Home » Agama » Jenis Haji dan Keutamaan Haji (Lengkap)

Jenis Haji dan Keutamaan Haji (Lengkap)

2 min read

Jenis Haji dan Keutamaan Haji beserta penjelasan – Haji adalah suatu kegiatan tahunan ke Mekkah yaitu kota suci umat Islam (muslim). Umat Islam memiliki kewajiban melaksanakan ibadah haji sekali dalam seumur hidup bagi mereka yang mampu secara fisik dan finansial.

Definisi haji lainnya adalah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi tersebut ialah selain Kakbah atau Mas’a (tempat sai), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (mabit), dan Mina (tempat melontar jumrah).

Jenis Haji

Dari segi pelaksanaannya, ibadah haji terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Haji Tamatuk

Haji tamatuk yaitu mmelaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian menggunakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan manasik haji. Jenis haji inilah yang mudah dan paling banyak dilaksanakan jamaah haji Indonesia. Pelaksanaan haji jenis ini diwajibkan membayar dam (menyembelih hewan kurban). Bila tidak mampu menyembelih, boleh diganti dengan berpuasa sepuluh hari, yaitu tiga hari pada waktu di tanah suci dan tujuh hari setelah kembali ke tanah air.

2. Haji Ifrad

Haji ifrad adalah berihram dan berniat dari miqat hanya untuk haji. Dengan kata lain, mengerjakan haji terlebih dahulu, kemudian mengerjakan umrah. Jenis haji ini cukup sulit dilaksanakan bagi jamaah haji Indonesia, terutama yang tidak terbiasa mengenakan kain ihram, sebab semenjak jamaah tiba di Mekah, mereka tidak boleh melepas kain ihram hingga tiba hari raya Iduladha atau setelah pelontaran jamrah aqabah. Jamaah yang melaksanakan ibadah haji ifrad tidak diwajibkan membayar dam (menyembelih hewan kurban).

3. Haji Kiran

Haji kiran adalah melaksanakan haji dan umrah dengan satu kali ihram. Artinya, apabila seorang jamaah haji memilih jenis haji ini, jamaah tersebut berihram dari miqat untuk haji dan umrah secara bersamaan. Jamaah yang melakukan jenis haji ini diwajibkan menyembelih hewan kurban. Bila tidak mampu menyembelih, boleh diganti dengan berpuasa sepuluh hari, yaitu tiga hari pada waktu di tanah suci dan tujuh hari setelah kembali ke tanah air.

Keutamaan Haji

Keutamaan-keutamaan ibadah haji antara lain adalah sebagai berikut.

1. Haji Merupakan Amal Paling Utama

Dijelaskan ketika Rasulullah saw. ditanya mengenai amal yang paling utama, maka beliau menjelaskan bahwa amal yang paling utama adalah beriman kepada Allah Swt. dan rasul-Nya, berjihad di jalan Allah Swt., dan haji yang mabrur. Adapun haji yang mabrur maksudnya adalah orang yang sekembalinya dari melaksanakan ibadah haji, perilakunya berubah menjadi lebih baik.

2. Haji Merupakan Jihad

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah dialog di dalam sebuah hadis sebagai berikut.
Ya Rasulullah saw, bolehkah kami ikut berperang dan berjihad bersama engkau semua?”Jawab Rasul, “Bagi engkau ada jihad yang lebih baik dan lebih indah, yaitu haji, haji yang mabrur.” Ujar Aisyah ra. pula, Setelah mendengar jawaban dari Rasulullah saw. ini aku tak pernah lagi meninggalkan ibadah haji.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca juga: 6 Rukun Haji dan Penjelasannya Lengkap

3. Haji Menghapus Dosa

Diriwayatkan dari Amar bin Ash, tatkala Allah Swt. telah menanamkan dihatiku, aku datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata, “Ulurkan tanganmu agar aku berniat berbaiat kepadamu.” Rasulullah pun mengulurkan tangannya, tetapi aku masih mengatupkan telapak tanganku. Maka beliau bertanya, “Bagaimana engkai ini wahai Amar?” Ujarku, “Aku akan mengajukan syarat. “Apa syaratnya? “Tanya Rasulullah. “Yaitu agar aku diampuni,” ujarku. Maka beliau bersabda, “tidaklah engkau tahu bahwa Islam itu menghapuskan keadaan sebelumnya, begitu juga hijrah menghapuskan apa yang sebelumnya, juga haji menghapuskan apa yang sebelumnya.” (H.R. Muslim).

4. Pahala Ibadah Haji adalah Surga

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Umrah kepada umrah menghapuskan dosa yang terdapat di antara keduanya, sedang haji yang mabrur tidak ada ganjarannya selain surga.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *