Bi idznillah (Biidznillah): Tulisan Arab, Artinya dan Pengunaannya

Dalam agama Islam, banyak kalimat yang berasal dari bahasa Arab yang diadaptasikan ke dalam percakapan sehari-hari. Contohnya saja kalimat "Innalillahi Wainnailaihi Roji'un" yang sekarang banyak digunakan oleh orang Indonesia untuk menyatakan duka ketika mendengar ada orang yang meninggal dunia.

Selain itu, masih banyak sekali kalimat dalam bahasa Arab yang digunakan di Indonesia, walaupun itu tidak wajib dan hanya digunakan untuk percakapan saja. Contoh lainnya adalah Alhamdulillah ‘ala Kulli Hal, yang memiliki arti Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan. Kebanyakan kata atau kalimat tersebut banyak digunakan dalam sebuah organisasi yang bersifat kegamaan (islami)

Kalimat yang juga sering digunakan dalam percakapan bernuansa agama adalah Bi idznillah atau Biidznillah. Lalu apa arti dari kalimat tersebut yang berasal dari bahasa Arab dan apa ada di dalam Al-Qur'an? berikut informasinya.

Arti dari Kalimat Bi idznillah

Kalimat Biidznillah atau dalam bahasa Arab (بِإِذْنِ اللَّهِ) memilik arti "Dengan izin Allah" atau "Atas izin Allah". Kalimat tersebut digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang manusia tidak mampu memasukinya atau berkuasa atasnya, namun terjadi menurut pengaturan di luar kehendak manusia.

Kalimat "biidznillah" pada dasarnya berasal dari kata "idznillah" yang jika diterjemahkan memiliki arti izin. Kata izin sendiri dalam bahasa Indonesia memiliki dua pengertian yaitu meminta dan meluluskan. Namun, kalimat bi idznillah lebih condong ke atas kehendak Allah, hampir mirip seperti "In Sya' Allah"

Ucapan "biiznillah" bersifat spesifik dan sangat memperlihatkan pengharapan besar. Sedangkan “Insya Allah” sifatnya lebih umum. Penggunaannya misalnya bisa diterapkan pada, “Jangan lupa ya, nanti malam datang.” Kita bisa menjawab, “Ya, insya Allah.”

Jadi, Pengertian kalimat "biidznillah" lebih mengacu kepada permohonan, meminta pertolongan dan juga bantuan atau upaya dari Allah terhadap makhluknya.


Sehingga kalimat "tidak ada sesuatu terjadi kecuali dengan izin Allah" (illa bi idznillah), kerap kali disalah pahami dengan menafsirkan bahwa segala sesuatu terjadi karena memang sudah bilang dan sudah diridhai Allah (“RADHIYALLAH”).

Padahal bukan begitu Idzni (yang diterjemahkan dengan kata izin), memiliki makna bahwa sebuah kejadian bisa terjadi hanya jika Allah mengizinkan itu terjadi, artinya ini kalimat lampau, dimana tidak ada istilah Allah mengizinkan orang atau syetan mau berbuat buruk, tetapi yang terjadi adalah bahwa Allah melarang niat buruk namun manusianya nekat melakukan sehingga terperosoklah ia ke kobangan atau kedalam awan  keburukan yang digalinya sendiri.

Sehingga dalam hal ini pengertian Idzni nya adalah bahwa Allah tidak ada urusan izin berizin dengan tindakan manusia, tetapi Allah itu menciptakan awan atau alam keburukan sesuai Qadla-Qadar-Taqdir-Nya yang merupakan azab sebagai akibat bagi yang memilih keburukan, sehingga Allah mengizinkan kepada “kekuatan alam keburukan” itu untuk meliputinya / menjaringnya, sehingga dirasakan efeknya oleh orang tersebut atau oleh pelakunya

Contoh Penggunaan Kalimat Biidznillâh 

Dalam kitab suci Al-Qur'an sudah diberikan contoh bagaimana penggunaan kalimat biidznillâh, berikut diantaranya.

Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 97:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Latin: Qul man kaana ‘aduu-wan lijibriila fa-innahu nazzalahu ‘ala qalbika biidznillahi mushaddiqan limaa baina yadaihi wahudan wabusyra lilmu’miniin

Artinya: "Barang siapa yang menjadi musuh bagi Jibril, maka sesungguhnya dialah (Jibril) yang menurunkan (al-Qur’an) ke dalam hatimu (Muhammad) biidznillah (dengan izin Allah), membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman."

Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 97 oleh Quraish Shihab

Sebagian mereka beranggapan bahwa mereka memusuhi dan ingkar terhadap al-Qur'ân karena mereka adalah musuh-musuh Jibrîl yang telah menyampaikan kitab ini kepadamu. Maka katakanlah kepada mereka, wahai Nabi, "Barangsiapa yang menjadi musuh Jibrîl, maka ia adalah musuh Allah. Sebab, Jibrîl tidak membawa kitab ini dari dirinya sendiri, tetapi ia menurunkannya atas perintah Allah untuk membenarkan kitab-kitab samawi yang terdahulu dan juga untuk membenarkan kitab mereka sendiri. Juga sebagai petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman."

Nah, itulah informasi mengenai kalimat Bi idznillah dalam bahasa Arab, artinya dan penggunaannya yang benar. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai salah satu kalimat dalam bahasa Arab dan semoga bermanfaat.

Share this :

0 Response to "Bi idznillah (Biidznillah): Tulisan Arab, Artinya dan Pengunaannya"

Post a Comment