Home » Agama » Tata Cara Bersuci (Thaharah) dari Hadas

Tata Cara Bersuci (Thaharah) dari Hadas

2 min read

Tata cara thaharah dari hadas meliputi mandi wajib, wudhu, dan tayamun. Adapun sarana yang dapat digunakan untuk thaharah, yakni air, debu, dan batu.

Pada umumnya, orang bersuci menggunakan air. Adapun air yang bisa dipakai untuk bersuci adalah air suci sekaligus menyucikan. Air jenis ini merupakan air yang bersumber dari alam, baik yang keluar dari bumi maupun yang turun dari langit, seperti air sumur, air sungai, air hujan, air danau, air embun, air salju, dan sebagainya.

Di bawah ini merupakan tata cara thaharah dari hadas menurut agama islam.

1. Mandi Wajib

Mandi wajib adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar. Sering disebut juga mandi janabat/junub. Adapun cara mandi wajib adalah sebagai berikut.

  • Niat mandi untuk menghilangkan hadas besar. Jika dilafalkan, maka bacaannya sebagai berikut.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala.
Artinya:Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah ta’aala.

  • Mengghilangkan najis apabila terdapat di badannya seperti bekas tetesan darah.
  • Membasahi seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Pada saat mandi wajib, kita juga disunnahkan untuk membaca basmalah, mencuci kedua tangan sebelum dimasukkan ke dalam bejana, ber-wudhu terlebih dahulu, mendahulukan yang kanan dari yang kiri, menggosok tubuh, dan sebagainya.

2. Wudhu

Wudhu adalah cara bersuci untuk menghilangkan hadas kecil. Adapun tata cara wudhu adalah sebagai berikut.

  • Niat dalam hati. Jika dilafalkan, maka bacaannya adalah sebagai beirkut.

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa.
Artinya:Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala

Saya niat wudhu menghilangkan hadas kecil karena Allah ta’ala

  • Disunnahkan mencuci kedua telapak tangan, berkumur-kumur dan membersihkan lubang hidung.
  • Membasuh muka.
  • Membasuh kedua tangan sampai siku.
  • Mengusap kepala.
  • Disunnahkan membasuh telinga.
  • Membasuh kaki sampai mata kaki.
  • Tertib (dilakukan secara berurutan).
  • Berdo’a setelah wudhu.

3. Tayamum

Apakah tayamum itu? Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi. Hal ini dilakukan sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (‘uzur). Untuk lebih mudah memahaminya bacalah ilustrasi berikut.

Suatu ketika, kita sedang memiliki hadas kecil dan besar. Sementara kita harus segera shalat. Namun, pada saat itu tidak tersedia air atau tidak bisa menggunakan air karena suatu hal. Nah, solusinya adalah tayamum dengan menggunakan debu yang suci. Tidak sulit, bukan?

Jadi, tayamum dilakukan dengan menggunakan sarana debu yang suci. Debu ini digunakan sebagai pengganti air. Apabila kita berada di dalam pesawat atau kendaraan, debu yang digunakan untuk tayamum cukup mengusap debu yang ada di dinding pesawat atau kendaraan.

Syarat Taymmum

Cara tayamum boleh dilakukan jika:

  • Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya.
  • Berhalangan menggunakan air, misalnya karena sakit.
  • Telah masuk waktu shalat.

Cara Melakukan Tayamum

Ber-tayamum itu mudah, caranya sebagai berikut.

  • Niat (untuk dibolehkan mengerjakan shalat)

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لاِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ فَرْضً ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitut Tayammuma Listibaahatish Sholaati Fardhol Lillahi Ta’alaa.
Artinya:Aku berniat melakukan tayamum agar dapat mengerjakan salat fardhu karena Allah Taala.

  • Mengusap muka dengan tanah (debu yang suci).
  • Mengusap tangan kanan hingga siku-siku dengan debu.
  • Mengusap tangan kiri hingga siku-siku debu.

Hikmah Thaharah

Betapa pentingnya bersuci (thaharah) dalam kehidupan kita, baik dari najis maupun dari hadas. Bersuci memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Keutamaan-keutamaan itu antara lain sebagai berikut.

  • Orang yang hidup bersih akan terhindar dari segala macam penyakit karena kebanyakan sumber penyakit berasal dari kuman dan kotoran.
  • Rasulullah saw. bersabda bahwa orang yang selalu menjaga wudhu akan bersinar wajahnya kelak saat dibangkitkan dari kubur.
  • Dapat dijadikan saran untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.
  • Rasulullah saw. menegaskan bahwa kebersihan itu sebagian dari imam dan ada ungkapan bijak pula yang mengatakan “kebersihan pangkal kesehatan”.
  • Kebersihan akan membuat kita menjalani hidup dengan nyaman.

Nah, tata cara bersuci atau thaharah dari hadas menurut agama Islam. Demikian artikel yang bisa saya bagikan mengenai Thaharah dalam materi pendidikan agama Islam. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *