Sigung adalah Jenis Musang yang Berbau Busuk

Sigung adalah salah satu jenis musang yang berbau busuk, karena memang bisa mengeluarkan sebuah bau yang tidak enak sebagai pertahanan. Seperti apa hewan sigung itu? Sigung merupakan hewan mamania berbulu hitam dan putih. Secara keseluruhan bewarna hitan dengan warna putih bercabang dibagian atas.

Sigung (bahasa Inggris: Skunk) termasuk hewan yang hidup secara solitaire atau termasuk ke dalam hewan yang hidup menyendiri dan bukan berkelompok, terutama dalam mencari mangsa di malam hari. Sedangkan pada pagi hingga petang, sigung lebih suka bersembunyi ditempat gelap, contohnya seperti di lubang ataupun gua.

Sigung termasuk ke dalam golongan binatang omnivora atau binatang yang gemar memakan segala hal, terutama jenis serangga dan hewan kecil seperti tikus, ular, katak, cacing tanah, telur, burung, dan seranga kecil lainnya. Selain itu, sigung juga suka memakan beberapa jenis buah, jamur, akar dan dedaunan.

Ukuran tubuh sigung sebesar kucing atau jenis musang apada umumnya, sedangkan berat tubuh sigung bervariasi, mulai dari 1,4 kilogram hingga 3,6 kilogram, dan panjang tubuh sigung bisa mencapai 50 centimeter.

Ciri-Ciri Sigung


Hewan sigung memiliki ciri umum tubuh sebesar musang pada umumnya dengan warna hitam dengan warna putih dibagian atas hingga ke bagian ekor dengan dibagian punggu bercabang. Sedangkan ciri khusus dari hewan sigung bisa mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat, terutama jika sedang terancam.

Kemampuan mengeluarkan bau busuk inilah yang digunakan oleh sigung untuk pertahanan, terutama dari predator. Bau busuk tersebut berasal dari kelenjar khusus yang terdapat disekitar anusnya. Kelenjar yang mengeluarkan bau tersebut mengandung metil, sulfur, dan butylthiol.

Umumnya sigung mengeluarkan bau busuk saat sedang terancam dan mempertahankan diri. Saat bertemu dengan predator atau lawan, sigung akan menaikkan ekornya, menundukkan kepanya, dan akan menjejak-jejakkan cakarnya ke tanah didepannya. Jika lawannya tidak takut ataupun pergi, maka selanjutnya sigung mengeluarkan bau busuk dari tubuhnya.

Saat mengeluarkan bau busuk, sigung akan membentuk tubuhnya menjadi huruf "U" dengan kepala dan pantatnya menghadap ke lawannya, kemudian disertai dengan menyemburkan bau busuk. Jarak semburan bau busuk sigung bisa mencapai jarak 3,6 meter yang bisa ke arah kanan, kiri, atas, ataupun lurus ke depan.

Sigung Jawa


Indonesia juga mempunyai salah satu jenis sigung endemik, yaitu Mydaus javanensis atau sigung jawa. Habitat dari sigung jawa berada di pulau Jawa, Indonesia bagian barat, pulau Kalimantan dan Malaysia. Mydaus javanensis termasuk ke dalam suku Mephitidae.

Sigung Jawa pada setiap daerah dikenal dengan nama yang berbeda-beda, jika secara umum dikenal sebagai Sigung Jawa, maka di banjar dikenal dengan nama teledu atau telegu. Sedangkan dalam bahasa Inggris sigung jawa dikenal dengan nama Stink badger, Malay badger, Javan stink badger, dan Sunda stink badger.

Berdasarkan ciri tubuhnya, sigung Jawa tidak terlalu bebeda jauh dengan sigung pada umumnya, yaitu memiliki tubuh yang kecil dan panjang antara 370 mm hingga 520 dari kepala hingga tubuh, sedangkan ekornya antara 34-38 mm. Sedangkan untuk mulutnya bermoncong panjang.

Mydaus javanensis memiliki warna hitam dan cenderung coklat tua dengan garis bewarna putih memanjang dibagian atas tubuh mulai dari kepala hingga ekor. Bentuk dan warna garis putih dibagian atas punggung sigung jawa bervariasi dari tempat ke tempat.

Nah, itulah informasi lengkap mengenai hewan sigung, yaitu jenis musang yang bebau busuk beserta ciri dan juga jenis sigung Jawa. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai informasi TTS dan semoga bermanfaat.

Share this :

0 Response to "Sigung adalah Jenis Musang yang Berbau Busuk"

Post a Comment