Kumpulan Contoh Cerita Pendek Tentang Persahabatan Sejati

Cerpen atau cerita pendek adalah salah satu jenis dari karya sastra yang berbentuk prosa dan sifatnya fiktif. Cerita pendek menceritakan atau menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas dan tidak panjang seperti cerita pada umumnya, serta di dalamnya terjadi berbagai konflik dan diakhiri dengan penyelesaian atau solusi dari masalah yang sedang dihadapi tokoh.

seperti halnya karya sastra lain, cerpen atau cerita pendek juga mempunyai ciri-ciri sendiri, yaitu seperti jumlah kata kurang dari 10.000 kata, sekali dibaca sekali duduk, bersifat fiktif, cerita berasal dari kehidupan sehari-hari, bentuk tulisan singkat/ringkas, dan penokohan di dalam cerita pendek sangat sederhana.

Cerita pendek bisa dibuat dengan berbagai tema yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengenai persabahatan, pendidikan, pengalaman pribadi, dan lain sebagainya. Nah, berikut ini adalah 10 contoh cerita pendek yang bisa Anda kutip untuk tugas Anda.

1. Kepergian Sahabatku


Dia sering mengajakku kerumah-nya, dan aku pun sering mengajak nya kerumahku. Ia bernama DINDA dan aku bernama DITA. Aku suka bercerita tentang hidupku kepadanya,itu karna ia bisa memberiku nasihat dan membuatku semangat, biarpun di ejek teman-temanku.

Dinda adalah tipe orang peceria, ia selalu ceria biar ada yang nakal kepada-nya ataupun jail, tidak seperti aku Cuma di ejek aja aku sudah merasa ... eeeeehhhhmmmm.

Pada suatu hari Dinda mengajakku jalan-jalan ke tempat bermain, aku saaaangat senang, kami bermain sepuas-nya, semua permainan kami coba, mulai dari komedi putar hingga roller coaster. Kami bermain sampai-sampai lupa waktu.

Sekarang sudah sore, akhirnya kami pulang kerumah masing-masing. Selama aku tetap bersamanya, hidupku akan terasa senang dan bahagia, biar diejek teman-temanku, karena ada dinda yang selalu menghiburku.

Tapi, pada suatu hari ia tak hadir ke sekolah, sehabis pulang sekolah aku kerumah-nya. Tapi apaa? dirumahnya pun kosong, aku sangat bingung, kenapa hari ini dinda tak ada, biasanya kalau ia mau pergi ia selalu memberi tahuku. tapi kali ini tidak.

Aku bingung sekali. Besok harinya, disekolah dinda masih tidak hadir. Aku pun kembali lagi kerumah-nya ,dan masih tidak ada orang-nya. Besok hari nya lagi disekolah ia tetap tidak hadir, kambali lagi aku kerumah-nya dan masih tidak ada.

Setiap hari aku menunggnya di sekolah tapi ia tak kunjung hadir. Setiap hari pun aku kerumahnya, dan dirumah-nya masih tak ada orang-nya. Akhirnya, hari-hariku, ku lewati sendirian, tidak lagi bersamanya, hari-hari pun berjalan dengan buruk. Teman-temanku tak ada yang mau menjadi temanku, mungkin…itu karna hidupku yang miskin. :'(

2. Persahabatan Sejati

Aku mulai mengenalnya ketika aku duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Tetapi aku dengan dia tidak terlalu akrab. Barulah ketika memasuki kelas 6 SD, aku menjalin persahabatan yang erat dengan dia.

Sebut saja nama sahabatku itu Santi. Menurutku Santi adalah sosok sahabat yang baik, ceria dan perhatian. Tetapi, sifat yang ku benci dari dia adalah suka ngejahilin teman-temannya. Aku pun tak luput terkena sasaran kejahilan dia kadang aku pun merasa jengkel karena ulahnya itu.

Tetapi, biarpun begitu kami tetap menjalin persahabatan yang sangat baik. Kami pun sering bermain bersama, belajar bersama dan pergi mengaji pun bersama-sama. Ketika tamat SD, kami pun memasuki sekolah yang sama pula. Cuma bedanya adalah ketika SD kami satu kelas tetapi di SMP kami berlainan kelas.

Namun, biarpun seperti itu kami, kami tidak saling melupakan. Walaupun aku dan Santi mempunyai teman-teman baru, namun persahabatanku dengannya tetap harmonis seperti dulu. Bahkan aku mempunyai banyak teman karena teman-temannya Santi menjadi temanku juga.

3. Persahabatan 3 Serangkai Yang Mulai Memudar


Namaku Lintang, aku punya 2 sahabat yang bernama Dewi dan Wulan. Kami sudah sangat lama menjalin hubungan persahabatan. Bahkan, kami mempunyai grup untuk persahabatan kami yang bernama “3 Serangkai”.

Setiap hari, kami selalu bersama. Namun, karena kami masing masing masih belajar, pertemuan kami pun jadi terbatas. Hanya malam minggu kita ketemuan. Saking jarangnya, Ada salah satu dari kami yang mengkhianati grup persahabatan kami. Dialah Dewi, Sahabat yang sudah aku dan Wulan anggap BFF, ternyata mengkhianati persahabatan kami.

Dewi mempunyai teman selain aku dan Wulan. Namanya Indah. Entah kenapa setelah kami jarang bertemu dan berkumpul, Dewi malah main terus sama Indah. Bukan itu saja, mereka juga membuat grup “2 Kembaran”.

Saat liburan, kami kembali berkumpul. Namun, ada yang aneh. Dewi sangat erat dengan Indah. Dewi pun, berubah drastis setelah bertemu Indah. Contohnya saja, Dewi cuek terhadap aku dan Wulan. Sontak aku dan Dewi sakit hati. Aku dan Wulan sering chatting bersama mengenai Dewi.

Lintang: Kenapa ya sekarang Dewi berubah sama kita?
Wulan: Iya, aku juga ngrasa aneh sama Dewi, mungkin karena kita jarang ketemu kali ya?

Ternyata oh Ternyata, Dewi dihasut oleh Indah temtang hal hal yang tidak faktual. Aku dan Wulan langsung sakit hati. Setelah kami klarifikasi, semua kembali normal.

4. Persahabatan Yang Hancur Karena Cinta


Oleh: Arum Nadia Hafifi

Cinta itu memang kadang membuat orang lupa akan segalanya. Karena cinta kita relakan apapun yang kita miliki. Bagi kaum wanita mencintai itu lebih baik daripada dicintai. Jangan terlalu mengharapkan sesorang yang belum tentu mencintai kita tapi terimalah orang yang sudah mencintai kita apa adanya. Mencintai tapi tak dicintai itu seperti olahraga lama-lama supaya kurus tapi hasilnya nggak kurus-kurus. Belajarlah mencintai diri sendiri sebelum anda mencintai orang lain.

Gue Amel siswa kelas X. Dulu gue selalu menolak dan mengabaikan orang yang mencintai gue, tapi sekarang malah tebalik gue selalu diabaikan sama orang yang gue cintai.

Gue suka sama teman sekelas gue dan plus dia itu teman dekat gue, udah lumayan lamalah. Cowok itu namanya Nino anak rohis. Gue suka sama dia berawal dari perkenalan terus berteman lama-lama dekat dan akhirnya gue jadi jatuh cinta gini.

Oh iya gue punya temen namanya Arum, dia temen gue dari SMP. Arum gue dan Nino itu berteman dekat sejak masuk SMA.

Suatu hari gue ngeliat Arum sama Nino itu bercanda bareng dan mereka akrab banget seperti orang pacaran. Jujur gue cemburu, tapi gue nyembunyiinn itu dari Arum.

Lama-lama capek juga mendam rasa suka kayak gini. Akhirnya gue mutusin untuk cerita sama Arum.

``Rummmm gue mau ngomong sesuatu, tapi jangan bilang siapa-siapa``
``Ngomong apa?`` tanya Arum
`` Jujur gue suka sama Nino udah lama, dan gue cemburu kalo lo dekat sama Nino!`` Jawab
Amel

`` Lo suka Nino? Serius?`` Tanya Arum
`` Iya, tapi lo jangan bilang Ninonya`` gertak Amel
`` Iyaiya maaf ya kalo gue udah buat lo cemburu``
`` Okee ``

Amel makin lama makin dekat dan Amel susah untuk ngelupain Nino. Amel berfikir Nino nggak akan pernah jatuh cinta sama Amel. Walau Amel udah ngerasa seperti itu tapi dia tetap berjuang. Tanpa disadari Arum ternyata juga suka sama Nino.

Amel mengetahui kalo Arum suka sama Nino. Nggak disengaja Amel membaca buku diary Arum. Disitu tertulis curhatan Arum tentang perasaannya kepada Nino.

Setelah Amel membaca buku diary Arum, dia merasa kecewa karena temen sendiri juga suka sama cowok yang sama. Tapi Amel berfikir rasa suka itu datangnya tiba-tiba jadi siapa pun berhak untuk suka sama Nino. Amel tetap terus berjuang mengambil hati Nino, walau harapanya kecil.

Di taman sekolah Amel melihat Arum dan Nino sedang berincang-bincang, tapi ini beda mereka terlihat serius. Amel penasaran dan akhirnya ia nguping dibalik pohon.

``Ruummm gue suka sama lo, lo mau nggak jadi pacar gue?`` Tanya Nino

Arum kaget dia bingung harus jawab apa, tapi akhirnya Arum menerima Nino jadi pacarnya tanpa memikirkan perasaan Amel sahabatnya sendiri.

`` Iya aku mau`` Jawab Arum

Amel yang mendengar jawaban Arum dibalik pohon kaget, dia tak menyangka sahabatnya akan tega. Tanpa berfikir Amel keluar dari belakang pohon.

`` Rumm lo pacaran sama Nino? Congrast ya lo udah bikin gue sakit hati``
Arum dan Nino kaget tiba-tiba Amel muncul dari belakang pohon dan bilang sperti itu.
`` Maafin gue Mell, tapi gue cinta sama Nino``
`` Yaudahlah ``

Amel langsung pergi meninggalkan Arum dan Nino. Perasaanya campur aduk nggak karuan, dia masih bingung kenapa temannya tega melakukan hal itu. Padahal Arum tau kalo Amel udah lama ngejar-ngejar Nino.

Persahabatan bisa hancur begitu saja karena cinta. Utamakan sahabat mu daripada pacarmu karena orang yang bakal selalu ada disaat kamu senang dan susah itu sahabat. Persahabatn yang dijalin cukup lama bisa hancur seketika karena masalah cinta.

5. Sahabat yang Hilang


Oleh: Riana Jeany Nurhasanah

Disuatu sekolah ada dua orang yang memiliki persahabatan yang bernama Risa dan Salki. Mereka berdua sangat akrab. Dimana ada Risa disitu juga ada Salki dan sebaliknya dimana ada Salki disitu juga ada Risa. Mereka selalu berdua jika kemana-mana mulai dari jajan bareng, belajar bareng, duduk bareng sampai ada satu teman yang iri melihat keakraban Risa dan Salki yang bernama Kia.

Kia selalu mencari cara agar Risa dan Salki terpisah tetapi Risa dan Salki bisa menghindari cara Kia untuk menghancurkan persahabatan mereka. Sampai akhirnya mereka naik kelas menjadi kelas 4 karena awalnya mereka kelas 3. Tetapi kenaikan kelas itu menjadi cobaan terbesar bagi Risa karena Risa dan Salki terpisah kelas nya. Risa dikelas 4.1 sedangkan Salki dikelas 4.2. Setelah mereka naik kelas Risa dan Salki jadi jarang bertemu.

Dikelas 4 Risa mendapat teman baru yang bernama Dhena. Begitu pun Salki dia mendapat teman baru yang bernama Luya. Mereka pun berteman bersama teman barunya hingga mereka naik ke kelas 5. Di kelas 5 mereka pun terpisah Risa di kelas 5.1, Salki di kelas 5.2, Luya di kelas 5.1, dan Dhena di kelas 5.2.

Dhena sekelas bersama Salki sehingga mereka pun bersahabat seperti persahabatan Risa dan Salki. Dan begitu juga pada Risa, Risa mendapat dua teman baru bernama Firma dan Mindi. Mereka bertiga menjadi sahabat. Ternyata walaupun Risa sudah mempunyai sahabat dan teman baru Risa tidak melupakan cerita-cerita Risa dan Salki namun sebaliknya karena Salki mempunyai sahabat baru dia sampai lupa kebersamaannya bersama Risa. Sampai akhirnya Risa, Salki, Dhena, Firma dan Mindi naik ke kelas 6.

Di kelas 6 ternyata Risa, Dhena dan Salki satu kelas yaitu kelas 6.2. Di kelas 6 Salki semakin berubah malahan Salki tidak peduli dengan Risa karena saking sibuknya persahabatannya dengan Dhena. Tetapi Risa tetap saja berusaha untuk membuat Salki menjadi sahabatnya lagi karena dikira Risa Salki belum memiliki sahabat baru. Dan ternyata Dhena menyembunyikan persahabatannya dengan Salki dikarenakan tidak ingin menyakiti Risa.

Tetapi semakin hari Salki semakin jauh dengan Risa akhirnya Risa mengetahui persahabatan Salki dan Dhena, Risa pun merasa terpukul karena itu. Dikarenakan orang yang selalu bersamanya ternyata sudah pergi meninggalkannya dengan cara seperti itu. Padahal Risa selalu memberikan yang terbaik agar dia bisa bersahabat dengan Salki lagi namun semua usaha itu sudah tidak ada gunanya lagi karena Salki sudah benar-benar bersama Dhena dan tidak bisa dipisahkan lagi.

Tapi setelah dia mengetahui itu. Risa tetap baik kepada Dhena seolah-olah Risa belum tau bahwa Salki dan Dhena bersahabat. Sampai akhirnya mereka melakukan kegiatan Lepas Kenang dan di kegiatan itu murid-murid disuruh membuat kelompok yang berisi lima orang.

Akhirnya Risa, Salki, Dhena, Luya, dan Nalia membuat kelompok. Di kelompok itu sebenarnya Risa dan yang lainnya tidak ingin ada Nalia tapi karena ini perintah guru maka apa boleh buat Nalia pun masuk kelompok mereka. Bahkan di kegiatan itu Salki dan Dhena selalu bersama mulai dari makan bareng, tidur bareng, dan lain-lain.

Sampai akhirnya pemberitahuan kelulusan dan akhirnya mereka semua lulus satu angkatan mereka angkatan 13 di SDIT Internasional School. Dan mereka pun masuk SMP ada yang di SMPN 4, di MTS, di SMPIT Internasional school dan SMP lainnya. Risa satu SMP dengan Dhena tapi mereka berdua tidak satu sekolah dengan Salki karena Salki bersekolah di MTSN 38 dan setelah itu Salki pun menghilang begitu saja dari kehidupan Risa.

6. Persahabatan di SMP


Masuk SMP adalah hal yang wajar, tapi aku harus berpisah dengan teman teman SD-ku, sekolah, dan juga Bpk/Ibu Guru. Waktu MOS berakhir dan waktunya pembagian kelas, aku pun mendapatkan kelas 7B. Ya kelas yang cukup bagus. Aku pun tidak tahu akan satu meja dengan siapa, karena tidak ada teman SD ku yang satu kelas denganku.

Aku pun akhirnya duduk dengan Adelia. Aku dan Dia berkenalan dan bercerita tentang SD, keluarga dan rumah. Setelah beberapa bulan aku sudah mengenal semua teman satu kelas. Dan waktu itu juga Aku dan Adelia tidak satu meja lagi, lalu aku duduk dengan Hesti.

Tak terasa sebentar lagi UTS Semester 1, aku pun sibuk belajar agar nilai UTS baik dan memuaskan. Aku ada rasa kagum dengan salah seorang temanku, namanya Pounda. Dia juga idola anak perempuan kelas 7. Aku kagum, karena Dia itu pandai dalam bermain bulutangkis.

Dia sering ke luar kota untuk mengikuti perlombaan bulutangkis. Akibatnya, Dia sering ketinggalan pelajaran dan waktu belajarnya juga tersita untuk berlatih bulutangkis. Aku juga sering memperhatikan Dia saat pelajaran berlangsung, Dia sepertinya tidak fokus terhadap pelajaran dan sedang memikirkan sesuatu. Aku juga tidak tahu apa yang Ia pikirkan.

Besok adalah hari pertama UTS, aku dan Dia satu kelas, yaitu kelas 9G. Hari pertama dan hari selanjutnya dapat aku jalani dengan baik. UTS pun berakhir, saatnya penantian hasil UTS. aku takut, khawatir dan deg-degan. Hasilnya, aku menjadi ranking 1, akhirnya keinginanku dapat tercapai dan perjuanganku tidak sia-sia.

Tapi, Si Pounda hasilnya tidak memuaskan, Ia mendapatkan ranking 28 atau ranking 2 dari belakang. Aku juga mendukung Dia, agar Ia tidak putus asa dan tetap semangat. Aku juga sering mengingatkan Dia kalau ada tugas maupun PR. Dan temen temen satu kelas menduga kalau aku suka dengan Pounda, tapi aku hanya menganggap Dia sebagai seorang sahabat. Ya semoga persahabatan antara Aku dan Pounda akan terus terjalin dengan baik.

7. Hari Ini Esok Dan Selamanya


Waktu seakan cepat berlalu, langkah kaki kini tak lagi sama. Aku selalu bingung dan selalu ingin bertanya pada tuhan. Apa arti dari sebuah persahabtan yang indah dan abadi? Adakah sahabat sejati itu? “hai ri?” sebuah suara memecahkan lamunanku. Pemilik suara itu adalah, milik sahabatku seli. Tetapi bagiku dia hanyalah seorang yang ada ketika aku tertawa, namun pergi ketika aku menangis.

“ada apa sel?”
“mmmm kamu udah ngerjain pr matematika belum?”
“udah, emangnya kenapa?”
“boleh dong?”

Ya, aku tau sebab mengapa dia bertanya seperti itu. Dia datang karena dia sedang membutuhkanku. Kriiinngg… Suara bel pulang sekolah. Terlihat anak-anak smp negri 1 pangkalan berhamburan keluar kelas. Laangkahku masih terasa lesu dengan pertanyaan pertanyaan yang belum satu orang pun bisa menjawabnya. Bahkan aku sendiri yang membuat pertanyaan itu.

Tuhan adakah sahabat sejati itu? “aku berharap hari ini aku dapat menemukan dia.. Dia sahabat sejatiku. Bukan dia yang sudah lama di sampingku namun pergi ketika tangisan membasuhi pipiku. Walau singkat pertemuan, tapi aku ingin selamanya dia ada dalam setiap tangisan, tawa, duka, suka yang akan menghiasi hari hariku.

Tuhan aku mohon...” gumamku dalam langkah yang tak lagi sama
Tanpa sadar “bruuukkk”

Semua isi tas ku berhamburan keluar, secara bersamaan orang yang ku tabrak pun membantuku untuk berdiri. Setelah bola mataku menatap wajah dia yang membantuku berdiri, heningan serta sepenggal kenangan terlintas dalam benakku (Flashback).

“Dian, perginya berapa lama?” tanyaku dengan wajah mungil 5 tahun
“Aku berangkatnya cuma segini, kok.. Riri gak usah takut, kita kan punya janji sahabat hari ini esok dan selamanya” jawab dian sambil menunjukan 7 jarinya, entah itu tujuh hari, tujuh bulan atau bahkan tujuh tahun.

Karena saat itu wajah wajah polos masih terpasang dalam wajahku dan dian sahabat kecilku. Diam, hening, haru kini terpadu dalam sanubariku ketika aku berhadapan kembali dengan sahabat kecilku dian. Ya, sekarang aku tau jawabannya, tujuh tahun dia pergi meninggalkanku.

Terima kasih tuhan, pertanyaan itu kini terjawab oleh kenangan “sahabat hari ini esok dan selamanya” janji itu dia balas hari ini. Mungkin waktu telah aku buang percuma dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat waktuku terbuang.

Di dekatku.. Di hatiku ada sepenggal memori yang akan selalu ku simpan yaitu “sahabat hari ini esok dan selamanya”.

8. Sahabat Saya Hari Ini


Ada dua orang sahabat berjalan melalui padang gurun. Dalam perjalanan mereka bertengkar, dan salah satu sahabat menampar wajah yang lain. Orang yang ditampar terluka, tapi tanpa berkata apa-apa, dia menulis di pasir "Hari ini sahabat saya menampar wajah saya".

Mereka terus berjalan sampai mereka menemukan sebuah oasis, dan mereka memutuskan untuk mandi. Mereka tidak tahu kalau di oasis itu ada lumpur hidup yang sudah menelan banyak korban. Orang yang telah ditampar tadi terjebak dalam lumpur dan mulai tenggelam, tapi sahabat yang menamparnya dengan sigap menarik tangannya serta menyelamatkannya.

Setelah sadar dan mulai pulih, orang yang hampir tenggelam tadi mengukir di atas batu "Hari ini sahabat saya menyelamatkan hidup saya". Sahabat yang telah menampar dan menyelamatkannya bertanya, "Setelah saya menyakitimu, Kamu menulis di pasir dan sekarang, Kamu menulis di atas batu, kenapa?"

Jawab sahabat lainnya "Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menuliskannya di pasir sehingga angin pengampunan dapat menghapusnya pergi.

Tapi, ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik bagi kita, kita harus mengukirnya di batu sehingga angin tidak akan pernah bisa menghapusnya."

9. Persahabatan yang Indah

Aku Virda, aku beruntung mempunyai sahabat yang selalu ada untukku, kami melewati suka duka bersama. Suatu ketika aku dan sahabatku bertengkar karena masalah yang kuanggap sepele, semua itu baru kusadari bahwa sahabatku sangat penting bagiku.

Suatu hari aku pergi ke mall bersama sahabatku, aku menyuruhnya membawa belanjaanku, dan ternyata belanjaanku yang dibawanya tertinggal. Saat itu juga aku marahi dia dengan perkataan yang kasar karena keegoisanku.

“Vir, tolong pegang belajaan ku ini ya, soalnya berat banget” Kataku.
“Iya sini aku bantu bawa belanjaannya, takut kamu keberatan” Katanya.
“Siap, kamu memang sahabatku yang paling pengertian” Jawabku.

“Haha iyalah sesama sahabat memang seharusnya saling membantu” Jawabnya sambil tersenyum. Sembari berpelukan.

“Kamu lapar ngga?” Tanyanya
“Lapar si, mulai keruyukan nih perut” Jawabku.
“Makan yuk! sekarang aku yang traktir, aku juga lapar” Sambil menatapku dengan lemas.
“Hmm ya sudah ayoo” Jawabku.

10. Sahabat Sejati

Awalnya aku tidak percaya sahabat sejati itu memang ada, sama sekali tidak percaya! Bagiku semua itu bulshit adanya. Sahabat yang selalu ada untukku, berbagi suka duka bersama, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan, bagiku tidak pernah ada di dunia ini. Satu pun tidak akan pernah ada. Semua akan hilang dan meninggalkanku!

Tapi, suatu ketika ada sebuah rahasia besar yang mengubah paradigmaku mengenai sahabat sejati. Ada yang terlupakan dari semua ini. Terselip begitu saja. Aku mengacuhkan hal berharga itu. Aku memang masih memahami konsep sahabat sejati hanya hoax belaka, kecuali, dengan satu kemungkinan: jika kau membuka hatimu untuk menerima sesuatu yang riskan itu, sahabat sejati itu mungkin bukanlah sebuah omong kosong belaka.

Aku berdiri mematung di kantin. Bergeming seraya fokus melihat dengan pandangan jijik. Sosis merah dilumuri saus yang seolah – olah menggiurkan, bakso yang begitu kenyal, keripik yang rasanya sangat gurih, mie yang terlihat sangat liat sekali, dan otak – otak yang tak ubahnya seperti makanan – makanan rusak. Aku begitu phobia melihat makanan – makanan itu. Ya, baru melihatnya saja aku sudah seperti itu, apalagi memakananya, dijamin aku akan koma beberapa bulan!

Semua makanan rusak itu begituku benci, karena gara – gara makanan – makanan itu sahabatku, Anita, meninggal dunia! Anita, sahabat terbaikku (dan kupikir juga sahabat sejatiku), terkena kanker otak yang disebabkan oleh makanan – makanan yang  banyak mengandung boraks, formalin, dan entah bahan kimia apa yang terkandung di dalamnya. Dokter mendiagnosis di dalam tubuhnya sudah ada 6 g boraks yang mengendap sejak bertahun – tahun (itu belum termasuk zat – zat kimia lainnya seperti, pewarna dan pengawet).

Sel – sel kanker yang ada di tubuh Anita berkembang begitu cepat. Daya tahan tubuhnya juga tak kuat menahan serangan demi serangan yang diluncurkan oleh racun –racun itu. Ditambah lagi Anita tidak suka makan sayur – sayuran dan buah – buahan. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Dan, semenjak saat itu aku begitu membenci makanan itu. Makanan rusak itu.

“Rara …” Yani teman sekelasku, kelas 7.8 tepatnya, berlari kearahku. Rambut panjangnya yang digerai bergoyang – goyang di terpa angin. Menurutku ia cukup manis. “Jajan, yuk.  Aku punya uang jajan lebih, nih. Hasil lomba pidato kemarin. Aku ingin mentraktir kamu. Syukur – syukur bisa menghilangkan dukamu atas kehilangan Anita. Mau, ya!”

Aku merasakan ada kejanggalan di perkaannya itu. Aku berpikir seperkian detik sebelum menemukan jawaban yang cocok untuknya, “Maksudmu? Oh! Kamu senang Anita meninggal? Lalu, kamu merayakan kepergian Anita dengan mentraktir aku, begitu? Kamu jahat, Yan!”

Aku benar – benar tak habis pikir dengan Yani. Anita itu sahabat terbaikku, tidak boleh ada yang memperlakukannya seperti itu. Menyebalkan!

“Kok, kamu bicaranya ketus seperti itu, sih?  Sekalipun aku tidak pernah bahagia dengan kepergian Anita. Itu tidak mungkin.” Tukas Yani dengan mata yang berkaca- kaca. “Aku hanya tidak ingin melihatmu bersemedi dengan kesedihanmu itu. Aku ingin jadi teman baikmu.”

“Kamu tidak akan bisa menggantikan Anita, Yani!” emosiku semakin meluap, “Aku  sangat menyayangi Anita, wajar kalau aku sedih atas kepergiannya.”

“Tapi ini terlalu jauh, Ra. Kamu menjadi sangat berbeda. Akhir – akhir ini kamu begitu emosian, suka menyendiri, pembangkang, dan sangat tertutup. Kamu bukan Rara yang aku kenal.”

“Terserah!” Sebelum aku benar – benar pergi meinggalkan Yani, aku sempat melirik sosis yang ia lahap begitu nikmat. “Racun.” Ucapku tegas dan dalam. Aku melihat ekpresi wajah Yani mendadak khawatir. Aku pun berlalu setelah membuatnya depresi berat.

Sepulang sekolah aku menunggu kereta di stasiun Kebayoran Lama, tepatnya di kawasan Jakarta Selatan. Rumahku di Tanah Abang. Sementara aku bersekolah di SMPN 7 Jakarta, kecamatan  Kebayoran baru. Otomatis dengan begitu, aku harus menggunakan kereta untuk sampai ke rumahku.

Huek! Aroma khas dari keringat para manusia merasuki hidungku dengan sangat semangat saat aku masuk ke dalam kereta. Desak – desakkan penumpang membuat hatiku semakin kesal. Para pedagang pun menambah kebisingan. Ah … izinkan aku pingsan!!!

Kejengkelan hatiku semakin merajalela saat aku mengingat kembali perkataan Yani tadi pagi.

“Tapi ini terlalu jauh, Ra. Kamu menjadi sangat berbeda. Akhir – akhir ini kamu begitu emosian, suka menyendiri, pembangkang, dan sangat tertutup. Kamu bukan Rara yang aku kenal.”

Ishh! Memangnya dia tahu apa tentang hidupku? Menyebalkan! Luka hatiku saja belum sembuh benar atas kehilangan Anita. Aku trauma! Dia adalah sahabat terbaikku, selalu bersamaku, kami berbagi suka dan duka. Yani itu tidak tahu apa – apa. Seharusnya dia tak perlu ikut campur urusanku!

Itulah kumpulan contoh cerpen atau cerita pendek tentang persahabatan yang bisa Anda kutip atau jadikan referensi untuk tugas Anda. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai contoh cerpen dan semoga bermanfaat.

Dikutip semua dari Brainly

Share this :

0 Response to "Kumpulan Contoh Cerita Pendek Tentang Persahabatan Sejati"

Post a Comment