" (QS. al-Baqarah:168).

Baca: Pengertian arakallahu Fiikum

Islam menganjurkan bahwa dalam mengonsumsi makanan atau menuman, harus yang halal dan thayyib. Ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang makanan yang halal dan haram. Berikut pengertian halal dan juga thayyib.

Pengertian Halalan (Halal)

Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan Allah Swt. bagi manusia adalah mubah atau dibolehkan. Dengan kata lain, bahwa semua makanan pada dasarnya adalah halal sampai ada dalil yang menyebutkan bahwa makanan tersebut haram hukumnya untuk dikonsumsi.

Dalam kitab Mu'ham Mufradat Alfadh al-Qur'an al-Karim, al-Raghib al-Isfahani mengatakan bahwa kata halal, secara etimologi berasal dari kata halla-yahullu-hallan wa halalan wa hulalan yang berarti melepaskan, menguraikan, membubarkan, memecahkan, membebaskan dan membolehkan.

Sedangkan secara terminologi, kata halal mempunyai arti hal-hal yang boleh dan dapat dilakukan karena bebas atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya. Atau segala sesuatu yang bebas dari bahasa duniawi dan ukhrawi.

Dalam al-Qur'an, kata halal disebutkan untuk menjelaskan beberapa permasalahan seperti muamalah, kekeluargaan, perkawinan, dan terkait dengan masalah makanan ataupun rezeki. Namun demikian, kata halal tersebut lebih banyak digunakan dalam menerangkan masalah makanan, minuman dan rezeki.

Pengertian Thayyib (baik)

Kata Thayyib menurut al-isfahani adalah menunjukkan sesuatu yang benar-benar baik. Menurut al-Isfahani, pada dasarnya, kata ini berarti sesuatu yang dirasakan enak oleh indra dan jiwa, atau segala sesuatu selain yang menyakitkan dan menjijikkan. Sedangkan Ibnu Taimiyah menerangkan dalam kitab Majmu'Fatawa bahwa yang dimaksud dengan thayyib adalah yang membuat baik jasmani, rohani, akal dan akhlak manusia. Lawan kata thayyib adalah khabits yaitu sesuatu yang menjijikan dan dapat merusak fisik, psikis, akal dan akhlak seseorang.

Baca: Pengertian Ahlan wa Sahlan

Nah, itulah pengertian mengenai halalan thayyiban yang sering dikatakan oleh orang-orang muslim beserta pengertian setiap kata. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai pengertian kata dalam bahasa Arab dan semoga bermanfaat.

Share this :

0 Response to "Pengertian Halalan Thayyiban Dalam Islam Lengkap"

Post a Comment