Home » Uncategorized » Fungsi, Bentuk, dan Jenis Kritik Karya Seni Rupa

Fungsi, Bentuk, dan Jenis Kritik Karya Seni Rupa

2 min read

Kritik Karya Seni Rupa adalah penilaian atau penghargaan terhadap karya-karya seni rupa, seperti lukisan, gambar, patung, atau grafik melalui proses analisis dan interpretasi terhadap sebuah karya. Dalam kritik karya seni rupa terdapat beberapa unsur di dalamnya, yaitu fungsi, bentuk dan jenis kritik karya seni rupa.

Fungsi Kritik Karya Seni Rupa

Fungsi kritik karya seni rupa dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Menjembatani persepsi dan apresiasi dan estetika karya seni rupa, antara pencipta (perupa), karya, dan penikmat seni. Komunikasi antara karya seni yang disajikan kepada penikmat (publik) seni membuahkan interaksi timbal balik antarkeduanya.
  2. Mendeteksi kelemahan, mengupas kedalam, serta membangun kekurangan bagi perupa pada karya seninya.
  3. Membantu memahami karya, serta meningkatkan wawasan dan pengetahuannya terhadap karya seni yang berkualitas bagi penikmat seni.

 Baca juga: Pengertian Kritik Karya Seni Rupa

    Jenis Kritik Karya Seni Rupa

    Kritik seni beradasarkan tujuan dan kualitasnya mempunyai empat tipe kritik seni. Secara teori tupi-tipe tersebut merujuk kepada siapa yang menggunakan kritik.

    1. Kritik Populer

    Kritik populer adalah jenis kritik seni yang ditujukan untuk konsumsi massa atau umum. Tanggapan yang disampaikan melalui kritik jenis ini biasanya bersifat umum saja, lebih kepada pengenalan atau publikasi sebuah karya. Dalam tulisan kritik populer, umumnya digunakan gaya bahasa dan istilah-istilah sederhana yang mudah dipahami oleh orang awam.

    2. Kritik Jurnalistik

    Kritik jurnalistik adalah jenis kritik seni yang hasil tanggapan atau penilaiannya disampaikan secara terbuka kepada publik melalui media massa, khususnya surat kabar. Kritik ini hampir sama dengan kritik populer, tetapi ulasannya lebih dalam dan tajam. Kritik jurnalistik sangat cepat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas dari sebuah karya seni, terutama karena sifat dari media massa dalam mengomunikasikan hasil tanggapannya.

    3. Kritik Keilmuan (Ilmiah)

    Kritik keilmuan merupakan jenis kritik yang bersifat akademis dengan wawasan pengetahuan, kemampuan, dan kepekaan yang tinggi untuk menilai atau menanggapi sebuah karya seni. Kritik jenis ini umumnya disampaikan oleh seorang kritikus yang sudah teruji kepakarannya dalam bidang seni, atau kegiatan kritik yang disampaikan mengikuti kaidah-kaidah atau metodologi kritik secara  akademis. Hasil tanggapan melalui kritik keilmuan sering dijadikan referensi bagi para kolektor atau kurator institusi seni, seperti museum, galeri, dan balai lelang.

    4. Kritik Kependidikan

    Kritik kependidikan merupakan kegiatan kritik yang bertujuan mengangkat atau meningkatkan kepekaan artistik serta estetika subjek belajar seni. Jenis kritik ini umumnya digunakan di lembaga-lembaga pendidikan seni terutama untuk meningkatkan kualitas seni yang dihasilkan peserta didiknya. Kritik jenis ini termasuk yang digunakan oleh guru di sekolah umum dalam penyelenggaran mata pelajaran pendidikan seni.

    Pemahaman terhadap keempat kritik seni dapat mengantar nalar Anda untuk menentukan pola pikir dalam melakukan seni kritik seni. Setiap tipe mempunyai ciri (kriteria), media (alat: bahasa), cara (metode), sudut pandang, sasaran, dan materi yang tidak sama. Keempat kritik tersebut memiliki fungsi yang menekankan mata pelajaran penddikan seni.

    Bentuk Kritik karya Seni Rupa

    Selain pembagian tersebut, berdasarkan titik tolak atau landasan yang digunakan dikenal pula beberapa bentuk kritik, yaitu sebagai berikut.

    1. Formalitas

    Kritik ini lebih pada penilaian aspek-aspek formal, seperti konfigurasi unsur-unsur pembentukannya, prinsip penataannya, serta teknik, bahan, dan media yang digunakan dalam berkarya seni.

    2. Ekspresivitas

    Kritik ekspresivitas lebih pada penilaian berdasarkan kualitas gagasan dan perasaan yang ingin dikomunikasikan oleh perupa melalui sebuah karya seni. Kegiatan kritik ini umumnya menganggapi kesesuaikan atau keterkaitan antara judul, tema, isi dan visualisasi objek-objek yang ditampilkan dalam sebuah karya.

    3. Instrumentalitas

    Kritik ini cenderung pada penilaian berdasarkan kemampuannya mencapai tujuan, moral, religius, politik, atau psikologi. Dalam praktiknya, penggunaan jenis kritik seni ini disesuaikan dengan jenis dan tujuan perbuatan karya seni rupa.

    Nah, itulah fungsi kritik karya seni rupa, bentuk kritik karya seni rupa, dan jenis kritik karya seni rupa. Demikian artikel yang dapat Nyontex.com bagikan dan semoga bermanfaat.

    Sugesti adalah Pengaruh yang Dapat Menggerakkan Hati Orang

    Apa itu sugesti? Secara sederhana sugesti adalah pengaruh yang dapat menggerakkan hati orang. Kata sugesti sendiri merupakan kata serapan dalam bahasa Indonesia dari bahasa Inggris “suggestion“....
    Admin Admin
    1 min read

    10 Contoh Saran dalam Makalah yang Baik dan Benar

    Makalah merupakan salah satu jenis dari karya ilmiah. Sedangkan menurut pengertiannya, makalah ialah laporan tertulis yang diterbitkan untuk memberikan gambaran dari hasil penelitian atau...
    Admin Admin
    3 min read

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *