Ayat Al-Qur'an dan Hadits Tentang Kejujuran Beserta Artinya

Hadits tentang kejujuran - Kejujuran adalah salah satu bagian sifat positif dari manusia. Jujur harganya sangat mahal dibandingkan dengan apa pun. Kejujuran sendiri terikat dengan hati nurani manusia dan itu merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah Swt. Kejujujuran merupakan sifat yang sangat baik dan ringan dibawa kemana-mana. Jujur bersumber dari hari dan merupakan kesesuaian antara hati, perilaku dan perkataan yang ditampilkan.

Sumber: muslim.or.id

Kejujuran berasal dari kata dasar jujur yang dalam bahasa Arab "As-Sidqu atau Sissiq yang memiliki arti benar, nyata atau berkata benar. Jujur adalah sikap seseorang yang menyatakan sesuatu dengan sesungguhnya secara benar dan apa adanya, tidak menambah-nambahkan ataupun menguranginya.

Baca: Pengertian Jujur, Pembagian, Ciri-Ciri, Manfaat, Hikmah, Penerapan

Surat Al-Maidah Ayat 8

Lafal Q.S. Al-Maidah, 5: 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Arab Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ kụnụ qawwāmīna lillāhi syuhadā`a bil-qisṭi wa lā yajrimannakum syana`ānu qaumin 'alā allā ta'dilụ, i'dilụ, huwa aqrabu lit-taqwā wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta'malụn

Terjemahan Q.S. Al-Maidah, 5: 8
Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Maidah, 5: 8)

Kandungan Q.S. Al-Maidah, 5: 8
Di antara kandungan Surat Al-Maidah Ayat 8, yaitu sebagai berikut.
  1. Perintah kepada orang mukmin agar melaksanakan amal dan pekerjaan mereka dengan cermat, jujur, dan ikhlas karena Allah Swt.
  2. Dalam persaksian harus adil, menerangkan apa yang sebenarnya, tanpa memandang siapa orangnya, sekalipun akan menguntungkan lawan dan merugikan sahabat atau kerabat sendiri.
  3. Kebencian terhadap suatu kaum tidak boleh mendorong seseorang untuk memberikan persaksian yang tidak adil dan tidak jujur.

Tafsir Q.S. Al-Maidah (5) Ayat 8
Ayat selanjutnya memberikan tuntunan agar umat Islam berlaku adil, tidak hanya kepada sesama umat Islam, tetapi juga kepada siapa saja walaupun kepada orang-orang yang tidak disukai. Wahai orangorang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan, yakni orang yang selalu dan bersungguh-sungguh menegakkan kebenaran, karena Allah, ketika kalian menjadi saksi maka bersaksilah dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, yakni kepada orang-orang kafir dan kepada siapa pun, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil terhadap mereka. Berlaku adillah kepada siapa pun, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, sungguh, Allah Mahateliti, Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, baik yang kamu lahirkan maupun yang kamu sembunyikan. (Tafsir oleh Kementrian Agama RI)

Surat At-Taubah Ayat 119

Lafal Q.S. At-Taubah, 9: 119

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ


Arab Latin: Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa kụnụ ma'aṣ-ṣādiqīn

Terjemahan Q.S. At-Taubah, 9: 119
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.

Kandungan Q.S. At-Taubah, 9: 119
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta melaksanakan syariat-Nya, laksanakanlah perintah-perintah Allah dan jauhilah larangan-larangan-Nya dalam segala yang kalian kerjakan dan kalian tinggalkan. Dan jadilah kalian bersama orang-orang yang benar dalam sumpah-sumpah mereka, janji-janji mereka dan dalam setiap urusan penting dari urusan-urusan mereka.

Di antara kandungan Q.S At-Taubah, 9: 119, yaitu sebagai berikut.
  1. Perintah Allah Swt. kepada orang beriman agar bertakwa kepada Allah Swt.
  2. Perintah untuk mencari teman atau menjalin hubungan dengan benar.

Tafsir Q.S. At-Taubah (9) Ayat 119
Kemudian ditegaskan bahwa orang-orang munafik itu hukumnya sama dengan orang-orang kafir, yakni tidak berhak memperoleh ampunan. Karena itu, diingatkan kepada beliau bahwa engkau, wahai Nabi Muhammad, memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka adalah sama saja. Ketetapan Allah telah terjadi bagi mereka, walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, bahkan tak terhitung jumlahnya, Allah tetap tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar, kafir, kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk dan bimbingan kepada orang-orang yang fasik, yaitu mereka yang keluar dari ketaatan kepada Allah.

Hadits dari Abdullah bin Mas'ud ra.


عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابً

Artinya: Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra., Rasulullah saw. bersabda, "Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surga. Dan senantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi  Allah Swt. sebagai pendusta." (H.R. Muslim)

Kandungan Hadits
Di antara kandungan hadits di atas adalah sebagai berikut.
  1. Perintah berlaku jujur karena kejujuran menuntun kepada kebenaran dan kebenaran menuntun ke surga.
  2. Orang yang berlaku jujur dan selalu jujur dicatat di sisi Allah Swt. sebagai orang yang jujur.
  3. Larangan berlaku dusta karena dusta menuntun kepada kejahatan dan kejahatan menuntun ke neraka.
  4. Orang yang dusta dan selalu dusta dicatat di sisi Allah Swt. sebagai pendusta.

Nah, itulah ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits tentang perintah jujur (kejujuran), semoga artikel di atas bisa menambah wawasan Anda lebih dalam mengenai kejujuran dan juga bisa Anda jadikan referensi. Sekian dan semoga bermanfaat.

Referensi:
https://tafsirweb.com/
https://quran.kemenag.go.id/
https://almanhaj.or.id/

Share this :

0 Response to "Ayat Al-Qur'an dan Hadits Tentang Kejujuran Beserta Artinya"

Post a Comment