√ Bendungan: Bangunan Penahan Air Untuk Irigasi

Istilah untuk bangunan penahan air untuk irigasi adalah Bendungan atau Dam. Tidak cuman untuk irigasi, bendungan digunakan sebagai wadah penampung air yang besar untuk keperluan masyarakat di sekitar bendungan, seperti untuk mandi, irigasi, penyimpan cadangan air untuk musim kemarau dan lain sebagainya.

Pengertian Bendungan

Bendungan atau juga disebut dengan dam adalah sebuah konstruksi yang dibangun dengan tujuan untuk menahan laju air sehingga menjadi sebuah waduk atau danau. Bendungan yang memiliki konstruksi bagus dan indah biasanya digunakan sebagai objek tempat rekreasi.

Bendungan (dam)

Tidak hanya digunakan untuk menahan air yang bisa digunakan untuk irigasi, bendungan juga sering digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air. Bendungan/dam yang dibuat oleh manusia umumnya memiliki sebuah pintu air yang digunakan untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap dan berkelanjutan, terutama ketika volume air meningkat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (disingkat Kemen PUPR RI) mendefinisikan bendungan/dam sebagai bangunan yang berupa tanah, batu, dan beton atau batu yang berpasangan yang dibangun untuk menahan dan menampung air, serta dibangun untuk menampung limbah tambang atau lumpur.

Perbedaan Bendungan dan Bendung

Bendungan (dam) dan bendung (weir) sebenarnya memiliki struktur yang berbeda, walaupun kelihatannya sama. Bendung memiliki struktur bendungan yang relatif berkepala rendah (lowhead dam), yang umumnya digunakan untuk menaikan muka air dan biasanya terdapat di sungai. Air yang dinaikan ke permukaan akan melimpas melalui punca atau mercu bendung (overflow).

Bendung

Selain itu bendung biasanya digunakan sebagai media untuk mengukur kecepatan air di sungai dan juga dimanfaatkan sebagai penggerak penggilingan tradisional di negara-negara Eropa. Pada negara yang memiliki sungai yang besar dan deras alirannya, bendung dimanfaatkan sebagai sistem transportasi air. Di Indonesia sendiri, bendung banyak digunakan untuk irigasi bila misalnya muka air sungai lebih rendah dibandingkan dengan permukaan tanah yang akan diairi.

Cara Kerja Bendungan

Berikut adalah bagaimana bendungan bekerja.
  1. Bendungan dibangun pada sebuah sungai 
  2. Dinding bendungan dibangun untuk menahan aliran air sehingga terkumpul (bila luas disebut waduk) 
  3. Pada dinding bendungan terdapat pintu-pintu air yang bisa diatur pembukaan/penutupannya 
  4. Pintu-pintu air dibuka/ditutup sesuai dengan kebutuhan. 

Jenis-Jenis Bendungan

Bendungan Separuh Bendungan separuh diversionary dam adalah bendungan yang tidak menutup sungai. sebagian dari arus ditampuh di danau terpisah, di depan bendungan. Bendungan kayu  kadang-kadang digunakan orang karena keterbatasan lokasi dan ketinggian di tempat ia dibangun. Di Lokasi tempat bendungan kayu dibuat, kayulah bahan yang paling murah, semen mahal dan sulit untuk diangkut.

Bendungan kayu dulu banyak digunakan, tapi kebanyakan sudah diganti dengan beton, khususnya di negara-negara industri. Beberapa bendungan dam masih dipakai. Kayu juga bahan dasar yang digunakan berang-berang, sering juga ditambah lumpur dan bebatuan untuk membuat bendungan berang-berang.

Baca juga: √ MATERIAL adalah Bahan Mentah Untuk Bangunan

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai bendungan, yaitu bangunan yang digunakan untuk menahan air dan digunakan untuk irigasi. Sekian informasi yang dapat saya bagikan mengenai pengertian bendungand an semoga bermanfaat.

Share this :

0 Response to "√ Bendungan: Bangunan Penahan Air Untuk Irigasi"

Post a Comment