Penaklukan Kota Mekah Oleh Nabi Muhammad saw.

Penaklukan kota mekkah terjadi pada bulan januari tahun 630 Masehi tepatnya pda tanggal 10 Ramadhan 8 H. Pembebasan dan penaklukan kota Mekah dilakukan Nabi Muhammad saw. dengan tindakan yang amat bijaksana, yaitu memerintahkan para sahabat agar tidak merusak dan mengotori Mekah dengan peperangan. Pada proses awal, Nabi Muhammad saw. memerintahkan para sahabatnya dan pasukannya untuk berkemah di dekat kota Mekah.

Hal ini sebagai salah satu langkah persiapan dalam penaklukan kota Mekah. Melihat kenyataan ini, paman Nabi Muhammad saw. yang bernama Abbas bin Abdul Mutalib datang menemui Rasulullah saw. dan menyatakan keislamannya.

Demikian juga Abu Sufyan datang menemui Rasulullah saw. dan menyatakan keislamaannya di hadapan beliau dan umat Islam. Setelah itu, Rasulullah saw. memberikan kepercayaan kepada Abu Sufyan untuk menjadi perantara dengan masyarakat Quraisy lainnya dalam persoalan keselamatan mereka di kota Mekah dari kemungkinan terjadi serangan yang akan dilakukan oleh umat Islam.

Mengenai jaminan keselamatan, Rasulullah saw. memberikan keamanan kepada Abu Sufyan dan keluarganya dengan menyatakan bahwa siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan akan selamat, orang yang masuk masjid juga selamat, begitu pula yang menutup pintu rumahnya rapat-rapat akan selamat.


Sesampainya di kota Mekah, Abu Sufyan menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat Quraisy dan langkah-langkah kebijaksanaan Rasulullah saw. yang telah diterimanya dalam usaha pembebasan kota Mekah. Setelah mengetahui bahwa Abu Sufyan telah masuk Islam, akhirnya Quraisy lainnya mengikuti jejak langkah Abu Sufyan dan menyatakan diri masuk Islam.

Abu Sufyan kemudian menyampaikan pesan perdamaian yang dibawanya dari Rasulullah saw. dan memerintahkan kepada mereka agar mereka tidak melawan Rasulullah saw. dan pasukannya ketika memasuki kota Mekah.

Setelah kota Mekah ditalukkan, Rasulullah saw. mengunjungi Kakbah serta melakukan tawaf. Setelah itu, beliau baru menemui orang-orang yang berkumpul di masjid. Nabi memaafkan semua kesalahan yang pernah mereka lakukan terhadap dirinya dan para sahabatnya.

Baru kemudian Rasulullah saw. menghancurkan 360 berhala yang mengelilingi Kakbah mulai dari yang kecil sampai yang besar. Penghancuran ini disaksikan ornag-orang Quraisy. Berhala yang dahulunya disanjung dan dipuja, sekarang dihancurkan tanpa terjadi bahaya apa pun.

Pada waktu itu Rasulullah saw. membaca Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 81 berikut.

وَقُلْ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَزَهَقَ ٱلْبَٰطِلُ ۚ إِنَّ ٱلْبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Artinya: Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Q.S. Al-Isra, 17: 81)

Setelah selesai membersihkan Kakbah dari berhala-berhala pujaan kafir Quraisy, Rasulullah saw. memerintahkan Bilal bin Rabbah untuk melakukan adzan di atas Kakbah. Umat Islam kemudian shalat berjamaah dengan Rasulullah saw. Pada hari itu tampaklah kemenangan umat Islam karana sejak saat itu datang berbondong-bondong penduduk Mekah, baik laki-laki, perempuan, tua, maupun muda yang semuanya menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah saw.

Perhatikan firman Allah Swt. berikut.

 ِ إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ , وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا , فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

Artinya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (Q.S. An-Nasr, 110: 1-3)

Share this :

0 Response to "Penaklukan Kota Mekah Oleh Nabi Muhammad saw."

Post a Comment